Bagi banyak anak muda di Kabupaten Labuhanbatu Utara, kuliah sering kali terasa seperti mimpi yang mahal dan jauh. Tidak sedikit yang akhirnya memilih bekerja setelah lulus sekolah karena akses perguruan tinggi negeri berada di luar daerah, membutuhkan biaya tambahan, hingga memaksa mereka meninggalkan pekerjaan atau keluarga.
Kini, harapan itu perlahan mulai mendekat.
Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Permata Labura resmi hadir di Jalan Lintas Sumatera, Kota Raja Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kehadiran layanan ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan rutinitas sehari-hari.
Di tengah perubahan zaman yang serba digital, kebutuhan masyarakat terhadap sistem kuliah yang fleksibel semakin tinggi. Kondisi itulah yang coba dijawab oleh Universitas Terbuka melalui SALUT Permata Labura, yang membawa konsep pendidikan tinggi berbasis digital dengan layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Bukan hanya untuk lulusan sekolah yang ingin melanjutkan kuliah, layanan ini juga membuka peluang bagi para pekerja, ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum yang sebelumnya merasa pendidikan tinggi sulit diraih karena keterbatasan waktu dan biaya.
Pendaftaran mahasiswa baru kini telah dibuka untuk berbagai program Diploma, Sarjana (S1), hingga Pascasarjana (S2 dan S3). Program studi yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari S1 Ilmu Hukum, PGSD, PGPAUD, Manajemen, Akuntansi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Agribisnis, Teknologi Pangan, hingga program Pascasarjana seperti S2 Manajemen dan S3 Manajemen.
Kepala SALUT Permata Labura mengatakan, kehadiran layanan ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi negeri bagi masyarakat di daerah tanpa memandang usia maupun latar belakang pekerjaan.
“Universitas Terbuka memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk kuliah dengan sistem yang fleksibel, biaya terjangkau, tanpa tes masuk, tanpa batas usia, serta proses administrasi yang mudah. Kami siap membantu masyarakat Labura yang ingin melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Fenomena masyarakat kuliah sambil bekerja sendiri kini semakin meningkat. Banyak orang mulai menyadari bahwa peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan dunia kerja yang terus berubah. Namun di sisi lain, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk meninggalkan pekerjaan demi duduk di bangku kuliah penuh waktu.
Karena itu, model pembelajaran daring yang fleksibel mulai menjadi pilihan. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari rumah, tempat kerja, maupun dari daerah masing-masing tanpa harus datang ke kampus setiap hari.
Selain layanan akademik, SALUT Permata Labura juga menyediakan pendampingan mulai dari proses pendaftaran hingga tutorial pembelajaran. Kehadiran layanan pendamping ini dinilai penting agar mahasiswa, terutama yang baru pertama kali mengikuti sistem kuliah daring, dapat beradaptasi lebih mudah.
Di balik pembukaan layanan tersebut, tersimpan cerita tentang banyak orang yang selama ini harus menunda mimpi karena keadaan. Tentang anak muda yang memilih bekerja demi membantu keluarga, para pekerja yang ingin meningkatkan karier, hingga masyarakat daerah yang selama bertahun-tahun memandang bangku kuliah sebagai sesuatu yang jauh dari jangkauan.
Kini, di tengah lalu lintas Jalan Lintas Sumatera yang sibuk, sebuah pintu baru terbuka di Labuhanbatu Utara. Bukan sekadar gedung layanan pendidikan, melainkan ruang harapan bagi mereka yang ingin mengubah masa depan tanpa harus meninggalkan tempat mereka berasal.



