Penjaringan Bacarek UT  2025-2030: 9 Nama Calon Bintang Siap Lanjutkan Kepemimpinan 

Universitas Terbuka (UT) tengah memasuki tahapan penting ‘Mencari Bintang” dalam menentukan kepemimpinan baru. Setelah proses penjaringan Bakal Calon Rektor UT diumumkan pada tanggal 26 Mei 2025, selanjutnya, proses penyaringan Bakal Calon Rektor (Bacarek) UT periode 2025-2030 berlangsung, menandai komitmen UT untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi di dunia pendidikan. 

Seleksi Bacarek UT: Paparan Publik  

Rangkaian proses penyaringan Bakal Calon Rektor Universitas Terbuka periode 2025-2030 telah memasuki tahap krusial. Sejak tanggal 11-13 Juni 2025, Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) di Kantor Pusat UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menjadi saksi bisu presentasi dan pemaparan program, visi, serta gagasan dari sembilan Bakal Calon Rektor (Bacarek) UT yang telah lolos tahapan penjaringan dan verifikasi berkas. Tahapan awal penyaringan adalah uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper test yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 Juni 2025 oleh lembaga independen dan dilanjutkan dengan paparan Bakal Calon Rektor Universitas Terbuka periode 2025-2030 kepada publik. Seluruh rangkaian proses paparan kepada publik ini dipimpin oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Universitas Terbuka (UT) 2025-2030, Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls., dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube UT TV dengan memastikan transparansi dan aksesibilitas bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas. 

Profil Sembilan Bacarek UT: Figur Unggul dari Berbagai Bidang Keilmuan 

Sembilan Bakal Calon Rektor UT yang memaparkan programnya di hadapan para panelis adalah (urutan sesuai abjad) Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT); Prof. Dr. Ernik Yuliana, S.Pt. M.T. (Fakultas Sains dan Teknik UT); Prof. Dr. Etty Puji Lestari, S.E., M.Si. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT), Dr. Hendrian, S.E., M.Si. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT), Dr. Iqbal Miftakhul Mujtahid, S.IP., M.Si. (Fakultas Hukum Ilmu Sosial Ilmu Politik UT), Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT), Rini Yayuk Priyati, S.E., M.Ec. Ph.D., Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt. CA, CMA, CFA, PIA, ACPA. 

Komitmen UT Menuju Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan 

Dalam sambutan pembukaan kegiatan paparan Bacarek UT secara resmi, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Ainun Naim, Ph.D., M.B.A. menyampaikan apresiasi terhadap tahapan strategis ini bagi UT dan bangsa Indonesia. 

“Alhamdulillah  pada tanggal 11 sd 13 Juni kita melakukan tahap paparan publik dari beberapa tahap seleksi Rektor UT sebagai proses tahapan penting dan strategis  bagi UT dan masyarakat Indonesia, karena visi UT adalah memberikan pendidikan tinggi berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, “ ujar Prof. Ainun Naim.  

Beliau juga menyoroti peran strategis UT sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, mengingat jumlah mahasiswa aktif UT telah mencapai 700 ribu mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air dan luar negeri. Lebih lanjut, Prof. Ainun menegaskan proses penyaringan Rektor UT 2025-2030 ini telah dirancang agar mempunyai akuntabilitas publik yang tinggi, sekaligus untuk menampung aspirasi dari seluruh masyarakat.  

“Untuk itu kita undang panelis dari berbagai latar belakang, baik dari kalangan DUDI, BUMN, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, tokoh pendidikan, juga ahli pendidikan jarak jauh internasional ,” imbuh Prof. Ainun. 

Arah Pengembangan UT: Visi Strategis Calon Rektor 

Dalam ksesempatan yang sama, Prof. Ainun menyampaikan terima kasih pada Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Universitas Terbuka (UT) 2025-2030 Prof. Dr. Paulina Pannen, MLs  dan tim yang telah menetapkan 8 unsur penting untuk mempertimbangkan kualifikasi dan kompetensi Bacarek UT: 1) visi dan  motivasi menjadi Rektor, 2) pendapat/pandangan tentang peran PJJ untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas pada 2045, 3) Pendapat/pandangan untuk pengembangan SDM UT ke depan, 4) Strategi Perencanaan Pengembangan UT  Sebagai PJJ, 5) Gagasan Penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi di UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh, 6) Gagasan mengenai pengembangan bisnis UT sebagai PTNBH melalui kemitraan untuk mendukung pengembangan sumber daya dalam menyediakan PJJ untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, 7) Kemampuan komunikasi secara efektif, 8) Orientasi dan perhatian pada pengembangan dan kesejahteraan SDM UT. 

