Jakarta, 4 Agustus 2025 — Suasana intelektual yang penuh semangat mewarnai ajang Kompetisi Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring oleh Program Pascasarjana Universitas Terbuka (UT) pada tanggal 1 hingga 4 Agustus 2025. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni Nasional Universitas Terbuka (DISPORSENINAS) 2025, dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-41 Universitas Terbuka.
Diselenggarakan menggunakan format British Parliamentary (BP), lomba debat ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari seluruh UT Daerah. Dengan pelaksanaan secara daring melalui platform Zoom, kompetisi ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas, akses tanpa batas, dan pemerataan kesempatan belajar yang menjadi identitas kuat Universitas Terbuka sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia.


Selama empat hari penuh, para peserta mengikuti babak penyisihan yang menantang kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumen logis, serta merespons dinamika debat secara cepat dan strategis. Delapan tim terbaik lolos ke semifinal dan berlanjut ke babak final yang mempertemukan peserta dari UT dan sejumlah universitas ternama di Indonesia.
Topik debat yang diangkat dalam kompetisi ini mencerminkan kepekaan terhadap isu-isu aktual seperti politik, pendidikan, kesehatan mental, kesetaraan gender, hingga dunia olahraga. Para peserta ditantang untuk membangun argumen sebagai pihak pemerintah maupun oposisi, memperkaya sudut pandang dan membentuk pola pikir multidimensional.
“Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu argumen, tetapi ruang pembelajaran untuk mengasah retorika, berpikir logis, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Ini adalah perayaan akal sehat, semangat akademik, dan budaya dialog,” ujar salah satu juri utama pada sesi penutupan. “Kami mengapresiasi dedikasi semua peserta yang telah menjadikan acara ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga perayaan akal sehat dan semangat akademik,” ujarnya.
Babak final mempertemukan empat tim terbaik dari seluruh Universitas Terbuka dan universitas-universitas ternama di Indonesia dalam adu argumen yang mendebarkan. Para finalis tampil dengan penyampaian yang kuat, logika yang matang, dan strategi debat yang terukur, menunjukkan kualitas debat tingkat nasional yang patut dibanggakan.
Ajang ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dengan mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam budaya debat yang sehat, partisipatif, dan bernalar kritis demi membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berdaya pikir.

Melalui penyelenggaraan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya dalam membentuk lulusan yang adaptif, reflektif, dan berdaya saing global. Mahasiswa UT tidak hanya unggul secara akademik melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, tetapi juga aktif dalam kompetisi nasional yang membentuk karakter kepemimpinan dan nalar strategis.
Para finalis dan peserta membawa pulang lebih dari sekadar penghargaan. Mereka memperoleh pengalaman intelektual yang memperkaya, jejaring baru lintas kampus, serta semangat untuk terus memajukan budaya diskusi yang kritis dan konstruktif—semangat yang sejalan dengan visi UT sebagai Kampus Berdampak untuk masa depan Indonesia yang lebih cerdas dan demokratis.

