Tidak Mau Adik Tingkat Putus Kuliah karena Biaya, Alumni UT Kupang Patungan Beri Beasiswa 

Tangerang Selatan, 13 Juli 2026 – Sebuah mimpi besar untuk meraih gelar sarjana tiba-tiba harus layu di tengah jalan, bukan karena hilangnya semangat belajar, melainkan akibat hantaman badai ekonomi. Kenyataan pahit inilah yang kerap membayangi mahasiswa di berbagai pelosok daerah saat berjuang menuntaskan pendidikan tinggi mereka. 

Namun, sekat finansial itu seketika runtuh ketika barisan alumni memutuskan untuk turun tangan langsung mengawal masa depan adik-adik tingkatnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat kepedulian yang konkret, Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Kupang resmi meluncurkan sebuah program beasiswa khusus untuk menjaga agar nyala asa kuliah para mahasiswa aktif Universitas Terbuka Kupang tidak padam di tengah jalan. 

Pergerakan emosional dari ikatan alumni ini bukan sekadar bantuan dana musiman, melainkan sebuah manifestasi dari nilai global Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Sistem pendidikan jarak jauh UT yang inklusif dan fleksibel kian disempurnakan dengan jaring pengaman ekonomi dari para alumninya sendiri. Pada tahun ini saja, IKA UT Kupang telah mengalokasikan total dana bantuan pendidikan sebesar Rp30.000.000 yang ditargetkan untuk menyokong 20 mahasiswa terpilih selama satu tahun penuh. 

Agar penyaluran  bantuan pendidikan ini berjalan efektif dan tepat sasaran, skema pembagian dirancang secara berkala dalam dua tahapan. Di mana pada setiap fasenya, terdapat 10 mahasiswa penerima manfaat yang masing-masing berhak mengantongi dana bantuan pendidikan sebesar Rp1.500.000 untuk meringankan biaya akademik harian mereka. 

Di balik alokasi dana tersebut, ada rasa tanggung jawab moral mendalam yang disuarakan oleh Ketua IKA UT Kupang, Belandina Florensa Edon, S.AP. Menurutnya, ruang berkembang dan kesuksesan yang dinikmati para alumni hari ini tidak terlepas dari kesempatan emas yang pernah diberikan oleh Universitas Terbuka, sehingga sudah sewajarnya kontribusi nyata ini dikembalikan kepada almamater. 

“Program beasiswa ini merupakan wujud kepedulian alumni kepada mahasiswa Universitas Terbuka Kupang. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban biaya pendidikan, meningkatkan motivasi belajar, dan mendorong para penerima untuk terus berprestasi,” tutur Belandina, seraya berharap gerakan ini dapat terus bergulir massal dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di masa depan. 

Gayung bersambut, aksi nyata dari ikatan alumni ini mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari pihak rektorat daerah. Direktur Universitas Terbuka Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi harmonis antara perguruan tinggi dan alumni merupakan pilar fundamental dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan. 

Sinergi positif inilah yang menjadi fondasi utama bagi UT untuk terus mendobrak batas geografis maupun sosial, terutama dalam menghadirkan sistem perkuliahan yang fleksibel dan terjangkau di bumi NTT. Albert meyakini bahwa kehadiran UT bukan hanya soal menyediakan akses kelas daring, melainkan membangun budaya saling mendukung di antara seluruh sivitas akademika. 

Melalui sokongan berkelanjutan dari gerakan alumni yang solid ini, para mahasiswa penerima beasiswa diharapkan mampu menepis kekhawatiran finansial mereka dan fokus menyelesaikan studi tepat waktu. Pada akhirnya, ketika akses keilmuan bermutu dapat dinikmati secara merata tanpa batas oleh semua kalangan, maka pencetakan generasi unggul yang berintegritas dan siap bersaing di tingkat global bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang berjalan di Nusa Tenggara Timur. Di saat yang sama, inisiatif ini memperlihatkan bahwa kepedulian alumni dapat menjadi kekuatan penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.