Poin-poin ini menjadi panduan bagi para Bacarek UT dalam merumuskan program kerja yang relevan dan inovatif, sejalan dengan tujuan UT untuk terus berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia. Pada akhir sambutan pembukaannya, Prof. Ainun juga menyampaikan harapan agar sembilan calon rektor memberikan presentasi terbaik mereka, sebagai bahan diskusi bagi MWA untuk keputusan selanjutnya. 

Panelis Ahli dan Moderator dalam Proses Paparan Bacarek UT 

Proses paparan Bacarek UT Periode 2025-2030 melibatkan sejumlah panelis ahli yang kredibel, dari dalam maupun luar negeri. Sebanyak 17 anggota Majelis Wali Amanat (MWA) dan civitas akademika Universitas Terbuka turut mereview visi dan gagasan para Bacarek UT baik secara daring maupun luring. Beberapa tokoh penting MWA seperti Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek. Prof. Dr. Togar Simatupang yang mewakili Mendiktisaintek, Jenderal TNI (Purn) Dr. (H.C) H. Moeldoko, S.OP., M.Si., Dr. (H.C) Dahlan Iskan, mengikuti proses secara daring. Sementara itu, Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas, Prof. Tjijik Srie Tjahjandarie, Prof. Ir, Tian Belawati, M.Ed., Ph.D., dan para anggota MWA lainnya hadir secara luring di UTCC, menunjukkan komitmen penuh terhadap proses seleksi ini. 

Panelis yang hadir menjadi reviewer paparan Bacarek UT adalah: 

  • Hari pertama (11 Juni 2025): Prof. Kam Cheong Li (Tokoh PJJ Internasional, dari Hong Kong Metropolitan University), Erry Riyana Hardjapamekas (Tokoh DUDI, dari PT Pasifik Satelit Nusantara/Koalisi Anti Korupsi Indonesia), dan Prof. Dr. KH. Komaruddin Hidayat (Tokoh Masyarakat, Guru Besar Universitas Islam Internasional Indonesia). 
  • Hari kedua (12 Juni 2025): Dr. Melinda dela Pena Bandalaria (Tokoh PJJ Internasional, dari University of the Philippines Open University), Olivia Basrin, S.Sos., MPP (Tokoh DUDI, dari Country Lead at Google Cloud Education), dan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA (Tokoh Masyarakat, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember) 
  • Hari ketiga (13 Juni 2025): Prof. Emeritus Tan Sri Datuk Dr. Anuar Ali (Tokoh PJJ Internasional, President/Vice Chancellor of Open University. Malaysia), Denni Puspa Purbasari, Ph.D. (Tokoh DUDI, Executive Director at PMO Prakerja), Prof. Mohamad Nasir, M.Si., Ph.D. (Tokoh Masyarakat, Guru Besar Universitas Diponegoro). 

Sesi paparan juga didukung oleh moderator berpengalaman. Desi Anwar, jurnalis dan produser berita senior, yang menjadi moderator pada 11 Juni 2025. Sementara pada 12-13 Juni 2025, Tommy Tjokro, pembawa acara berita dan pendiri start-up Buddyku, mengambil peran moderator. Di awal setiap sesi, moderator mengantarkan paparan Bacarek dengan menyampaikan CV masing-masing bakal calon. 

Jadwal dan Urutan Paparan Bakal Calon Rektor UT (11-13 Juni 2025) 

Proses paparan Bacarek UT telah dijadwalkan secara sistematis dari tanggal 11 hingga 13 Juni 2025, memberikan kesempatan yang setara bagi setiap calon untuk mempresentasikan program dan visi mereka secara maksimal. Paparan Bacarek UT tanggal 11 sd 13 Juni 2025 ini dihadiri oleh undangan luring lebih dari 400 orang meliputi Majelis Wali Amanat MWA, Rektor dan Wakil Rektor, SAU, Para Ketua Lembaga, Para Dekan dan Direktur SPs, Para Direktur Direktorat, Para Kepala Pusat, Para Kepala Kantor, Komite Audit (KA) MWA, Para Wakil Dekan/Wakil Direktur SPs, Para Kasubdit, Para Manajer, Para Staf Ahli, Para Ketua Prodi, Para Perwakilan dosen dan civitas akademika UT lainnya. Sedangkan undangan yang hadir secara daring antara lain para pimpinan UT Daerah dan seluruh pegawai UT selain peserta luring.  

