OU5 Meeting: Kolaborasi dan Sinergi Nyata Pendidikan Tinggi Jarak Jauh Skala Global

Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) dengan metode utama pembelajaran  online learning semakin diminati oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Bahkan, saat ini PTTJJ sangat diminati oleh para fresh graduate dari tingkat SMA/sederajat yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Tentunya ini tidak terlepas dari beragam manfaat yang ditawarkan oleh PTTJJ, seperti fleksibilitas metode pembelajarannya, terjangkau biaya pendidikannya, yang tentunya juga diiringi oleh jaminan kualitas layanan pendidikan jarak jauhnya yang terakreditasi baik secara skala nasional maupun internasional. 

Melihat situasi ini, tentunya tuntutan peningkatan akan pelayanan dan kualitas pendidikan merupakan suatu hal yang harus dilakukan sehingga dalam perwujudannya memerlukan kolaborasi dan sinergitas bersama antar institusi. Untuk menunjang hal tersebut, lima Perguruan Tinggi Jarak Jauh di Asia Tenggara menyelenggarakan pertemuan rutin yang dikenal dengan Open University (OU)5 Meeting. OU5 merupakan sebuah forum kolaborasi antara lima perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) di Asia Tenggara yang terdiri dari Universitas Terbuka (UT), Sukothai Thammathirat Open University (STOU), University of the Philippines Open University (UPOU), Hanoi Open University (HOU), dan Open University Malaysia (OUM). Kelima Universitas Terbuka di Asia Tenggara tersebut sepakat membentuk sebuah organisasi yang bertujuan untuk saling berkolaborasi dalam berbagai kegiatan riset tentang pembelajaran jarak jauh. Kelompok ini secara rutin mengadakan pertemuan dalam rangka mengembangkan penelitian dalam berbagai bidang. 

Pada tahun 2024 ini, UT mendapatkan kesempatan emas untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan OU5 Meeting. OU5 Meeting tahun ini diselenggarakan pada 24-25 April 2024 di Hyatt Regency Yogyakarta. Rangkaian acara OU5 Meeting ini diawali oleh sambutan Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. selaku tuan rumah dalam pelaksanaan OU5 Meeting. Dalam sambutannya, Prof. Ojat mengatakan bahwa OU5 sudah berjalan satu dekade sebagai platform yang mencerminkan esensi berbagi pengetahuan antara pengetahuan antara akademisi dan peneliti. Selain itu, Prof. Ojat juga menambahkan, ”Pertemuan OU5 telah muncul sebagai mercusuar wacana intelektual, membina komunitas yang dinamis, positif, dan produktif yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan inovasi di bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh.” Prof. Ojat juga memberikan pesan dalam sambutannya bahwa selama forum berlangsung beliau mengharapkan dan mendorong kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat untuk berpartisipasi secara aktif, berbagi wawasan, dan terlibat dalam diskusi yang kuat karena upaya kolektif dan pengalaman bersama akan mendorong batas-batas pengetahuan dan membentuk masa depan akademisi. 

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi University of the Philippines Open University (UPOU), Dr. Jean  A Saludadez menyampaikan hal serupa dimana jumlah mahasiswa di kampusnya juga meningkat pesat pasca Pandemi Covid-19. Beliau menuturkan bahwa kualitas layanan UPOU juga meningkat, sehingga membuat masyarakat lebih tertarik mengikuti model pembelajaran jarak jauh dari UT dibandingkan menempuh perkuliahan di Perguruan Tinggi konvensional. “Sebelum Covid-19, mahasiswa kami hanya 5.000 orang, tapi sekarang ada sekitar 6.500 orang di seluruh jenjang sarjana-doktoral.”ujarnya. Pernyataan senada juga diungkapkan oleh President/Vice Chancellor Open University Malaysia (OUM), Prof. Dr. Ahmad Izanee Awang yang mengaku bahwa perguruan tinggi jarak jauh di Malaysia juga kian dikenal oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh salah satunya karena konsep pembelajaran yang mudah diakses. “Pembelajaran jarak jauh ini memberikan akses pendidikan secara terbuka bagi siapa saja. Mereka tidak perlu hadir ke kampus secara konvensional, tapi mereka tetap dapat belajar walaupun berada di seluruh pelosok dunia,” tangkasnya.  

OU5 Researchers merupakan gabungan peneliti dari lima PTTJJ anggota Asian Association of Open Universities (AAOU) dan melaksanakan pertemuan rapat secara rutin setiap dua kali dalam setahun. Pertemuan secara rutin ini telah mengembangkan jaringan dan kolaborasi dalam pengembangan kelembagaan dan penelitian kajian ASEAN dengan topik yang berbeda setiap tahunnya. Pada pertemuan ini, akan dibahas beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh 5 pimpinan dari anggota institusi OU5 yang terdiri dari: 

  • Progress of 2024 Research Projects 
  • Nomination of Project Leaders for the 2025 Research Project and Scheduling of the First Online Meeting 
  • Setting Up a Common Repository Site for OU5 Outputs and Documents 
  • AAOU Quality Assurance Framework 
  • Benchmarking Instrument Testing Status 
  • ICDE Global Advocacy Campaign Asia 
  • Invitation to the Second ICDBSE Conference and ICDE Global Advocacy Campaign Asia Working Groups Meeting at STOU Thailand 
  • Micro-credential 
  • Schedule of the Next OU5 Meeting in the Philippines 

Selain itu, para peneliti OU5 akan membahas pengembangan rencana penelitian pada tahun 2024, dengan fokus pada beberapa topik, diantaranya adalah: 

  • Inclusive Education: Providing Quality Education for All 
  • Artificial Intelligence (AI) in Digital Education 
  • Promoting Sustainable Industrialization (SDG 9) in the ASEAN Region (Smart Manufacturing, Employability and Decent Work, Green Growth (SDG9) as the Selected Agenda) 
  • Counseling Services at OUs to Promote Good Mental Health in ASEAN
  • Preserving ASEAN Culture in the Digital Age 

Bersamaan dengan pertemuan OU5 Meeting, Universitas Terbuka dengan PTTJJ lainnya berkomitmen untuk melakukan pengabdian masyarakat internasional (International Community Service) guna memberikan dampak pada komunitas global dan dalam misi pengenalan berbagai budaya. 

Pertemuan ini menjadi wadah penting berbagi pengetahuan dan perspektif, merangsang lahirnya berbagai inovasi, dan mempromosikan kolaborasi dan sinergi yang lebih erat antara pimpinan dan dosen serta peneliti universitas-universitas terbuka atau PTTJJ yang bernaung di OU5 Meeting untuk memajukan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di kawasan Asia Tenggara.