Hirup Napas Hijau, Tanam Masa Depan: Cara UT Gaungkan SDGs Lewat Aksi Kolektif 

Tangerang Selatan, 25 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) menutup rangkaian Galeri PTJJ UT & UIGM National Meeting 2025 dengan cara yang istimewa: Green Breath Activity yang bertajuk “Hirup Napas Hijau, Tanam Masa Depan” di kawasan Danau UT. Dipimpin langsung oleh Rektor UT bersama Wakil Ketua UI GreenMetric, kegiatan ini bukan sekadar penutup acara, melainkan simbol nyata komitmen UT dalam mewujudkan kampus berkelanjutan dan menginspirasi masyarakat untuk menjaga bumi. 

Acara dimulai dengan sambutan Wakil Ketua UI GreenMetric, Dr. Abellia Anggi Wardani, S.Hum., M.A. Dalam sambutannya Dr. Abellia mengapresiasi UT atas terselenggaranya kegiatan ini dan juga kontribusi serta inovasi UT dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mewujudkan Kampus Hijau. “Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semoga kita sama-sama dapat berkontribusi untuk lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” harapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE., M.Si mengungkapkan hal serupa. “Hari ini adalah hari yang spesial, sebab terselenggaranya hari ini menjadi wujud nyata komitmen kita bersama. UT sebagai kampus penyelenggara PTJJ ingin mewariskan kepada generasi yang akan datang lingkungan yang asri, lestari, dan hijau,” ungkap Prof. Ali.  

Lebih dari itu, Prof. Ali juga mengungkapkan bahwa UT terus berkomitmen dalam mewujudkan Green Campus. “UT terus menjadi pelopor dan inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan. UT sebenarnya sudah menerapkan itu. Dengan pembelajaran kita yang mengusung PTJJ, kita dapat mengurangi penggunaan transportasi dan polusi dari emisi karbon. Dengan pembelajaran berbasis digital kita dapat lebih efisien. UT itu bukan mahasiswa yang datang ke kampus, melainkan kampus yang datang ke rumah-rumah mahasiswa,” ujarnya.  

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman tiga jenis pohon simbolis: Tabebuya, Cengkeh, dan Kamboja Bali, oleh Rektor UT, Wakil Ketua UIGM, dan Perwakilan Peserta UIGM. Sebanyak 76 peserta dari lintas perguruan tinggi mengikuti acara ini. Tabebuya dipilih sebagai simbol harapan dan keindahan kolaborasi, dengan bunganya yang mekar serentak melambangkan semangat persatuan dalam menghadirkan perubahan positif. Sementara Cengkeh, tanaman dengan nilai ekonomi dan sosial tinggi, melambangkan ketahanan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kamboja Bali, dengan bunga yang identik dengan ketulusan dan keseimbangan hidup, menjadi simbol kesadaran spiritual dan harmoni antara manusia dengan alam. 

Dengan mengusung semangat kolaborasi pentahelix (akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media), Green Breath Activity menegaskan bahwa komitmen keberlanjutan harus diwujudkan dalam aksi kolektif. Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk tidak hanya fokus pada inovasi akademik, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.