UT Gandeng Mitra Tiongkok, Siapkan Talenta Kendaraan Listrik dan Otomasi Industri Masa Depan

Tangeran Selatan, 17 Juni 2026 – Industri kendaraan ramah lingkungan asal Tiongkok kini tengah memimpin peta jalan inovasi global, salah satunya lewat kepiawaian manufaktur canggih yang diusung oleh Zhejiang Chichi Motor Co., Ltd.. Di sisi lain, ekosistem edukasi teknologi mereka juga disokong kuat oleh institusi vokasi papan atas seperti Huanggang Vocational College of Science and Technology (HGST). Melihat lompatan besar dari Negeri Tirai Bambu tersebut, Universitas Terbuka (UT) bergerak taktis mengulurkan tangan untuk menjalin kerja sama strategis lintas negara. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen UT dalam meruntuhkan batasan geografis guna menyediakan akses pendidikan tinggi vokasi berkualitas dunia bagi masyarakat Indonesia.

Sinergi global tersebut resmi dikukuhkan melalui upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA). Prosesi penting yang berlangsung di gedung UT ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh jajaran Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) serta emiten otomotif lokal, PT Mobil Anak Bangsa (PT MAB). Kolaborasi kakap ini sekaligus mencetak tonggak sejarah baru bagi Sekolah Vokasi UT yang saat ini baru menginjak tahun pertamanya. Lewat payung kemitraan ini, UT berkomitmen membuka keran keilmuan tanpa batas, utamanya bagi lulusan baru sekolah menengah kejuruan (SMK) di tanah air, agar mampu menguasai ekosistem teknologi masa depan secara inklusif.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktianto, M.Si., menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi vokasi tidak bisa lagi berdiri sendiri di dalam menara gading akademik, melainkan harus bertumpu pada kemitraan nyata yang berdampak langsung di dunia industri. Program ini dirancang presisi untuk membangun modal manusia (human capital) yang siap menyokong sektor electric vehicle (EV) dan otomasi industri global.

“Kekuatan dari pembelajaran terbuka dan jarak jauh adalah kami dapat belajar sekaligus mempraktikkannya pada waktu yang bersamaan. Jadi, kolaborasi ini mungkin berupa setengah program di Indonesia, setengah periode di universitas Anda dan di industri Anda, baik di Indonesia maupun di Tiongkok,” papar Prof. Ali Muktianto.

Sinergi ini secara natural berkelindan dengan pemenuhan agenda pembangunan berkelanjutan global (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam memperluas akses pendidikan vokasi yang inklusif dan merata , serta SDGs Nomor 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) lewat penyiapan talenta andal pendukung transportasi rendah emisi demi masa depan bumi yang lebih hijau.

Gayung bersambut, Wakil Sekretaris Komite Tetap Komite Partai HGST Tiongkok, Mr. Chan Yuren, menyatakan kesiapan penuhnya untuk menganyam kurikulum bersama dan membangun Fakultas Industri Kendaraan Energi Baru bersama UT. HGST sendiri memboyong modal pengalaman mumpuni dalam menerapkan pengajaran praktis lingkaran tertutup yang mengintegrasikan industri dan pendidikan, dengan kualifikasi lintas negara yang didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan RRT.

Kerja sama masif ini nantinya akan mencakup penyusunan kurikulum bersama, kunjungan timbal balik dosen, pengakuan kredit (credit transfer), hingga membuka jalur magang internasional di pabrik-pabrik Tiongkok maupun perusahaan lokal di Indonesia.

Dukungan serupa ditiupkan oleh industri dalam negeri. Pak Kelik selaku Chief Executive Officer PT Mobil Anak Bangsa (PT MAB) menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, lonjakan permintaan pasar terhadap kendaraan listrik di Indonesia wajib diimbangi dengan pasokan sumber daya manusia berkualitas yang menguasai aspek teknikal secara matang. Melalui langkah ini, UT kian memantapkan posisinya sebagai pionir kampus inklusif yang memastikan bahwa siapa pun, dari mana pun, berhak menjadi inovator berdaya saing global.