Tangerang Selatan, 12 September 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (UT) dengan bangga mengumumkan telah diselenggarakannya Ujian Sidang Tertutup Tugas Akhir Program Doktor (TAPD) yang berhasil meluluskan seorang doktor baru. Herman Darwis, S.E., M.M., mahasiswa asal UT Daerah Ternate, resmi dinyatakan LULUS dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah melalui proses ujian yang ketat.
Sidang tertutup yang berlangsung selama dua jam dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini berjalan dengan lancar dan dinamis, dihadiri oleh seluruh anggota komisi penguji yang merupakan pakar di bidangnya. Acara yang diselenggarakan di Ruang Sidang 2, Gedung Sekolah Pascasarjana UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ini menandai pencapaian penting dalam dunia akademik dan perluasan akses pendidikan tinggi berkualitas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
TAPD yang berjudul ”Komite Remunerasi dan Biaya Modal Ekuitas (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2013-2023)” berhasil mempertahankan orisinalitas dan kontribusi ilmiahnya di hadapan dewan penguji. Penelitian selama bertahun-tahun ini memberikan perspektif baru mengenai praktik tata kelola perusahaan dan implikasinya terhadap biaya modal ekuitas di Indonesia.
Sidang tertutup yang berlangsung selama dua jam ini dipimpin oleh Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. selaku Ketua Komisi. Ia menekankan bahwa ujian tertutup merupakan forum ilmiah untuk menguji kebaruan, kedalaman, dan kontribusi penelitian mahasiswa sebelum dinyatakan layak menyandang gelar Doktor. “Sidang hari ini berlangsung dengan baik dan produktif. Kualitas penelitian dan pemaparan saudara Herman Darwis menunjukkan standar akademik yang tinggi serta kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu manajemen,” tegas Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si.
Tim komisi penguji yang terdiri dari para pakar ternama memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian akademik ini. Susunan lengkap tim penguji adalah: Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. (Ketua Komisi), Dr. Eka Pariyanti, S.E., M.M. (Sekretaris), Prof. Dr. Syamsu Alam, S.E., M.Si. (Penguji Eksternal), Dr. Shine Pintor Siolemba Patiro, S.T., M.M. (Penguji Internal), Prof. Tatang Ary Gumati, Drs., M.Buss.Acc, Ph.D. (Ketua Promotor), Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si. (Kopromotor I) dan Dr. Maria Rio Rita, S.E., M.Si. (Kopromotor II)
Prof. Tatang Ary Gumati, sebagai Ketua Promotor, menambahkan, “Proses bimbingan yang berjalan selama ini menunjukkan dedikasi dan konsistensi yang luar biasa dari Herman Darwis. Penelitiannya tidak hanya memenuhi nilai akademik tetapi juga memiliki relevansi praktis yang kuat bagi dunia usaha di Indonesia.”
Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Terbuka dalam menjalankan misi mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa batas geografis. Herman Darwis, yang berasal dari Ternate, Maluku Utara, menjadi inspirasi bagi banyak calon doktor dari berbagai daerah untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui penelitian ilmiah. Proses penelitian yang dilakukan Bp. Herman Darwis sangat komprehensif, menganalisis data selama sepuluh tahun dengan metodologi yang rigor. Ini menjadi contoh baik bagi mahasiswa doktor lainnya.”
Dengan bertambahnya jumlah lulusan doktor Ilmu Manajemen, Universitas Terbuka semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten menghasilkan pemikir-pemikir handal di bidang manajemen yang siap berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Seluruh civitas academica Universitas Terbuka mengucapkan selamat kepada Dr. Herman Darwis, S.E., M.M. atas prestasi gemilang ini dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk memajukan dunia pendidikan dan dunia usaha di Indonesia, khususnya di daerah asalnya, Ternate.
Sejalan dengan komitmen UT terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), penelitian ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas akademik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui kontribusi pada tata kelola perusahaan yang sehat, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dengan mendorong praktik tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini menegaskan posisi UT sebagai Kampus Berdampak yang menghadirkan kontribusi akademik relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan Indonesia.



