Majene – Universitas Terbuka (UT) Majene baru-baru ini menyelenggarakan Workshop Tugas (WT) dan Klinik Ujian (KU) daring yang diikuti oleh 150 mahasiswa. Kegiatan ini, yang berlangsung pada Jumat, 17 Oktober 2025, dari pukul 08.00 hingga 11.45 WITA, bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar dapat mengatasi tantangan akademik di semester ganjil 2025/2026. Acara yang merupakan bagian dari Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh di UT. Direktur UT Majene, Devi Ayuni, SE., M.Si., menekankan pentingnya kualitas bahan ajar, layanan bantuan belajar, dan evaluasi hasil pembelajaran.
“Hal mendasar yang perlu mendapat perhatian adalah bahan ajar yang berkualitas, layanan bantuan belajar, dan evaluasi hasil belajar yang terintegrasi,” ujar Devi Ayuni dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan ini sangat esensial dalam upaya mewujudkan kewibawaan akademik di UT dan memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan penuh dalam proses belajar mereka. LPKBJJ sendiri mencakup berbagai program, mulai dari Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) hingga Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ). Dalam konteks ini, Workshop Tugas dan Klinik Ujian memiliki peran yang sangat penting. Devi Ayuni menjelaskan, tujuan utama dari Workshop Tugas adalah melatih mahasiswa agar dapat menyelesaikan tugas akademik, mulai dari tugas tutorial hingga pembuatan Tugas Akhir Program Semester (TAPS) atau laporan praktikum, dengan bimbingan yang tepat. Sementara itu, Klinik Ujian dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai jenis-jenis ujian yang akan dihadapi mahasiswa, termasuk Ujian Tatap Muka (UTM), Take Home Exam (THE), hingga Ujian Online (UO).
“Kompetensi yang diharapkan dari Klinik Ujian adalah untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai jenis soal ujian,” tambah Devi.
Acara ini dibagi menjadi dua sesi yang padat dengan materi. Sesi pertama difokuskan pada Workshop Tugas, yang dipandu oleh Marwa, S.S., dan mencakup berbagai topik penting, pengantar umum bentuk tugas pembelajaran disampaikan oleh Fitriadi Nurdin, S.Kom., M.M.Si., dan materi pemahaman tentang etika akademik dan plagiarisme disampaikan oleh Fajar Rakasiwi Syamsuddin, SE., MM. Selain itu, sesi ini juga menyajikan materi mengenai bagaimana mengoptimalkan kontribusi dalam tutorial yang disampaikan oleh Dr. Syahrinullah, SE., MM., serta praktik/praktikum yang dipandu oleh Bulkis, S.TP., M.Si.
Sesi kedua berfokus pada Klinik Ujian yang dipandu oleh Ananda Risky Khalik, S.Si., dengan berbagai narasumber ahli. Saddam Husain Thamrin, S.Sos., M.A.P., memberikan pemaparan tentang berbagai bentuk ujian di UT, sedangkan Fajar Rakasiwi Syamsuddin, SE., MM., membahas strategi menghadapi ujian. Fitriadi Nurdin, S.Kom., M.M.Si., menjelaskan tentang ujian online untuk matakuliah dan TAPS, sementara Alif Adillah Nugara AR, S.Kom., membahas peraturan ujian di UT. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana UT Majene berkomitmen memberikan akses pendidikan berkualitas untuk mahasiswa, khususnya mereka yang belajar secara daring.
Dengan program LPKBJJ yang komprehensif, UT Majene tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga memberikan perhatian penuh terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik. Kegiatan ini sejalan dengan upaya Universitas Terbuka untuk mewujudkan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yang berfokus pada pendidikan berkualitas. Dengan menyediakan berbagai layanan dukungan akademik, UT Majene memastikan bahwa pendidikan tidak terbatas oleh jarak dan waktu, serta dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai lapisan masyarakat. Dengan terus memberikan pelatihan dan bimbingan, UT Majene membantu mahasiswa untuk tidak hanya meraih gelar, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses dalam dunia kerja dan kehidupan. Melalui pendekatan ini, UT Majene berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, menjadikannya lebih inklusif dan lebih mudah diakses oleh semua orang.



