Pondok Cabe, Rabu 26 November 2025 — Universitas Terbuka (UT) menerima kunjungan studi banding dari Politeknik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Gedung Rektorat lantai 3. Kunjungan ini bertujuan mempelajari penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah lama menjadi ciri khas UT sebagai perguruan tinggi terbuka, fleksibel, dan inklusif bagi semua kalangan. Momentum ini sekaligus menjadi ajang bagi UT untuk menunjukkan bagaimana pendidikan dapat diakses tanpa batas usia, lokasi, maupun latar belakang sosial.

Dalam penyambutan tersebut, Staf Ahli Bidang Pengembangan UT Menuju World Class University, Vivi, menggambarkan karakter mahasiswa UT secara singkat namun sarat makna. “Kalau ditanya mahasiswanya ada di mana, jawabannya ya di mana-mana,” ujarnya. Ungkapan tersebut mencerminkan model belajar UT yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan dari rumah, dari kantor layanan UT Daerah, hingga dari luar negeri. Saat ini, terdapat sekitar 7.488 mahasiswa UT yang sedang kuliah sambil bekerja di lebih dari 50 negara, memperlihatkan jangkauan global yang berhasil dibangun UT melalui PJJ.
Fleksibilitas menjadi roh utama sistem pembelajaran UT. Mahasiswa dapat memilih sistem paket semester (SIPAS) atau non-paket sesuai kapasitas waktu yang mereka miliki. Pembelajaran dilakukan secara daring melalui Learning Management System (LMS) maupun secara tatap muka. Bahkan mahasiswa yang bekerja penuh waktu tetap dapat menyesuaikan proses belajar dengan aktivitas sehari-hari, mencerminkan komitmen UT dalam menempatkan mahasiswa sebagai pusat layanan.
Keunikan lainnya, UT tidak menerapkan sistem Drop Out (DO) selama mahasiswa memenuhi persyaratan akademik. Siapa pun, termasuk lulusan SLTA puluhan tahun lalu, tetap berhak melanjutkan pendidikan tinggi. Kebijakan ini sejalan dengan cita-cita pendidikan inklusif dalam SDG 4, sekaligus diperkuat dengan adanya program sertifikasi tambahan yang mempersiapkan lulusan menghadapi pasar kerja global sesuai SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam proses evaluasi akademik, UT menerapkan kombinasi mata kuliah konseptual, praktikum, dan pembelajaran campuran. Ujian diberikan secara daring maupun tatap muka, dengan sistem pengacakan soal untuk menjaga keadilan dan transparansi. Semua mahasiswa mendapatkan hak belajar dan kesempatan meraih gelar tanpa terkendala jarak, tempat kerja, atau situasi pribadi, menjadikan UT sebagai contoh nyata inovasi pendidikan tinggi yang memanfaatkan teknologi secara optimal.

Kunjungan Politeknik BSSN ke UT menunjukkan bahwa model PJJ yang diterapkan UT terus menarik minat institusi lain yang ingin mempelajari praktik terbaik pendidikan jarak jauh. UT bukan hanya tempat belajar, melainkan laboratorium inovasi yang mengedepankan akses, fleksibilitas, dan kualitas sebagai fondasi pendidikan modern.
Dengan terus mengembangkan teknologi dan pendekatan pembelajaran terbuka, UT membuktikan bahwa proses belajar tidak lagi terikat ruang dan waktu. Pendidikan dapat ditempuh kapan pun dan di mana pun, memberi kesempatan bagi setiap individu untuk meningkatkan kompetensi serta meraih gelar yang setara dengan perguruan tinggi konvensional—suatu model pendidikan yang sangat relevan di era digital dan global saat ini.


