Suasana haru bercampur bangga terasa di Ballroom Grand Maleo Hotel Mamuju, Senin (3/11/2025). Ratusan wisudawan Universitas Terbuka (UT) Majene mengikuti prosesi Wisuda Daerah Periode II Tahun 2025. Dari jenjang Diploma hingga Pascasarjana, mereka datang dari berbagai penjuru Sulawesi Barat, membawa satu semangat yang sama: menembus batas untuk meraih pendidikan tinggi.
Di tengah momen bersejarah itu, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta hadir memberikan dukungan langsung. Bagi Kapolda, kehadiran Universitas Terbuka bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi pintu harapan bagi masyarakat luas yang ingin terus belajar tanpa terkendala jarak, usia, atau kondisi ekonomi.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu daerah. Dengan semakin banyak generasi muda yang mengenyam pendidikan tinggi, kita berharap akan lahir SDM berkualitas yang mampu bersaing di era global,” ujar Irjen Pol Adi Deriyan yang disambut tepuk tangan para wisudawan.
Ia menegaskan, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Karena itu, ia mengapresiasi Universitas Terbuka Majene yang konsisten menghadirkan akses pendidikan jarak jauh hingga ke pelosok Sulawesi Barat, bahkan ke daerah yang sulit dijangkau kampus konvensional. Menurutnya, metode pembelajaran terbuka, fleksibel, dan online yang ditawarkan UT menjadi solusi nyata untuk mewujudkan kesetaraan pendidikan di Indonesia. “Ilmu yang diperoleh para wisudawan hendaknya menjadi bekal untuk berkontribusi dalam membangun daerah serta menjawab berbagai tantangan di era transformasi digital,” tuturnya.
Wisuda UT Majene kali ini tak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga cerminan semangat perubahan. Para wisudawan yang sebagian besar adalah pekerja, ibu rumah tangga, hingga aparatur daerah, membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Inilah semangat pendidikan tanpa batas yang selama ini diusung Universitas Terbuka.
Di tengah cepatnya arus digitalisasi, UT Majene terus berinovasi menghadirkan program studi relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Langkah ini sejalan dengan misi global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education—memberikan akses pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata bagi semua kalangan.
Kehadiran Universitas Terbuka menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas diri tanpa harus meninggalkan keluarga atau pekerjaan. Dari pesisir Majene hingga pegunungan Mamuju, kesempatan belajar kini tak lagi dibatasi ruang dan waktu.
Prosesi wisuda yang dihadiri pejabat daerah, civitas akademika, dan keluarga wisudawan itu menjadi momentum refleksi penting: bahwa pendidikan bukanlah hak istimewa, melainkan hak setiap warga negara. Dengan dukungan semua pihak, termasuk aparat pemerintah dan lembaga pendidikan seperti UT, Sulawesi Barat terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerdas, inklusif, dan berdaya saing.

