Semangat pantang menyerah kembali melahirkan kebanggaan bagi Sulawesi Tenggara (Sultra). Muhammad Muliadi, atlet Taekwondo muda asal Kendari yang juga mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Kendari, sukses meraih medali perak dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
Bertanding di Djarum Arena Kaliputu pada Minggu (12/10/2025), Muliadi tampil impresif sejak babak awal. Performa konsisten dan ketenangan mental mengantarnya hingga partai final di kategori U87 KG Senior Putra.
“Pertandingan berlangsung ketat, tapi saya tetap bangga bisa mempersembahkan medali untuk Sultra,” ujar Muliadi usai laga.
Pelatihnya, Balung Mandalangi Togala, menyebut Muliadi sebagai sosok yang disiplin dan bermental juara. Sebelum berlaga di PON Beladiri 2025, Muliadi menjalani seleksi ketat oleh Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sultra, kemudian mengikuti training camp (TC) selama sebulan penuh di Bapelkes Kendari yang difasilitasi oleh KONI Sultra. Selama TC, seluruh atlet digembleng secara fisik dan mental, serta diasramakan agar lebih fokus menyiapkan strategi terbaik menghadapi ajang nasional.
Menariknya, di balik sosok petarung tangguh, Muliadi adalah mahasiswa Universitas Terbuka Kendari, kampus yang memberinya ruang untuk terus berprestasi tanpa meninggalkan pendidikan. Fleksibilitas sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) UT menjadi kunci keberhasilannya menyeimbangkan dua dunia: akademik dan olahraga.
Sejak duduk di bangku SD, Muliadi sudah jatuh cinta pada Taekwondo. Kini, ia telah mengoleksi sederet prestasi bergengsi seperti Juara I Kejurnas Universitas Hasanuddin, Juara I Kapolri Cup 2021, dan Emas Porprov Sultra 2022. Bagi Muliadi, setiap pukulan dan tendangan bukan sekadar teknik, tetapi simbol perjuangan dan semangat untuk terus maju. Ia juga berharap Universitas Terbuka terus memberikan dukungan bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.
Prestasi yang diraih Muliadi bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui dedikasinya di bidang olahraga, Muliadi berkontribusi pada SDG 3 yang mengedepankan kehidupan sehat dan sejahtera, dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif dan kebugaran fisik. Selain itu, keberhasilannya dalam menyeimbangkan antara pendidikan dan prestasi olahraga juga mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, menunjukkan bahwa pendidikan dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan.
Keberhasilan Muliadi menjadi inspirasi bahwa dengan komitmen, dukungan, dan kesempatan yang setara, generasi muda Sulawesi Tenggara mampu mengharumkan nama daerah sekaligus mewujudkan pembangunan manusia yang unggul dan berdaya saing.