Adapun urutan paparan Bakal Calon Rektor UT adalah sebagai berikut. 

Bacarek UT yang menyampaikan paparannya pada tanggal 11 Juni 2025: 

  • Nomor Urut 1 Prof. Dr. Etty Puji Lestari, S.E., M.Si dengan visi “Menjadi universitas terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas, inovatif dan memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat”. 
  • Nomor Urut 2 Prof. Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T dengan visi “Menjadikan UT sebagai pendidikan tinggi terbuka jarak jauh yang yang berkualitas pada tingkat nasional dan internasional”. 
  • Nomor Urut 3 Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. dengan visi “Membawa Universitas Terbuka menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa”. 

Bacarek UT yang menyampaikan paparannya pada 12 Juni 2025) 

  • Nomor Urut 5 Prof. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D. dengan visi “Mewujudkan tata kelola akademik dan administratif yang unggul melalui integrasi sistem digital, internasionalisasi tridharma, dan penguatan kemitraan strategis guna mempercepat transformasi UT sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh Berkualitas Dunia”. 
  • Nomor Urut 6 Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dengan visi “Meneguhkan kewibawaan, menguatkan integritas, dan mengokohkan reputasi akademik UT secara global”. 

Sementara itu, Bacarek UT dengan Nomor Urut 4 Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., CA, CMA, CFA, PIA, ACPA. yang seyogyanya menyampaikan paparan tentang  “Transformasi digital dan penguatan kapasitas kelembagaan menjadi kunci keberhasilan UT dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dan jejaring di era pendidikan digital bertaraf internasional”, telah mengajukan pengunduran diri.  Dengan demikian, Bacarek UT menjadi tinggal 8 orang, dan proses paparan Bacarek tetap dilanjutkan.  

Bacarek UT yang menyampaikan paparannya pada 13 Juni 2025: 

  • Nomor Urut 7 Rini Yayuk Priyati, S.E., M.Ec., Ph.D. dengan visi “Membangun Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang berkualitas dunia”. 
  • Nomor Urut 8 Dr. Hendrian, S.E., M.Si. dengan visi “Menjadikan UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan terdepan yang unggul dalam pelayanan serta inovatif dalam pendanaan, demi pendidikan jarak jauh berkualitas bagi semua”. 
  • Nomor Urut 9 Dr. Iqbal Miftahul Mujatahid, S.IP., M.Si. dengan visi “Menjadi Perguruan Tinggi Jarak Jauh Berkualitas Dunia” 

Profil dan Gagasan dari Para Bacarek UT 2025-2030 

Berikut adalah rangkuman visi dan program dari kedelapan Bakal Calon Rektor berdasarkan urutan paparan mereka dari tanggal 11 hingga 13 Juni 2025: 

Paparan Bacarek UT Hari Pertama (11 Juni 2025) 

Bacarek UT pertama, Prof. Etty Puji Lestari yang menyampaikan paparan berjudul Meningkatkan Daya Saing Universitas Terbuka Melalui Pengembangan Inovasi Teknologi. Beliau menjelaskan, “Di era digital yang terus berkembang, UT perlu melakukan transformasi menyeluruh agar tidak hanya menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh, tetapi juga pusat pendidikan digital nasional yang unggul dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat’.  

Prof. Etty menutup paparan dengan memberikan simpulan, “Transformasi UT secara menyeluruh dilakukan melalui pengembangan program pendidikan berbasis kebutuhan pasar kerja, pemanfaatan teknologi pembelajaran terkini, penguatan kemitraan strategis, serta reposisi citra UT sebagai kampus digital modern, yang merupakan langkah penting yang harus ditempuh”. 

Selanjutnya Bacarek UT kedua, Prof. Ernik Yuliana, menyampaikan paparan berjudul Arah dan Program Kerja Universitas Terbuka 2025-2030 berupa AKSI yang merupakan singkatan Amanah, Kualitas, Sinergi, dan Integritas dari civitas akademika UT yang produktif dan berkualitas. Beliau memaparkan program kerja yang tepat sasaran untuk menjadikan UT sebagai perguruan tinggi terbuka jarak jauh yang berkualitas pada tingkat nasional dan internasional dalam sebuah road map sebagai berikut. 

