Nabire – Di tengah rutinitas menjaga keamanan dan melayani masyarakat, 32 Bintara Polres Nabire menyempatkan diri duduk di bangku pelatihan, bukan untuk latihan fisik, tapi untuk belajar tentang masa depan. Rabu (8/10/2025) lalu, Universitas Terbuka (UT) Jayapura melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Nabire datang membawa pesan sederhana namun bermakna besar: pendidikan tinggi kini bisa dijangkau siapa saja, di mana saja.
Kegiatan sosialisasi dan promosi (Sosprom) Salut Nabire ini disambut dengan baik oleh Iptu Ady Prayitno, yang mewakili Kapolres Nabire. Dalam sambutannya, ia tak sekadar menyambut baik kegiatan tersebut, tapi juga menyalakan semangat belajar di tengah para anggotanya.
“Kami berterima kasih kepada Tim Salut Nabire yang sudah hadir langsung. Saya berharap rekan-rekan Bintara bisa terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas wawasan lewat pendidikan. Apalagi sekarang, dengan sistem online UT, kita bisa kuliah tanpa harus meninggalkan tugas utama sebagai anggota kepolisian,” ucap Ady.
Di balik seragam dan disiplin ketat, para anggota Polri ternyata juga haus akan pengetahuan. Dan UT hadir sebagai jembatan yang memungkinkan hal itu terjadi tanpa mengorbankan waktu tugas mereka.
Kepala Salut Nabire, Ishak Darmawan, S.I.Kom, menjelaskan, UT kini memberikan kemudahan khusus bagi anggota Polri yang ingin melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Hukum.
“Bagi anggota Polri yang mendaftar di Prodi Ilmu Hukum, ada pembebasan enam mata kuliah relevan. Cukup melampirkan fotokopi ijazah dan transkrip nilai Diktukba Polri,” ungkap Ishak.
Kebijakan ini bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap pengabdian aparat negara, tapi juga cara UT mempermudah langkah mereka meraih gelar sarjana. Dengan sistem itu, masa kuliah bisa lebih singkat—sekitar tiga setengah tahun saja.
Lebih dari itu, UT juga memahami dinamika profesi Polri yang sering berpindah tugas dan memiliki jadwal tak menentu. Karena itu, seluruh sistem pembelajaran di UT dirancang fleksibel, memungkinkan mahasiswa belajar dari mana saja dan kapan saja.
“Bahkan kalau ada mahasiswa yang tidak bisa ikut ujian karena tugas atau kendala lain, mereka bisa mengajukan penjadwalan ulang. Jadi tidak ada alasan tertinggal dalam perkuliahan,” jelas Ishak.
Langkah UT Jayapura dan Salut Nabire ini tak sekadar soal membuka pendaftaran baru, tapi tentang membuka jalan menuju pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkeadilan, sesuai semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas dan poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Dengan pendekatan pembelajaran jarak jauh yang modern dan adaptif, Universitas Terbuka terus membuktikan diri sebagai pelopor pendidikan tanpa batas—memberi kesempatan bagi siapa pun, termasuk mereka yang menjaga ketertiban negeri, untuk terus bertumbuh dan belajar.
Dari Nabire, semangat belajar itu menyala: bahwa menuntut ilmu tak lagi soal waktu atau tempat, tapi tentang kemauan untuk terus maju.



