IMG_3829

Bambang Soesatyo dan Irfan Hakim di Studium Generale UT

UT menyelenggarakan kegiatan studium generale atau kuliah umum secara virtual dengan topik Ekonomi Kreatif di Era Digital”. Acara yang dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawararan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. Cand. H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. dan Irfan Hakim selaku Public Figure sekaligus pengusaha dibuka langsung oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus. Ph.D. Acara ini diselenggarakan secara luring dari Gedung MPR dan juga secara daring melalui channel YouTube UT TV (15/12/2021).

Dalam sambutannya, Prof. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D., mengungkapkan rasa terima kasih kepada dua narasumber yang hadir dan sekaligus berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa UT. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa bukan hanya menjadi pelajar yang mandiri namun juga menjadi pribadi yang tangguh, kreatif dan sama-sama dengan masyarakat membangun kekuatan ekonomi bangsa. Beliau melihat mahasiswa UT merupakan generasi penerus yang akan menyambungkan cerita bangsa Indonesia yang akan datang dan ujung tombak penerus kemajuan bangsa. Selama 37 tahun UT telah berevolusi dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam hal penyesuaian bahan ajar cetak menjadi bahan ajar digital, selain itu juga lebih mendekatkan mahasiswa dalam proses pembelajarannya. Beliau juga berharap kepada seluruh mahasiswa untuk dapat menyesuaikan kemajuan yang telah dicapai oleh UT, terutama dalam konteks integrasi teknologi yang bukan hanya dalam bidang pembelajaran, namun juga dalam membangun kekuatan ekonomi bangsa.

Kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Cand. H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. mengambil tema “Ekonomi kreatif di Era Digital.” Beliau mendukung mahasiswa yang hadir secara luring dan daring untuk dapat memperoleh pendapatan sambil kuliah melalui ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif sangat didukung oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu dengan dibentuknya Kementerian Ekonomi Kreatif digabung dengan pariwisata. Di era pandemi COVID-19 selain mendorong ekonomi dari bidang pariwisata, negara mendukung anak-anak muda untuk lebih kreatif. Indonesia akan memasuki era bonus demografi di usia emas yang ke 100 pada tahun 2045, dimana mayoritas pendudukanya adalah usia produktif atau anak-anak muda yaitu mencapai 70%. Negara diharapkan dapat membentuk para pemuda untuk menjadi kreatif dan inovatif untuk dapat menangkap bonus demografi tersebut. Belajar dari dua negara yang berhasil memanfaatkan bonus demografi yaitu Korea Selatan dan Cina.

Setelah kuliah umum, acara dilanjutkan dengan ngobrol santai bareng Pak Bamsoet dan Kaka Irfan Hakim, yang dipandu oleh Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan (PPHIK) UT, Dr. Sri Sediyaningsih, M.Si. Pada sesi ini kaka Irfan panggilan akrabnya berbagi pengalaman mengenai ekonomi digital. Irfan Hakim selain menjadi public figure, beliau aktif di YouTube dan usaha lain di bidang kuliner dan parfum. Di era pandemi Covid-19 Irfan Hakim memanfaatkan digital marketing untuk dapat mempertahankan usahanya tersebut. Pak Bambang soesatyo memberikan kiat-kiat bagaimana generasi muda memulai ekonomi digital dalam pemanfaatan teknologi menjadi penghasilan dengan kreativitas. Pada sesi ini dilakukan juga tanya jawab antara dua narasumber tersebut dengan mahasiswa secara luring dan daring. Acara dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama. Kuliah umum ini secara luring dilakukan dengan menaati protokol kesehatan yang ketat, memakai masker dan menjaga jarak serta peserta diwajibkan untuk tes antigen sebelum kegiatan berlangsung.