  • Tahun 2025: UT mendapatkan kepercayaan masyarakat sebagai PTTJJ yang berkualitas  
  • Tahun 2026: Berkontribusi terhadap capaian APK pendidikan tinggi 40% dan mendapatkan ranking 1000 World Class University. 
  • Tahun 2027: UT meningkatkan APK 50% dan menjadi rujukan dalam penelitian PTTJJ  
  • Tahun 2028: UT menjadi rujukan penelitian keilmuan dan PTTJJ  
  • Tahun 2029-2030: UT menjadi PTTJJ berkelas dunia dalam bidang akademik dan kelembagaan  

Prof. Ernik menjelaskan, “Agar Program kerja AKSI (Amanah, Kualitas, Sinergi, Integritas) ini  dapat dilakukan dengan baik, perlu ditunjang adanya synergy dari trust, quality, integrity, communication, and collaboration sebagai upaya menghasilkam produktivitas dan kualitas tinggi dari para sivitas akademika”. 

Adapun Bacarek UT ketiga, Dr. Meirani Harsasi, M.Si. menyampaikan paparan bertema Urgensi dan Strategi Transformasi UT sebagai PTTJJ dalam Berkontribusi Nyata terhadap Kemajuan Bangsa. Beliau menjelaskan, “UT harus melalukan transformasi berdasarkan urgensi adanya ketimpangan akses pendidikan tinggi, tuntutan era revolusi industry 4.0 dan Society 5.0, serta dampak pasca Pandemi Covid-19”.   

Dr. Meirani menegaskan di akhir paparan, “Strategi transformasi yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pengembangan kurikulum dan metodologi pembelajaran, melakukan penguatan infrastruktur teknologi, melakukan peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, melakukan sistem evaluasi dan akreditasi yang adaptif, serta melakukan  dukungan regulasi dan pengembangan kebijakan, agar UT mampu menghadapi tantangan kemajuan jaman”.  

Paparan Bacarek UT Hari Kedua (12 Juni 2025) 

Bacarek UT Nomor Urut 4, Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., CA, CMA, CFA, PIA, ACPA. ternyata tidak jadi melakukan paparannya, karena mengundurkan diri dengan alasan berbagai hal.  

Selanjutnya, Bacarek UT nomor urut 5, Prof. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D. memaparkan visi dan programnya dengan judul Transforming Digital Ecosystems for Competence and Inclusive Education. Prof. Udan mengawali paparan dengan mengungkapkan aspirasi masyarakat UT untuk masa depan, di mana aspirasi utama antara lain perlunya UT melakukan Real-Time Services, Kemitraan dengan Industri, memperhatikan dengan baik Learning Management System (LMS), mengembangkan kurikulum adaptif, peningkatan guru besar, mengembangkan microcedentials dan artificial intelligence secara tepat, memperhatikan keamanan siber, serta melakukan efisiensi layanan, serta aksesibilitas layanan pendidikan. Selanjutnya beliau memaparkan pandangan visi UT adalah mewujudkan tata kelola akademik dan administratif yang unggul melalui integrasi sistem digital, internasionalisasi Tridharma, dan penguatan kemitraan strategis guna mempercepat transformasi UT sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh Berkualitas Dunia. Beliau menekan pentingnya transformative strategy cycle melalui internalisasi nilai berupa Quality, Integrity, Equity atau QIE, refleksi kritis, komitmen inklusif dalam seluruh sistem dan proses pembelajaran, penataan institusional menyesuaikan budaya kerja, kebijakan, struktur dengan nilai-nilai institusi, dan integrasi sistemik yang adaptif dan berkelanjutan menuju WCU

Di akhir paparan, Prof. Udan menekankan, “Transformasi digital UT berpijak pada strategic values berupa Quality, Integrity, Equity (QIE) untuk menghasilkan Employablity, Accesability, Inclusivity (EAI) sebagai nilai strategis, yang memperkuat posisi UT dalam ekosistem pendidikan global”. Menurut beliau, diperlukan strategi transformasi berbasis nilai (values- driven) yang mendorong perubahan fundamental dalam ekosistem pendidikan, dengan tujuan meningkatkan kompetensi, inklusivitas, serta daya saing institusi.  

