Tiap tahunnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) selalu mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan dan kinerja unit kehumasan dan kerja sama sekaligus memberikan penghargaan atas prestasi hasil karya Humas dan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan LLDikti. Dalam rangka menyongsong persiapan mengikuti lomba Anugerah Humas Diktiristek Tahun 2024, Universitas Terbuka (UT) melakukan kegiatan Sosialisasi LAPORKERMA, Anugerah Kerja Sama Diktiristek (AKD), & Anugerah Humas Diktiristek (AHD) yang dilaksanakan pada 7 Februari 2024, di Ruang Rasamala Wisma II, Universitas Terbuka (UT).
Diawali dengan sambutan dari Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Universitas Terbuka, Bapak Ali Tarigan, S.E. yang menyampaikan bahwa Universitas Terbuka (UT) terus berkomitmen untuk menjadi lebih baik melalui berbagai pencapaian dalam kompetensi. Beliau menyampaikan sejak diresmikan menjadi PTN-BH, UT menghadapi tantangan baru yang lebih sulit khususnya dalam memenangkan kompetisi anugerah Diktiristek karena pesaingnya adalah perguruan tinggi-perguran tinggi ternama yang sudah lebih dulu berstatus PTN-BH. Oleh karena itu, UT menyelenggarakan kegiatan ini dan mengundang para pakar dari Kemdikbudristek. Hal ini untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa pada umumnya dan lebih siap untuk turut serta dalam kompetisi menggapai berbagai anugerah yang diperebutkan pada kategori sesama PTN-BH.

Acara kemudian dibuka dengan pemaparan yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Humas dan Kerja Sama Sekretariat Ditjen Dikti, Bapak Yayat Hendrayana, S.S., M.Si. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting terkait upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh UT untuk memenuhi kriteria dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Beliau juga menyebutkan beberapa torehan prestasi yang telah dicapai UT di bidang Humas dan lainnya pada tahun 2021 dan 2022. Di antaranya, pernah menjadi peringkat pertama di dalam penilaian laman website, kemudian menempati peringkat ketiga pada siaran pers ketika masih tergabung dalam kompetisi lingkup PTN-BLU. Hal tersebut, dapat menjadi modal awal yang dapat dioptimalkan untuk bersaing dan menorehkan prestasi pada kategori PTN-BH.
Beliau juga menegaskan poin yang menarik ketika memberikan evaluasi yang dapat dilakukan oleh UT sebagai langkah dalam berkomitmen untuk mencapai target yang diinginkan, yaitu dengan menemukan lalu menekankan pada kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh UT yang memberikan dampak nyata, untuk dapat bersaing di dalam kategori tertentu. Terutama di dalam kategori atau sub-kategori pengelolaan Humas dan Kerja Sama, dengan penyampaian yang menarik dan diperkuat dengan data untuk dapat memukau pihak penguji.
Pada akhir pemaparannya, Pak Yayat pun menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perolehan nilai yang terbaik. Dalam mencapai target untuk menorehkan prestasi pada kategori PTN-BH, UT tentu saja harus lebih bekerja keras dan lebih meningkatkan kualitasnya dalam berbagai bidang.
Setelah itu, pemaparan kedua disampaikan oleh Bapak Firman Hidayat, S.S., M.Si., sebagai Sub-Koordinator Kerja Sama Sekretariat Ditjen Dikti. Dalam penyampaiannya, beliau banyak memaparkan data-data statistik terkait pemerolehan dan peningkatan yang dapat dilakukan untuk memperoleh capaiannya, berdasarkan data pengukuran IKU-6 Perguruan Tinggi Tahun 2023. Kemudian beliau melanjutkan bahwa Pelaporan Kerja Sama perguruan Tinggi merupakan kewajiban berdasarkan Permendikbud No.14 Ayat 3 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi. Untuk itu apabila terdapat Kerja Sama yang tidak dilaporkan maka dapat dikenakan teguran pada perguruan Tinggi terkait. Hal ini dilakukan untuk memonitor berbagai bentuk kerja sama yang dilakukan kepada setiap mitra, merupakan kerja sama yang masih berada di dalam koridor yang sesuai. Beliau menyampaikan bahwa berdasarkan data yang tercatat sejak tahun 2014-2023, bentuk kerja sama terbanyak yang dilakukan perguruan tinggi yaitu berupa MoU atau Nota Kesepahaman dan Ceremonial. Akan tetapi beliau juga mengingatkan untuk kemudian mengimplementasikan kerja sama yang dilakukan, dan tidak hanya melakukan seremonialnya saja. Baik kerja sama di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri untuk mencerminkan perguruan tinggi yang berkualitas. Terlebih lagi, kerja sama yang akan dinilai pada IKU-6 pun merupakan kerja sama yang bersifat implementasi, dan bukan hanya kerja sama seremonial.
Tak lupa beliau pun menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan yang harus dicapai dari perguruan tinggi yaitu melalui 8 Indikator Kinerja Utama, sehingga hal ini merupakan fokus utama yang dimiliki oleh setiap perguruan tinggi di bawah Kementerian. Oleh sebab itu, UT diharapkan untuk dapat melaju pada perolehan pencapaian yang baik dan mencapai tingkat papan atas klasemen Liga IKU PTN-BH sebagai pendatang baru yang patut diperhitungkan, terutama pada IKU-6.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar pemateri dan audien, yang kemudian ditutup dengan kegiatan foto bersama dengan seluruh partisipan yang menghadiri kegiatan tersebut.



