Perkembangan teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia. Beberapa faktor pendorong telah membuat jarak antara teknologi dan aktivitas manusia menjadi padu, salah satunya adalah Pandemi Covid 19 yang melanda sejak tahun 2020 lalu. Dengan itu, momentum ini semakin lekat dengan era VUCA, volatile, uncertainty, complexity and ambiguity. Fenomena ini menempatkan teknologi informasi sebagai elemen utama dalam berbagai layanan, yang kini tidak lagi terbatas atau eksklusif, tetapi menjadi inklusif, masif, dan aksesibel. Banyak layanan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini bertransformasi menggunakan teknologi informasi melalui berbagai platform.
Kecamatan Cisauk, sebagai bagian dari pengembangan BSD City menjadi kota pintar (smart city) dengan Digital Hub, menunjukkan dua wajah yang kontras. Di satu sisi, terdapat fasilitas pendidikan tinggi dan teknologi yang canggih bahkan dari perguruan tinggi luar negeri. Di sisi lain, literasi digital, indeks APK, kesejahteraan serta kualitas pendidikan di desa-desa seperti Cisauk, Cibogo, Suradita, Dangdang, Sampora, dan Mekarwangi masih belum optimal.

Untuk itu, sebagai salah satu warga kecamatan Cisauk dan juga sivitas kademik di Universitas Terbuka, Dr. Vivi Indra Amelia Nasution (Ketua Tim PkM/Dosen FHISIP), dan Tim meliputi Jayanti Armida Sari, S.A.P., MPA. (Dosen FHISIP), Isnaeni Yuliani, M.Si. (Dosen FHSIP), Hidayah, S.Pd., M.Pd. (Dosen FKIP) dan Deka Taufiq (Staf FHISIP) melakukan pengabdian masyarakat (PkM) pada Kecamatan Cisauk pada Jumat, 8 Agustus 2024 di Aula Gedung Kecamatan Cisauk. Pada momentum tersebut, dihadiri oleh Camat Cisauk H. M. Yusuf Fachroji, S.STP, M.Si, Ketua TPPKK Kecamatan Cisauk Ibu Hj. Yayan Supiyanah Yusuf, Bapak Sekretaris Kecamatan, M. H. Tarlan dan Ibu Wakil Ketua TP PKK, Hj. Maliati Tarlan dan jajaran staf di Kecamatan Cisauk.
Kegiatan ini disematkan dalam pertemuan rutin bulanan Pokja II TP. PKK Kecamatan Cisauk, yang disesuaikan dengan tema PkM yaitu Peningkatan Literasi Digital dan Pendidikan untuk Perempuan di Kecamatan Cisauk. Pertemuan ini dihadiri oleh kader PKK, Kader Posyandu dan para ibu perwakilan dari Kelurahan Cisauk, Desa Cibogo, Suradita, Dangdang, Sampora, dan Mekarwangi.
Hal ini merupakan bentuk dari dukungan literasi digital terutama untuk perempuan atau kaum ibu dan remaja. Kaum ibu khususnya yang memiliki anak usia sekolah dasar dan menengah, serta remaja perempuan yang duduk di sekolah menengah. Hal ini dibutuhkan untuk keperluan dasar mereka dalam pelayanan pendidikan, Kesehatan, dan juga pelayanan yang berbasis teknologi informasi yang mereka perlukan dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini diperlukan untuk mengimbangi, tidak hanya tren pada media pendidikan itu sendiri tapi juga mengingat posisi mereka bermukim yang dekat dengan pengembangan Digital hub BSD.
Diseminasi informasi dan pelatihan literasi digital bagi perempuan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan literasi digital yang lebih baik, perempuan dapat lebih mudah mengakses pendidikan, layanan kesehatan, keuangan, pelayanan publik, dan transportasi. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup mereka, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya saing, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ketua Tim PkM, Dr. Vivi Indra Amelia Nasution, M.A.

Pada kesempatan ini juga dijelaskan bahwa ini dalam rangka mendukung program Literasi Digital Nasional yang sudah digaungkan sejak tahun 2017. Terdapat empat kerangka literasi yang ditegaskan pada Peta Jalan Literasi Digital 2021 -2024 yaitu Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture. Keempat kerangka ini kemudian dikembangkan pada Digital Society, Digital Economy, dan Digital Government. Untuk itu dalam program ini diberikan penguatan pada kecakapan digital, Etika Digital, Digital Ekonomi dan Budaya Digital.
Untuk aplikasi pada contoh nyata dijelaskan dalam berbagai bidang kehidupan seperti yang diulas oleh Isnaeni Yuliani, M.Si, terkait pemanfaatan digital dalam pencegahan dini deteksi stunting. Stunting merupakan isu yang familiar dengan target sasaran PkM kali ini yang sebagian besar adalah kader posyandu di Kecamatan Cisauk. Selain menyampaikan materi terkait pencegahan dan deteksi stunting, tim PkM juga mendemonstrasikan bagaimana mencari, memilih, hingga memanfaatkan beberapa aplikasi digital yang dapat diunduh melalui playstore yang dapat membantu memantau tumbuh kembang anak.
Untuk etika, budaya dan kemanan digital juga kembali di-highlight pada paparan Jayanti Armida Sari terkait e-commerce. E-commerce merupkan kegiatan penawaran barang dan jasa melalui online. Dalam kegiatan ini disampaikan materi terkait keuntungan menggunakan online market, strategi belanja online, bahaya yang terkandung dalam transaksi online, serta strategi yang digunakan agar keamanan data tetap terjamin dalam transaksi online tersebut. Tim PKK juga menekankan pentingnya melindungi data pribadi untuk menghindari kejahatan online.
Terakhir Hidayah, S.Pd., M.Pd., menutup dengan menyampaikan rekomendasi PkM peningkatan literasi digital ini memerlukan dukungan langkah-langkah konkret seperti pembangunan infrastruktur digital, pengembangan aplikasi lokal, kolaborasi dengan sektor swasta, pendidikan berbasis teknologi, dan program pemerintah yang inklusif, kesenjangan teknologi antara kota dan desa yang berbatasan langsung dapat dikurangi.
Peningkatan literasi digital, terutama bagi Perempuan di Kecamatan Cisauk, akan membuka peluang baru dan memperkuat peran mereka dalam masyarakat digital yang berbatas langsung dengan Digital Hub dan Smart City BSD.