Selanjutnya, Bacarek UT nomor urut 6, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menyampaikan paparan dengan judul Mengukuhkan Kewibawaan, Menguatkan Integritas, & Mengokohkan Reputasi Akademik UT Secara Global; Shine-Stars-Rid Model: Langkah Strategis UT Menuju PTJJ Global Berbasis Keunggulan Keilmuan, Pembelajaran, dan Lulusan. Beliau memaparkan pandangan bahwa pada saat ini terjadi tranformasi digital untuk pembelajaran yang personal dan interaktif, masifikasi reskilling/upskilling, microcredential dan sertifikasi kompetensi, dinamika perkembangan yang cepat pada tingkat nasional dan global, perubahan dinamika pasar PJJ, perubahan minat mahasiswa internasional akan pendidikan tinggi dimana pun dan kapan pun, yang mengisyaratkan perlunya pendidikan terbuka, fleksibel, dan jarak jauh, bersifat moduler, dan multiexit multientry. Prof. Ali menyampaikan gagasan berupa kredo STAR Akademic yang berbasis dignity, reputation, dan integrity yang didukung oleh synergy, transformation, accountability, relevamce, scability dengan cara mengembangkan spirit, horizon, innovation, nurture, dan enterpreneurship. Dalam paparannya, Prof. Ali menegaskan visi misi UT dalam RPJP 2025-2045 diterjmahkan melalui penetapan Tonggak Capaian Utama Tahap I ((2025-2029) “Menjadi PTJJ Berkualitas Dunia Berbasis Ekosistem Pembelajaran Digital yang Kuat” yang perlu diwujudkan dalam Visi Misi Rektor UT 2025-2030.  

“Visi saya bila ditunjuk sebagai Rektor UT 2025-2030 adalah meneguhkan kewibawaan, menguatkan integritas, dan mengokohkan reputasi akademik UT secara global. Yaitu dengan menerapkan Strategi dan Program (3 Tahap 5 Pilar 7 Strategi dan 20 Program) yang didasarkan pada perspektif pelanggan, reputasi akademik, perspektif keuangan: Non-Operating Income dan Sustainability Keuangan, perspaktif proses bisnis: Tata Kelola, Optimalisasi, Opeational dan Kualitas, serta perspektif Learning & Growth, “ujar Prof. Ali Muktiyanto. 

Paparan Bacarek UT Hari Ketiga (13 Juni 2025)  

Bacarek nomor urut 7, Rini Yayuk Priyati, SE., M.Ec. Ph.D., memaparkan gagasan dengan judul Membangun Universitas Terbuka Sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh Masa Depan Berkualitas Dunia. Beliau menjelaskan perspektif bagaimana Menuju UT GEMILANG (Generasi, Edukasi, Mandiri, Inovasi, Luar Biasa, Akses, Nusantara, dan Global). Menurut Rini Yayuk Priyati, SE., M.Ec. Ph.D., UT agar bisa mewujudkan misi “Menjadi perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia,” maka perlu diterapkan program kerja strategis bidang: 1) kewirausahaan dan orientasi bisnis, 2) Tridharma Perguruan Tinggi, 3) sumber daya manusia berupa peningkatan mutu, kualifikasi, kompetensi, dan profesionalitas, 4) sumber daya keuangan berupa pengelolaan keuangan yang mengedepankan prinsip-prinsip akuntabel, transparan, efisien, memberi manfaat, dan dampak bagi perkembangan UT secara berkelanjutan, 5) jejaring kerja sama dengan mitra strategis dari dalam dan luar negeri bidang pendidikan, career center untuk alumni, dan riset bidang ilmu, serta kerjasama dengan mitra bisnis untuk peningkatan kesejahteraan mahasiswa, 6) digitalisasi dan pemanfaatan teknologi untuk layanan terbaik ke mahasiswa, 7) tata keloa sarana prasarana berupa penguatan organisasi dan tata kelola sesuai dengan good university governance yang berdampak bagi peningkatan mutu pelaksanaan tridharma dan pelayanan kepada mahasiswa.  

Sebagai penutup, Rini Yayuk, Ph.D. menegaskan, “UT dituntut untuk berekspansi tidak hanya pada Tridharma Perguruan Tinggi tetapi juga pada aspek kewirausahaan dan orientasi bisnis, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)”.  

