JAKARTA – Di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kian kompleks, peran perguruan tinggi tidak lagi berhenti pada penyediaan akses pendidikan. Lebih dari itu, perguruan tinggi dituntut mampu membangun jejaring strategis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks tersebut, Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan kiprahnya melalui penguatan kolaborasi dengan sektor perbankan, kali ini bersama PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada Kamis (2/4/2026) di Menara 1 BTN, Jakarta Pusat. Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi lintas sektor, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta optimalisasi layanan jasa perbankan.

Lebih jauh, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kompetensi dan kualifikasi sumber daya manusia. Hal tersebut dilakukan melalui perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan mandat UT dalam membuka kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama yang berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan dan/atau beasiswa ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., bersama SEVP Chief of Commercial Banking BSN, Maqin U. Norhadi.
Dalam implementasinya, ruang lingkup kerja sama dalam MoU mencakup penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta sinergi dalam pemanfaatan layanan jasa perbankan. Pada saat yang sama, melalui Perjanjian Kerja Sama, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan dukungan pembiayaan pendidikan, baik dalam bentuk bantuan biaya pendidikan maupun beasiswa.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis UT dalam memperluas jejaring sekaligus memperkuat tata kelola institusi.
“Kami sangat bergembira karena silaturahim kami semakin luas, terutama dengan mitra perbankan. Kami juga berharap BSN dapat menjadi manajer pengelola keuangan yang kredibel dan berintegritas bagi UT,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesamaan nilai menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada kepentingan institusi, tetapi juga kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Kami yakin memiliki nilai yang sama, yaitu ingin berkontribusi untuk negara, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Kerja sama ini menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan perbankan yang berjalan beriringan untuk kemajuan bangsa,” lanjutnya.
Pandangan tersebut selaras dengan komitmen yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor. Ia melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas kontribusi sektor perbankan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi dengan UT ini dapat mendorong program pendidikan dan pengembangan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Lebih dari itu, ia menegaskan kesiapan BSN dalam mendukung berbagai aspek pengembangan UT melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami akan mendukung dari sisi pengelolaan keuangan, pengembangan UT, serta berbagai bentuk kolaborasi lain yang dapat dijalankan bersama,” tambahnya.
Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya mencerminkan penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga menunjukkan bagaimana sinergi lintas sektor dapat menjadi instrumen penting dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia. Melalui dukungan pembiayaan pendidikan dan penguatan tata kelola, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dalam perspektif yang lebih luas, langkah ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Hal ini semakin menegaskan bahwa kolaborasi yang terarah dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional.
Pada akhirnya, penandatanganan ini tidak sekadar menjadi formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UT dalam memperluas akses, memperkuat kualitas, dan memastikan pendidikan tinggi dapat menjangkau lebih banyak pihak. Dalam semangat “Buka Batas, Buka Masa Depan”, langkah ini sekaligus menegaskan posisi UT sebagai perguruan tinggi yang adaptif, terbuka, dan terus relevan dengan kebutuhan zaman.



