Kerja, Bisnis, dan Kuliah Sekaligus? Kades Banyuasin Ini Buktikan Kamu Bisa Lulus Tepat Waktu Tanpa “Burnout”

Bagi sebagian besar anak muda, membayangkan kuliah sambil bekerja seringkali terasa menakutkan. Takut tugas menumpuk, takut tidak punya waktu istirahat, hingga takut bentrok dengan jam kerja. Namun, jika kamu masih ragu untuk melangkah, kisah Budi Aziz, S.I.P. ini bisa menjadi jawaban bahwa pendidikan tinggi dan karier sebenarnya bisa berjalan beriringan tanpa harus ada yang dikorbankan.

Budi bukanlah mahasiswa dengan waktu luang yang melimpah. Ia adalah Kepala Desa Durian Gadis di Banyuasin yang sehari-harinya sibuk melayani warga, sekaligus mengelola bisnis pribadi. Namun, di tengah padatnya agenda tersebut, ia sukses menuntaskan kuliah dan meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Terbuka (UT) Palembang. Rahasianya sederhana namun krusial bagi setiap mahasiswa: memilih ekosistem belajar yang fleksibel dan mendukung produktivitas.

Alih-alih terkekang jadwal kaku yang sering bikin stres, Budi memanfaatkan sistem kuliah UT yang sangat adaptif. Ia mengambil kelas di hari Sabtu dan Minggu. Strategi ini menjadi solusi cerdas bagi mahasiswa pekerja atau entrepreneur muda: hari kerja bisa fokus total untuk mencari cuan dan berkarya, sementara akhir pekan dimaksimalkan untuk upgrade ilmu. Konsistensi inilah yang membuat Budi bisa lulus tepat waktu, mematahkan mitos bahwa mahasiswa kelas karyawan atau jarak jauh itu “lulusnya lama”.

Lebih dari sekadar mengejar ijazah, pengalaman kuliah ini justru membentuk soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern. Budi mengakui, metode belajar mandiri di UT melatihnya memiliki manajemen waktu yang presisi dan pola pikir sistematis. Kemampuan mencari referensi sendiri dan disiplin menyelesaikan tugas tanpa harus “disuapi” dosen adalah mentalitas yang membentuknya menjadi pemimpin yang tangguh di desanya. Jadi, kuliah di sini bukan cuma soal nilai akademis, tapi juga menempa mentalitas mandiri yang dicari banyak perusahaan.

Kualitas pendidikan pun menjadi sorotan penting. Saat menghadiri wisuda di UT Pusat Jakarta pada Oktober 2025 lalu, Budi semakin yakin dengan pilihannya. Ia melihat sendiri bahwa UT adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) senior milik pemerintah yang fasilitas dan kualitasnya setara dengan kampus negeri konvensional lainny. Ini menjadi validasi penting bagi calon mahasiswa yang sering khawatir soal gengsi atau status akreditasi kampus; di UT, kamu mendapatkan kualitas negeri dengan fleksibilitas tinggi dan biaya yang sangat terjangkau.

Kini, semangat Budi untuk belajar tak berhenti di gelar sarjana. Di usianya yang sudah matang, ia bahkan sudah bersiap lanjut ke jenjang S2. Kisah ini adalah “tamparan” halus sekaligus motivasi bagi generasi muda Sumatera Selatan. Jika seorang Kepala Desa dengan segudang tanggung jawab saja bisa, apalagi kamu yang masih punya energi besar. Jadi, bagi kalian yang baru lulus SMA atau sedang bekerja dan ingin kuliah, buang jauh-jauh rasa takut sibuk atau mahal. UT Palembang sudah menyediakan jalannya, tinggal kamu yang melangkah.