Berikutnya, Bacarek UT nomor urut 8, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., memaparkan gagasan berjudul Service Excellence dan Investasi Strategis untuk Universitas Terbuka. Dr. Hendrian mengungkapkan tentang poin-poin penting, antara lain; 1) Service Excellence adalah pilar utama UT dimana mahasiswa sebagai pusat layanan, penerapan sandar layanan kelas dunia, perbaikan berkelanjutan atas layanan,  dan mengembangkan infrastruktur pendukung berupa optimalisasi pusat layanan bantuan (helpdesk 24/7, chatbot) dan peningkatan kompetensi staf  front-line. 2) Penguatan Operasional dan Tata Kelola melalui tata kelola keuangan yang sehat dan transparan, penerapan prinsip Good University Governance, manajemen supply chain bahan ajar efisien, dan pengendalian internal & audit.  3) Transformasi Akademik untuk mewujudkan kurikulum dinamis dan relevan, peningkatan kompetensi & welfare akademik, pembelajaran fleksibel dan berbasis teknologi, 5) Kesejahteraan (Welfare) Berbasis Inovasi melalui program investasi pada SDM, insentif kinerja & inovasi, pengembangan lingkungan kerja untuk mendorong kolaborasi dan kreativitas,  dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa melalui online counselling, platform komunitas belajar, dan sistem mentoring sebaya  untuk mendukung kesehatan mental dan akademik mahasiswa. 6) Prodi Responsif Dudi dan Kebutuhan Masyarakat dengan cara analisis kebutuhan pasar secara proaktif melalui tracer study alumni dan survei kebutuhan industri setiap tahun untuk pengembangan program studi (prodi) selalu berbasis insight aktual, pengembangan prodi inovatif yang link and match dengan DUDI, serta kolaborasi kurikulum dengan industry, misal dengan melibatkan pakar industri dalam penyusunan kurikulum dan memberikan kuliah tamu, 7) Diversifikasi Pendapatan dengan optimalisasi aset dan usaha, layanan pendidikan & pelatihan eksternal dengan meluncurkan program kursus online, sertifikasi, dan pelatihan profesional bagi masyarakat umum dan karyawan industry, kemitraan riset dan konsultasi untuk pengembangan riset terapan dengan pemerintah maupun swasta, 8) Revolusi bahan ajar dari hard copy ke AI dengan mengembangakan dual-mode learning resources antara bahan ajar cetak dan digital, Intelligent Tutoring Systems (AI), OpenEducationalResources(OER), Produksi konten berbasis AI misalnya: pembuatan soal evaluasi otomatis yang dipersonalisasi, video pembelajaran dengan voice-over AI multibahasa, atau simulasi interaktif VR/AR, 9) Komitmen Kepemimpinan Masa Depan yaitu kempimpinan visioner dan inklusif, memperkuat budaya keunggulan UT, dan punya komitmen integritas dan kolabirasi, serta menjunjung tinggi tercapainya UT Gemilang.  

Dalam menutup paparannya, Dr. Hendrian menegaskan, “Dengan service excellence sebagai fondasi, investasi strategi sebagai pengungkit, dan prinsip behavioral accounting sebagai penjaga integritas, saya yakin UT akan tumbuh menjadi Universitas Terbuka yang mendunia. Mari bersinergi mewujudkan UT sebagai pelopor pendidikan jarak jauh berkualitas, tempat setiap insan mendapatkan kesempatan belajar sepanjang hayat, serta institusi yang membanggakan Indonesia di kancah global.” 

Tampil erakhir pada sesi paparan hari ke-3 adalah Bacarek UT nomor urut 9, Dr. Iqbal Miftahul Mujatahid, S.IP., M.Si., yang memaparkan program dan gagasan berjudul Algoritma Leadership dalam Perumusan Kebijakan Pendidikan Digital. Dengan mengungkapkan latar belakang adanya bonus demografi Indonesia di mana usia produktif mencapai 70% dari total populasi pada tahun 2020-2035, beliau mengupas contoh konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singasari, Model Pengembangan Digital yang berfokus pada teknologi dan inovasi dengan cara pengembangan digital education, ekosistem edutech, dan kolaborasi global untuk pertumbuhan ekosistem pendidikan modern. Beliau mengungkapkan visi strategis menuju UT berkualitas dunia, yaitu melalui penguatan infrastruktur digital, pengembangan konten berkualitas global, kolaborasi strategis, dan implementasi sistem penjaminan mutu.  

“Untuk itu misi dan langkah strategis menuju UT berkualitas dunia adalah dengan akselerasi dan solusi TI dan manajemen data (SSO) dalam digital learning ecosystem (DLE), hilirisasi & proses bisnis untuk meningkatkan nilai tambah UT, pembangunan desa melalui pemerataan pendidikan tinggi berdaya saing global, dan menguatkan SDM melalui data sains dan teknologi,” papar Dr. Iqbal. Beliau menambahkan, “Dengan DLE yang komprehensif, UT dapat menyediakan pengalaman yang lebih personal, adaptif, dan sesuai kebutuhan pasar kerja global”.  

