Dari Desa di NTT, Kini Bisa Kuliah: UT Kupang Buka Akses Pendidikan Murah dan Fleksibel

Di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, ada banyak anak muda yang bermimpi melanjutkan pendidikan tinggi, tapi harus menunda karena jarak yang jauh, biaya yang tinggi, atau pekerjaan yang menunggu di rumah. Kini, mimpi itu bisa diwujudkan berkat kehadiran Universitas Terbuka (UT) Kupang. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT membuka kesempatan belajar tanpa batas, di mana mahasiswa bisa kuliah sambil tetap berada di kampung halaman.

Direktur UT Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa universitas ini hadir untuk menjangkau seluruh pelosok NTT. “Anak-anak kita yang sudah tamat SMA yang masih melanjutkan kuliah itu di bawah 20 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026). Data itu menunjukkan rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di wilayah ini, sehingga UT hadir sebagai solusi nyata agar lebih banyak generasi muda bisa melanjutkan studi.

UT Kupang tidak hanya soal akses, tetapi juga soal fleksibilitas. Mahasiswa bisa belajar kapan saja, di mana saja, tanpa harus meninggalkan keluarga, pekerjaan, atau kampung halaman. “Jadi, di mana saja anak-anak bisa belajar. Ini adalah salah satu program Universitas Terbuka Kupang untuk menjangkau yang tidak terjangkau, khususnya di pelosok,” tambah Albert. Sistem ini membuat pendidikan tinggi lebih inklusif dan mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan merata.

Selain fleksibel, biaya kuliah di UT Kupang juga sangat terjangkau. Dengan biaya di bawah Rp 1 juta per tahun, anak-anak bisa menabung sekitar Rp 7.000 per hari untuk pendidikan tinggi. “Kuliah yang murah ada di Universitas Terbuka dan tidak meninggalkan kampung halaman maupun pekerjaan, dan bisa membantu orang tua dengan biaya yang murah,” jelas Albert. Dengan demikian, UT Kupang benar-benar menurunkan hambatan ekonomi bagi generasi muda.

Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi berbadan hukum, setara dengan universitas papan atas seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Terakreditasi A, dengan program studi unggul dan kurikulum fleksibel, UT memungkinkan mahasiswa menyesuaikan studi dengan kehidupan sehari-hari. Keunggulan ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tapi juga mendorong pertumbuhan sumber daya manusia yang inklusif dan berkualitas, mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2026, UT Kupang mencatat peningkatan jumlah mahasiswa. Kisah mereka berbeda-beda, tapi tujuan sama: menuntut ilmu tanpa batas, dari desa hingga kota, dari pekerjaan ke kelas virtual, dari mimpi menjadi kenyataan. Dengan kehadirannya, UT Kupang membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak harus mahal, tidak harus jauh, dan tidak harus mengorbankan keluarga.

Di akhir hari, bagi generasi muda NTT, UT Kupang bukan sekadar universitas—melainkan jembatan untuk menggapai mimpi. Dengan pendidikan yang bisa diakses siapa saja, di mana saja, dan dengan biaya terjangkau, UT Kupang mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus menegaskan peran pentingnya dalam mencetak generasi yang siap bersaing dan berkontribusi bagi masyarakat.