Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terdepan dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang terbuka dan setara bagi semua. Komitmen ini terlihat dari penyelenggaraan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester Ganjil 2025/2026 yang diikuti sebanyak 2.974 mahasiswa baru, Sabtu (20/9/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dan serentak digelar di 14 lokasi berbeda. Untuk wilayah Kota Makassar, tercatat 643 mahasiswa dari empat fakultas ikut serta, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, hingga Fakultas Sains dan Teknologi.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Syarifuddin, yang hadir mewakili Wali Kota, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai hadirnya ribuan mahasiswa UT, mayoritas dari kalangan generasi muda, menjadi energi baru bagi dunia pendidikan di Makassar. “Saudara-saudara telah memilih perguruan tinggi negeri yang tepat. Keunggulan UT adalah sistem pendidikan yang tidak mengenal batas ruang dan waktu,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pembelajaran jarak jauh UT sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, terutama mereka yang bekerja sebagai aparatur sipil negara maupun profesional di bidang lain. Dengan fleksibilitas yang ditawarkan, mahasiswa tetap bisa menempuh pendidikan tanpa meninggalkan tanggung jawab utama. Ia juga menyoroti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memudahkan guru dan aparatur menyesuaikan pengalaman kerja dengan kurikulum akademik.
Sementara itu, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE., MSi., yang hadir secara daring, menegaskan bahwa kuliah di UT merupakan langkah awal yang tepat dalam membangun masa depan. “Masuk kuliah di UT adalah pilihan yang tepat. Saudara patut bangga menjadi bagian dari keluarga besar UT. Jadilah pembelajar aktif dan calon pemimpin masa depan,” ujarnya.
Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, turut memberikan sambutan hangat. Ia menyebut bahwa lebih dari 11.500 mahasiswa aktif kini terdaftar di UT Makassar, bagian dari sekitar 760 ribu mahasiswa UT di seluruh Indonesia dan luar negeri. Menurutnya, belajar di UT adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kemandirian dan disiplin waktu, tetapi mahasiswa tidak pernah berjalan sendiri. “UT selalu mendampingi melalui layanan akademik, termasuk Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) yang siap membantu kapan saja,” jelasnya.
OSMB sendiri dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan tentang sistem belajar jarak jauh, layanan akademik, hingga motivasi agar mahasiswa mampu beradaptasi. Setelah pembukaan, peserta mendapat materi dari sejumlah dosen UT, mulai dari Bela Negara, UU Pendidikan Tinggi, hingga pemahaman teknis sistem pembelajaran digital.
Langkah UT Makassar ini tidak hanya menjawab kebutuhan pendidikan di tingkat lokal, tetapi juga sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui penyediaan akses pendidikan terbuka dan fleksibel, UT turut mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif, serta berkontribusi pada SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan dengan memberi kesempatan belajar yang lebih luas bagi berbagai kalangan masyarakat.
Dengan jumlah mahasiswa baru yang terus meningkat, Universitas Terbuka kembali menegaskan posisinya sebagai kampus masa depan: modern, adaptif, dan selalu di garda depan dalam membuka jalan pendidikan tanpa batas ruang dan waktu.