Bahkan beliau mengungkap perlunya struktur lima wakil rektor untuk menangani berbagai aspek pengembangan universitas secara komprehensif, sebagai struktur kepemimpinan yang kuat untuk mengembangkan hilirisasi dan bisnis melalui kolaborasi internal maupun eksternal. Untuk itu, di penutup paparan Dr. Iqbal menekankan pentingnya diimplementasikannya konsep PEAI untuk kepemimpinan UT, yaitu pemimpin UT harus mempunyai kekuatan sebagai performer dengan orientasi hasil dan pencapaian kinerja terukur, entrepreneur dalam menghadirkan terobosan dan inovasi, administrator sistem dan proses untuk efisiensi operasional, dan integrator untuk menyatukan berbagai elemen pemangku kepentingan dalam visi bersama. “Pendekatan konsep PEAI (Performer, Entrepreneur, Administrator, Integrator) ini dapat membawa UT semakin maju dengan fokus pada pengembangan teknologi dan kualitas pendidikan yang lebih berdaya saing dan adaptif terhadap kebutuhan Pendidikan modern. Konsep ini menjadi landasan UT menjadi universitas terbuka berkualitas dunia”. Beliau pun menutup dengan simpulan,”Algoritma media social dan algoritma semesta adalah hampir sama, bedanya semesta bukan sekedar mesin tapi bergerak atas kuasa Allah. Untuk itu, jika ingin UT berkualitas dunia, maka perlu dimasukkan aspek inovasi, doa, pikiran, dan tindakan, sebab semua itu adalah input semesta yang Allah atur secara sempurna”. 

Sesi Diskusi Interaktif dengan Para Panelis, MWA, dan Audiens 

Setiap Bacarek diberikan waktu yang memadai untuk menyampaikan gagasan, menjawab pertanyaan dari panelis, dan berinteraksi dalam sesi diskusi. Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa Bakal Calon Rektor terpilih adalah sosok yang paling berkompeten dan visioner untuk memimpin Universitas Terbuka menuju masa depan yang lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan dan peluang di era pendidikan digital. 

Selama tiga hari sesi paparan, para panelis dan audiens secara aktif melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Bacarek UT yang tampil.  

Prof. Kam Cheong Li bertanya terkait visi dan kekuatan Bacarek UT untuk memajukan UT; peran online and distance learning dalam pencapaian Indonesia Emas tahun 2045 melalui pengembangan SDM, strategi pengembangan bisnis melalui partnership, strategi komunikasi efektif UT untuk pengembangan dan kesejahteraan mahasiswa ke depan, pengembangan kurikulum yang agile misal melalui microcredentials sebagai strategi open and distance learning (ODL) UT ke depannya, pengembangan riset berkualitas untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi terindeks skopus oleh para dosen UT, strategi pengembangan pemanfaatan tools AI pada pembelajaran, strategi pengembangan program-program baru di fakultas termasuk vokasional dalam menghadapi tantangan baru pada lima tahun mendatang; serta strategi kerja sama internasional UT dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia ke depannya.  

Erry Riyana Hardjapamekas menyoroti peran UT dalam pengembangan SDM yang menonjolkan nilai-nilai integritas untuk disosialisasikan ke internal dan eksternal dan program pemanfaatan alumni yang sangat bersar jumlah mendekati 3 juta alumni.  

Prof. Dr. KH. Komaruddin Hidayat bertanya bagaimana Bacarek UT melihat dan menilai perkembangan kondisi dan permasalahan pendidikan nasional pada umumnya; di mana posisi dan peran UT dalam kondisi permasalahan misal tidak kurangnya link and match, pengangguran, banyak PTN sibuk mencari uang dan mengalahkan kualitas; terkait pembinaan karakter; apa riset unggulan dan seberapa dana riset untuk mendukung institutional branding UT agar menjadi pilihan masyarakat; program dan kurikulum yang tepat untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa UT yang kebanyakan telah bekerja dan tidak semata menawarkan ijazah agar lulusan UT tidak kalah dari alumni perguruan tinggi lain; serta cara meningkatkan kompetensi dan kualitas alumni yang rata-rata sudah bekerja. 

Dr. Melinda dela Pena Bandalaria (hari kedua) menanyakan tentang bagaimana teknologi menyeimbangkan akses dan kualitas agar tercapai visi sebagai PTJJ yang berkelas dunia; strategi menjaga sustainability dari program-program dalam kepemimpinan rektor-rektor UT antar generasi sebelum ini.  

