Tangerang, 26 November 2025 – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan pegawai dengan menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Terbuka (UT) pada pekan ini. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kunjungan tersebut mengundang Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) wilayah Tangerang sebagai narasumber utama untuk memberikan informasi tentang peluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tugas kedinasan.
Sosialisasi diikuti oleh Kalapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Salis Farida Fitriani, jajaran pejabat struktural, serta pegawai dari berbagai divisi. Penyampaian materi dilakukan melalui pemaparan langsung dari SALUT yang menjelaskan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh milik UT, serta dialog interaktif yang memberikan gambaran teknis mengenai cara mengikuti perkuliahan. Kegiatan ini digelar untuk memberikan akses pendidikan yang fleksibel, mengingat ritme kerja pegawai pemasyarakatan yang dinamis dan kerap menghambat kesempatan kuliah tatap muka.
Dalam sambutannya, Kalapas Salis Farida Fitriani menegaskan bahwa peningkatan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi Aparatur Sipil Negara. Ia menyadari bahwa padatnya tugas di lingkungan pemasyarakatan seringkali membuat pegawai kesulitan mengikuti pendidikan konvensional. Karena itu, ia menyambut baik kehadiran UT sebagai solusi yang memungkinkan pegawai menempuh studi tanpa mengganggu kewajiban pekerjaan. “Melanjutkan pendidikan bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga investasi profesional bagi kita sebagai ASN. Universitas Terbuka menjadi salah satu solusi bagi pegawai yang ingin kuliah tanpa mengganggu tugas harian,” ujarnya.
Perwakilan SALUT kemudian memaparkan mekanisme kuliah di UT, mulai dari proses pendaftaran, pengaturan jadwal belajar yang fleksibel, pemanfaatan bahan ajar digital, hingga akses layanan akademik yang tersedia kapan saja. SALUT juga berperan sebagai pusat bantuan administrasi dan informasi akademik bagi mahasiswa UT di wilayah Tangerang. Dengan sistem belajar mandiri berbasis teknologi, UT memastikan pegawai dapat menyesuaikan waktu belajar dengan jadwal kerja yang tidak selalu teratur.
Antusiasme pegawai terlihat saat sesi tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan diajukan, seperti cara mendapatkan izin belajar, teknis pelaksanaan ujian, strategi mengatur waktu di tengah tugas kedinasan, serta peluang peningkatan kualifikasi akademik. SALUT memberikan penjelasan yang praktis dan terarah, menunjukkan bahwa kuliah di UT tetap dapat dijalani secara efektif meski pegawai memiliki keterbatasan waktu.
Kegiatan ini turut menjadi bagian dari dukungan terhadap SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Kehadiran UT dan SALUT Tangerang mempertegas bahwa pendidikan kini tidak lagi terhalang ruang dan waktu, melainkan dapat dijangkau siapa saja yang memiliki keinginan untuk belajar.
Sosialisasi ditutup dengan optimisme bahwa semakin banyak pegawai lapas akan memanfaatkan kesempatan ini. Fleksibilitas perkuliahan yang ditawarkan UT, ditambah dengan layanan SALUT yang dekat dengan lingkungan kerja, membuat proses peningkatan kompetensi terasa lebih mungkin dicapai. Bagi pegawai, kesempatan ini bukan sekadar meraih gelar, tetapi juga langkah untuk membangun masa depan yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.


