Sebagai pelopor pendidikan digital di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan pembelajaran jarak jauh yang berkualitas bagi seluruh kalangan masyarakat. Dengan lebih dari 670 ribu mahasiswa aktif, UT menjadi acuan bagi berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam pelaksanaan pembelajaran secara digital. Hal ini terbukti dengan kunjungan Universitas Negeri Malang (UM) pada Rabu, 18 Desember 2024, untuk melakukan benchmarking terkait sistem pembelajaran dan operasional UT.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke unit-unit operasional utama UT, yakni Pusat Produksi Bahan Ajar dan Multimedia (P2BAM) dan Pusat Pengelolaan Bahan Ajar (PUSLABA). Di P2BAM, rombongan UMM diperkenalkan proses produksi bahan ajar UT yang tersedia dalam format fisik maupun digital. Media pembelajaran inovatif seperti UT Radio dan kanal YouTube UTTV juga ditampilkan sebagai sarana pembelajaran modern. Sementara itu, di PUSLABA, tim UT memaparkan proses pengelolaan, pengemasan, dan distribusi bahan ajar cetak mahasiswa di seluruh Indonesia.


Setelah sesi kunjungan, kegiatan dilanjutkan dengan acara inti benchmarking di Ruang Mahoni Wisma 3. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Bapak Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., menyampaikan keterbukaan UT sebagai pionir pendidikan jarak jauh (PJJ) di Indonesia, untuk berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi lain terkait mekanisme pelaksanaan PJJ. Beliau menegaskan, bahwa walaupun UT memiliki karakteristik unik dibandingkan perguruan tinggi lain, tujuan UT tetap sama, yaitu memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas kepada masyarakat luas.
Dari pihak UM, Direktur Pendidikan, Prof. Dr. Suyono, M.Pd.. menyampaikan apresiasi atas kontribusi UT dalam menginspirasi berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mengadopsi praktik pembelajaran jarak jauh. Beliau mengungkapkan antusiasme UM untuk belajar dari UT sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN) yang sepenuhnya mengimplementasikan sistem PJJ.

Acara diikuti oleh sesi pertukaran cendera mata dan foto bersama antara kedua belah pihak sebagai simbol apresiasi penghargaan dan penguatan hubungan kerja sama antara UT dan UM. Diskusi studi banding pun menjadi bagian penting dari rangkaian acara ini. Dalam diskusi tersebut, Rahmat Budiman, Ph.D. menyampaikan bahwa penghapusan batasan dalam pendidikan jarak jauh, termasuk batasan usia, batas jarak geografis, periode registrasi, seleksi, serta tahun kelulusan.
Diskusi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai sistem pembelajaran jarak jauh UT disampaikan oleh Wahyu Inayanto, S.Kom., Manajer Pengelolaan Sistem dan Data Layanan Bantuan Belajar, mulai dari kurikulum, tutorial, hingga ujian, mencakup program diploma, sarjana, dan pascasarjana. Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama, Ali Tarigan, S.E. memaparkan strategi promosi dan pemasaran yang inovatif untuk menjangkau dan meningkatkan peserta PJJ. Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan dari pihak UM mengenai sistem operasional UT dari berbagai bidang.
Sebagai pelopor PJJ di Indonesia, UT terus berkomitmen untuk berkolaborasi dan berbagi keunggulannya dalam pendidikan jarak jauh yang berbasis sistem e-learning. Sebagai wujud penyediaan pendidikan tinggi berkualitas tanpa batas. Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat bagi kedua institusi tetapi juga mendorong kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas di era digital.