Olivia Basrin, S.Sos., MPP menyampaikan pertanyaan tentang pemanfaatan teknologi, integrasi AI dalam pembelajaran, serta ancaman penggunaan AI; strategi konektivitas untuk menjamin equity; strategi mengelola PTNBH agar SPP tidak naik di dalam keterbatasan sumber daya untuk peningkatan kinerja UT; serta pengembangan riset yang berdampak pada peningkatan status UT menjadi world class.  

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA menyampaikan pertanyaan terkait manfaat dan dampak dari program kerja dan gagasan Bacarek UT untuk memenuhi kebutuhan masyarakat; bagaimana cara membangkitkan seluruh sivitas akademika UT bisa menjadi pembelajar sejati. 

Prof. Emeritus Tan Sri Datuk Dr. Anuar Ali menanyakan program Bacarek UT terkait peningkatan kualitas mahasiswa di tengah upaya peningkatan jumlah mahasiswa; strategi peningkatan income generating UT sebagai PTNBH, serta kualitas kepemimpinan seorang Rektor UT yang diperlukan.  

Denni Puspa Purbasari, Ph.D. mengajukan pertanyaan diskusi terkait ukuran dan dampak program UT yang affordable; apa, alasan, prioritas program setahun bila menjadi rektor; penggunaan AI dalam pembelajaran dikaitkan integritas mahasiswa; strategi optimalisasi aset-aset untuk mendapatkan ekstra income.   

Prof. Mohamad Nasir, M.Si., Ph.D. (hari ketiga) memberikan pertanyaan diskusi bagaimana melakukan revenue generating UT sebagai PTNBH; tingkat kesiapan teknologi dalam pengembangan peta jalan riset untuk peningkatan revenue generating UT; strategi peningkatan service excellence sebagai branding UT untuk disosialisasikan ke para stake holders khususnya ke mahasiswa.  

Beberapa anggota MWA juga mengajukan pertanyaan, antara lain tentang prioritas antara jumlah mahasiswa yang besar dihubungkan dengan kualitas layanan; cara meningkatkan peringkat dunia UT (misal pada THE WUR); penerapan kurikulum yang fleksibel; unit bisnis dan strategi pendanaan inovatif untuk meningkatkan pendapatan UT sebagai PTNBH; program pelibatan alumni untuk meningkatkan cohesiveness dan peran strategis UT dalam peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun 2027 sebesar 40%; serta penyediaan infrastruktur teknologi untuk meningkatkan layanan administrasi akademik mahasiswa. Bahkan, audiens yang hadir secara daring melalui Zoom dan secara luring di UTCC turut mengajukan pertanyaan, tentang strategi teknologi digital UT untuk meningkatkan employability dan menjadikan UT sebagai kampus inklusif bagi disabilitas; manajemen anggaran dan keuangan yang efektif; strategi sistem operasional efektif antara UT Pusat dan UT Daerah untuk keberlanjutan keuangan jangka panjang; serta strategi penyesuaian program studi dan kurikulum yang agile

Penutup Sesi Paparan dan Menanti Pengumuman Calon Rektor 

Sesi paparan Bakal Calon Rektor (Bacarek) UT periode 2025-2030 sebagai Rapat Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat UT telah resmi ditutup pada hari ketiga, Jumat, 13 Juni 2025. Penutupan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA). Usai paparan, diskusi panelis bersama Panitia Pemilihan Rektor (PPR) pun dilanjutkan untuk mendalami hasil presentasi.  

Publik dan civitas akademika UT kini menantikan pengumuman nama 3 Calon Rektor terpilih dari kesembilan Bacarek UT yang telah melalui proses seleksi ketat. Penetapan 3 Calon Rektor akan dilakukan melalui Rapat Pleno Tertutup Majelis Wali Amanat UT pada Senin, 16 Juni 2025. Kemudian, dilanjutkan dengan pengumuman resmi 3 Calon Rektor UT oleh oleh MWA dan PPR. Tahapan krusial berikutnya adalah Pemilihan dan Penetapan Rektor Terpilih, yang direncanakan pada tanggal 9 Juli 2025. Puncak dari seluruh rangkaian proses demokrasi internal ini akan ditandai dengan Pelantikan Rektor UT Periode 2025-2030, yang diagendakan pada tanggal 25 Agustus 2025. Dengan hadirnya kepemimpinan baru UT, besar harapan agar Universitas Terbuka dapat terus maju, meraih kesuksesan gemilang, dan semakin kokoh dalam mewujudkan visi sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh Berkualitas Dunia.