UT Hadir di Kayong Utara, Buka Peluang Pendidikan Tinggi Tanpa Batas

Sukadana, Kayong Utara — Warga Kabupaten Kayong Utara kini memiliki peluang baru untuk menembus batasan geografis dalam mengakses pendidikan tinggi. Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Pelite Kayong Utara Mandiri resmi beroperasi di Kecamatan Sukadana, membuka pintu bagi masyarakat setempat untuk belajar tanpa harus meninggalkan daerah. Kehadiran SALUT menjadi jawaban bagi generasi muda dan pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi, tetapi terbentur jarak dan biaya.

Peresmian SALUT dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Universitas Terbuka Pontianak, Romi Siswanto, dengan Kepala SALUT Pelite Kayong Utara Mandiri, Siti Fatimah. Acara berlangsung di kantor SALUT di Jalan Bhayangkara, Sukadana. Dengan adanya SALUT, warga dapat mengakses berbagai layanan UT mulai dari akademik, administrasi, hingga pendampingan kuliah jarak jauh, tanpa harus meninggalkan rumah atau wilayah mereka.

Romi Siswanto menekankan pentingnya SALUT sebagai fasilitas strategis UT untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi. “Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri berakreditasi A dan PTN-BH, sejajar dengan universitas besar lainnya di Indonesia. Dengan layanan SALUT, masyarakat daerah bisa menempuh pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau,” jelas Romi. Ia menambahkan bahwa biaya pendampingan melalui SALUT jauh lebih hemat dibanding kuliah di kota yang harus menanggung biaya kos dan hidup.

Menurut Siti Fatimah, Kepala SALUT Pelite Kayong Utara Mandiri, lokasi geografis Kabupaten Kayong Utara kerap menjadi penghalang bagi anak muda untuk melanjutkan studi. SALUT hadir sebagai solusi praktis melalui pembelajaran jarak jauh yang fleksibel. “SALUT membuka kesempatan bagi siapa pun, termasuk mereka yang mobilitasnya terbatas, untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkap Siti.

Selain memudahkan akses, UT juga memungkinkan pelajar dan pekerja untuk meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga. Hal ini sejalan dengan target SDGs nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan inklusif. Kehadiran SALUT tidak hanya memperluas akses belajar, tetapi juga berkontribusi pada pemerataan pendidikan di daerah tertinggal dan terpencil, membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara akademik maupun profesional.

Universitas Terbuka membuka pendaftaran melalui dua jalur: Jalur SMA/sederajat hingga 26 Januari 2026, dan Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) hingga 15 Desember 2025. Dengan SALUT, UT menegaskan komitmennya memberikan pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan terbuka bagi siapa saja, di mana saja. Kehadiran layanan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak lagi dibatasi jarak, biaya, maupun latar belakang, sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk menggapai masa depan lebih cerah.