Tangerang Selatan — Suasana sidang terbuka berlangsung khidmat ketika Dr. Adrian Sutawijaya mempertahankan disertasinya pada 10 Februari 2026. Di hadapan tim promotor dan penguji, ia memaparkan gagasan yang berangkat dari praktik sehari-hari pengadaan barang/jasa: sistem yang baik belum tentu menghasilkan kinerja tanpa perilaku pelaksana yang selaras. Sidang tersebut turut dihadiri sejumlah undangan, termasuk Mayjen Purn. Hambali Hanafiah dan Brigjen Purn. Zamzami Hanafiah.
Melalui disertasi berjudul “Model Good Procurement Governance (GPG) dalam Mewujudkan Kinerja Pengadaan melalui Perilaku Pelaku Pengadaan Barang/Jasa (Studi pada Universitas Terbuka)”, Adrian mengkaji tata kelola pengadaan di perguruan tinggi. Ia menempatkan perilaku pelaku pengadaan sebagai penghubung antara aturan dan hasil kerja—bagian yang kerap luput ketika perhatian hanya tertuju pada regulasi dan platform digital.
Ketua Promotor Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menjelaskan bahwa banyak studi pengadaan masih membahas regulasi, kelembagaan, atau sistem informasi secara terpisah. Penelitian ini mencoba merangkainya menjadi satu model tata kelola yang utuh, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi.


Penelitian yang dilakukan di Universitas Terbuka menggunakan pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa tata kelola mendorong terbentuknya perilaku yang lebih baik, sementara perilaku pelaku pengadaan berpengaruh positif terhadap kinerja. Tanpa mediasi perilaku yang berintegritas, tata kelola saja tidak otomatis menghasilkan kinerja optimal.
Temuan tersebut menegaskan bahwa regulasi dan sistem perlu berjalan bersama integritas, profesionalisme, dan etika pelaksana agar pengadaan berlangsung efektif, efisien, dan berorientasi pada value for money. Karena itu, kontribusi riset ini dinilai relevan tidak hanya bagi Universitas Terbuka, tetapi juga bagi perguruan tinggi dan lembaga publik lainnya.
Usai sidang, Adrian menyampaikan apresiasi kepada tim promotor dan penguji serta menegaskan pentingnya menjaga standar akademik. Ia berharap model yang dikembangkannya dapat mendukung penguatan sistem pengadaan di Indonesia. Sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, ia juga mendorong dosen dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualifikasi melalui studi lanjut sebagai bagian dari penguatan tata kelola yang berkelanjutan.
Bagi Universitas Terbuka, capaian ini menjadi bagian dari upaya memperkaya kontribusi akademik dalam pengembangan tata kelola publik berbasis integritas dan praktik yang terukur.



