Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Pada gelaran Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah, Selasa (23/9/2025), kontingen Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sulawesi Barat berhasil menyabet medali perunggu melalui cabang olahraga sepak takraw kategori Quadrant Putra.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi kontingen Sulbar yang datang dengan segala keterbatasan. Namun, semangat juang yang tak pernah surut membuat tim takraw mampu menorehkan pencapaian di ajang olahraga mahasiswa paling bergengsi tingkat nasional tersebut.
Salah satu pemain kunci dalam skuad ini adalah Taupik, mahasiswa UT Majene. Ia tak bisa menyembunyikan rasa syukur setelah memastikan perunggu untuk Sulbar.
“Alhamdulillah, kita berhasil raih perunggu untuk kontingen Sulbar,” ungkapnya dengan penuh rasa bangga.
Taupik menambahkan, keterbatasan fasilitas dan persiapan tidak menyurutkan tekad timnya. Sejak awal, keyakinan untuk menyumbang medali sudah tertanam kuat.
“Meskipun dalam keterbatasan, kami memang optimis sejak awal untuk bisa menyumbang medali dari cabang takraw,” ujarnya menegaskan semangat juara yang mereka bawa.
Nomor Quadrant Putra sepak takraw menuntut koordinasi tinggi di antara empat pemain. Tim Sulbar yang tampil solid ini terdiri dari mahasiswa berbagai kampus, yakni Taupik dari Universitas Terbuka, Haerul dan Rajab dari STIKES Bina Bangsa, serta Farid dari IAI DDI Polman. Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama dan solidaritas mampu melahirkan prestasi, bahkan di tengah keterbatasan sumber daya. Semangat ini sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong kesehatan, sportivitas, dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama.
Tidak lupa, Taupik menyampaikan apresiasi kepada almamaternya yang memberi dukungan penuh terhadap pengembangan bakat non-akademik mahasiswa.
“Terima kasih banyak kepada kampus saya Universitas Terbuka yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya untuk terus berprestasi, khususnya dalam ajang POMNAS tahun ini,” ucapnya.
Dukungan institusi pendidikan seperti UT menjadi salah satu kunci penting dalam mencetak mahasiswa berdaya saing, tidak hanya di ranah akademik tetapi juga di bidang olahraga. Hal ini sejalan dengan upaya melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Dengan begitu, pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.
Pimpinan kontingen BAPOMI Sulawesi Barat, Firman Halip, mengaku bangga atas capaian tersebut. Ia menyebut medali perunggu sebagai hasil kerja keras seluruh tim.
“Alhamdulillah, medali pertama sudah kita raih di sepak takraw. Ini adalah hasil kerja keras dan semangat pantang menyerah dari anak-anak,” kata Firman.
Firman pun optimistis perolehan medali Sulbar tidak berhenti sampai di sini. Ia berharap cabang olahraga lain juga bisa memberikan kontribusi, menambah deretan prestasi kontingen Sulbar di POMNAS 2025.
Lebih dari sekadar pencapaian olahraga, raihan ini menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang berkarakter dan berprestasi. Universitas Terbuka, melalui dukungannya terhadap mahasiswa seperti Taupik, terus membuktikan kontribusinya dalam mendorong generasi muda untuk tumbuh menjadi sosok yang berdaya dan siap menghadapi tantangan global. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga, pendidikan, dan kerja sama lintas institusi dapat berjalan beriringan dalam mendukung tercapainya SDGs, khususnya dalam mencetak generasi yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.


