Universitas Terbuka (UT) terus berinovasi mewujudkan perguruan tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) berkelas dunia. Berbagai upaya kolaborasi dan sinergi internasional dilakukan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan UT dalam proses penyelenggaraan pembelajaran dan pengelolaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya setelah UT telah naik kelas menjadi PTNBH. Pada 29 April 2024, delegasi Universitas Terbuka (UT) berkunjung ke Chungbuk National University (CBNU) di Cheongju Korea Selatan untuk menindaklanjuti MoU antara UT dengan CBNU dan MoA antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT dan International Development Institute CBNU.
Program kemitraan internasional ini menjadi strategis karena salah satu tindak lanjutnya adalah pengembangan Program Studi (Prodi) Kewirausahaan di FEB UT yang telah disepakati pada tahun 2023. Proyek ini melibatkan beberapa mitra antara lain KRIVET (Korea Research Institute for Vocational Education and Training) yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Korea Selatan, serta IDI (International Development Institute, Chungbuk National University). Bahkan UT mendapat dukungan dana senilai 10 juta US Dollar dari KOICA FUND untuk pendanaan proyek selama periode 5 tahun dari 2026-2031 dalam upaya implementasi Prodi Kewirausahaan, pengembangan learning center, dan peningkatan kualitas pembelajaran di Universitas Terbuka

Untuk itu delegasi UT yang dipimpin oleh Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D selaku Rektor UT, dalam kesempatan bertemu dengan Direktur IDI-CBNU tersebut membahas hal-hal teknis terkait tindak lanjut skema kerja sama internasional. Delegasi UT yang terlibat dalam diskusi bersama tersebut antara lain Dr. Meirani Harsasi, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Olivia Idrus, SE., M.Sc selaku Wakil Dekan selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran dan Kerja Sama pada FEB, Dr. Maya Maria, S.E., M.M. selaku dosen FEB dan Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran, Prof. Dr. Nafsia Mohamed selaku advisor FEB UT untuk program kerja sama internasional, dan Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM., M.Rech, Ak. selaku dosen FEB UT yang menjadi koordinator kegiatan. Sedangkan delegasi dari SBNU adalah Prof. Young-Chool Choi (Direktur CNU Internastional Development Institute CBNU), JiYoun Kang (Research Professor), MiYoung Kim (Research Professor), Masatsugu Nemoto, Ph.D. (Research Professor), M. YunHee Lee (Researcher), BoYeong Park (profesional muda).
Prof. Young-Chool Choi sangat antusias menyambut kedatangan Rektor UT dan tim kemudian memberikan gambaran terkait CBNU yang mempunyai misi antara lain pengembangan model sistem operasi dan riset terkait Official Development Assistance (ODA). Prof. Young-Chool Choi pun menyampaikan bentuk kerja sama antara UT dan CBNU perlu didahului dengan perumusan projectconcept paper(PCP) dari BAPPENAS. Prof. Ojat menyampaikan dukungan atas bentuk-bentuk kerja sama antara UT dan CBNU guna peningkatan kapabilitas dan kualitas proses bisnis UT ke depannya. Proyek kerja sama khususnya terkait pengembangan program studi Kewirausahaan ini akan dikoordinasikan oleh Dekan Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT Dr. Meirani Harsasi, M.Si. dam tim setelah kunjungan.

Momen strategis selanjutnya adalah saat Rektor dan delegasi UT diterima oleh Presiden CBNU, Prof. Chang Seop Koh. dan jajarannya di Gedung Rektorat CBNU untuk bersilaturahmi, beraudiensi untuk menjajaki peluang kerja sama lainnya antara UT dan CBNU ke depannya khususnya dalam mengelaborasi pengembangan kompetensi SDM para dosen UT untuk studi lanjut program Magister dan Doktoral di CBNU, atau pun bentuk kerja sama selain dengan FEB-UT. Pada kesempatan silaturahmi dan diskusi bersama tersebut Rektor UT dan Presiden CBNU tersebut hadir pula para pimpinan CBNU yang menyambut delegasi UT antara lain Prof. Tae Soo You, Dekan Office International Affairs; Prof. Ki Seok Choi, General Manager of Office of International Affairs; Yoanna Cho,Team Lead of International Relations Team; Lin Hongzhi, koordinator acara; Prof. Young-Chool Choi dan Nemoto Masatsugu, Ph.D. (tim IDI-CBNU), dan juga dua orang mahasiswa internasional dari Indonesia. Simpulan penjajakan strategis dari rektor UT dan presiden CBNU tersebut adalah selain UT akan mendapatkan bantuan US $10 juta untuk program vokasi entrepreneurship tahun 2026-2031, UT juga mendapat peluang program fully funded beasiswa bagi SDM UT dan bagi alumni S1 terpilih.Dengan adanya pertemuan strategis dua pimpinan UT dan CBNU tersebut ke depannya diharapkan dapat terimplementasi bentuk kerja sama dalam peningkatan kompetensi dosen UT untuk studi lanjut di CBNU, riset bersama, pertukaran narasumber dalam kegiatan seminar-seminar internasional, pertukaran mahasiswa sebagai implementasi program MBKM, serta bentuk kerja sama lain yang akan disepakati oleh kedua belah pihak. Dengan demikian ke depannya kesemuanya tersebut dapat membuat peningkatan citra dan kualitas UT agar lebih mendunia


