620 Lulusan UT Makassar Buktiin Kalau Semangat Nggak Kenal Jarak

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn, mengapresiasi kiprah Universitas Terbuka (UT) yang dinilainya luar biasa dalam mengembangkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Menurutnya, langkah UT sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yakni memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas untuk semua. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Karta dalam pidato ilmiah acara Wisuda Daerah UT Makassar, hari kedua, Senin (13/10/2025), di Convention Hall UT Makassar.

Acara wisuda periode II tahun 2025 ini dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Dr. Maerani Harsasi, SE, M.Si, serta sejumlah pejabat pemerintah, mitra UT, civitas akademika, dan para orang tua wisudawan.

Dalam pidatonya, Prof. Karta menilai bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Abdul Rahman Rahim, UT Makassar berhasil memperluas gaung pendidikan jarak jauh di wilayah Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa model pembelajaran daring yang diterapkan UT membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan kesadaran diri tinggi dari para mahasiswa. “Siapa pun yang berusaha memperbaiki kualifikasi diri, sejatinya tengah berkontribusi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia bangsa,” ujarnya.

Rektor UNM tersebut juga memberikan apresiasi kepada 620 wisudawan UT Makassar yang dianggap berhasil menaklukkan berbagai tantangan untuk meraih keberhasilan akademik. “Dengan latar belakang yang beragam, para wisudawan mampu menunjukkan kapasitas dan semangat untuk terus mengabdi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Karta menekankan bahwa tradisi belajar mandiri merupakan modal utama bagi mahasiswa UT dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial. Ia menambahkan, “Dalam sistem pembelajaran daring, tidak ada paksaan. Justru kesadaran untuk terus memperbaiki diri adalah kunci utama keberhasilan.”

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu yang diperoleh agar tidak berhenti di ruang kelas. “Ilmu jangan hanya disimpan di buku, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Prof. Karta juga mendorong UT untuk memperkuat kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna memperluas akses internet di berbagai daerah. “Sebagai pelopor pendidikan daring, UT perlu didukung oleh infrastruktur digital yang merata. UNM siap bersinergi untuk memperkuat fasilitas pendidikan di daerah,” ujarnya.

Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Karta menyampaikan rasa bangganya terhadap UT yang terus berperan aktif dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas. “Kehadiran UT di Sulawesi Selatan adalah bukti nyata bahwa pendidikan terbuka mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah wujud nyata komitmen terhadap SDGs — pendidikan yang berkualitas, adil, dan inklusif bagi semua,” pungkasnya.