Kemajuan era digital menghadirkan kemudahan sekaligus tantantangan, yang bisa membawa dampak terutama bagi generasi muda. Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) telah menjadi ancaman serius yang dapat merusak ketidakstabilan finansial banyak orang atas jeratan hutang yang sulit dikendalikan. Untuk itu, edukasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangannya.
Sebagai langkah nyata, Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Bank Muamalat menggelar Webinar Nasional bertema “Membangun Keuangan Sehat: Menghindari Risiko Pinjol dan Judol” pada 10 Desember 2024 melalui kanal Youtube UTTV. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memberikan wawasan mengenai cara membangun keuangan yang sehat, dan memberikan solusi praktis menghindari jebakan pinjol dan judol yang berisiko.

Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan komitmen UT sebagai perguruan tinggi negeri yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan geografis, sosial, maupun ekonomi. “Webinar ini adalah cerminan misi UT dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui isu-isu relevan, termasuk edukasi membangun keuangan sehat kepada masyarakat,” jelas Prof. Ucu.




Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli, Novie Hesti, S.E., M.M., Business Research & Analyst Bank Muamalat, dan Muhammad Sulaiman, S.Pd.I., B.I.S., M.Pd., Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) UT. Keduanya memberikan pendekatan yang saling melengkapi–praktis dan spiritual, untuk menghadapi tantangan keuangan saat ini. Selain itu, webinar ini sebagai bentuk upaya UT untuk mewujudkan kehidupan berkelanjutan SDGs ke-8, mengembangkan pengetahuan yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam paparannya, Novie menjelaskan fakta mencengangkan terkait maraknya judol dan pinjol menjadi momok yang mengganggu kestabilan dan kesehatan keuangan orang banyak. Nilai transaksi judol tahun 2023 menyentuh angka Rp 327 triliun dan ironisnya lebih dari 80.000 anak-anak di bawah umur 10 tahun sudah kecanduan judi online. “Ini PR besar, bukan cuma bagi Bank Muamalat, tetapi juga bagi para orangtua, serta seluruh masyarakat di Indonesia untuk melindungi generasi alpha dari kecanduan judi online,” ujarnya.
Sementara itu, pinjol turut menyumbang kerentanan finansial dengan utang masyarakat mencapai Rp 72 triliun hingga Agustus 2024. Novie mengingatkan bahwa pinjol ilegal menawarkan kemudahan semu yang berujung bunga mencekik dan jeratan hutang. Ia juga membagikan strategi pengelolaan keuangan, seperti menghitung rasio utang yang sehat, tips menyelesaikan utang, serta pentingnya menyiapkan dana pensiun.

Muhammad Sulaiman, M.Pd. memandang fenomena judol dan pinjol sebagai jalan pintas yang merugikan. Kaprodi PAI tersebut mengutip ayat-ayat Al-Qur’an untuk menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, menghindari praktik riba yang merugikan diri sendiri. “Yang menang dalam judi hanyalah bandar. Judi membawa kerugian besar, baik finansial maupun spiritual,” tegasnya.
Sulaiman juga menyoroti bahaya pinjol ilegal yang tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga menghilangkan keberkahan dalam kehidupan. Ia mengajak masyarakat untuk kembali pada prinsip-prinsip keuangan yang sehat dan sesuai nilai-nilai spiritual.
Melalui kolaborasi webinar ini, Universitas Terbuka dan Bank Muamalat mengajak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan keuangan sehat sebagai kunci membangun masa depan yang stabil. Pengetahuan yang didapat dari webinar ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, menjauhi jebakan finansial, dan membangun rencana masa depan yang matang.

