Labuan Bajo. Nama ini kini bukan hanya identik dengan keindahan komodo dan sunset di atas lautan Flores, tetapi juga dengan geliat pertumbuhan dan harapan generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan terdidik menjadi semakin mendesak. Menjawab kebutuhan vital ini, Universitas Terbuka (UT) hadir dengan komitmen teguh untuk menghadirkan pendidikan berkualitas tanpa batas langsung ke Sentra Layanan UT (Salut) Labuan Bajo yang berlokasi di SMAN 1 Komodo, Manggarai Barat 10 Desember 2025.
Di tengah pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) yang diikuti sekitar 400 mahasiswa pada 10–14 Desember 2025, hadir langsung Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T., Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT Pusat. Kehadiran perwakilan MWA ini menegaskan betapa sentralnya peran pengawasan dan penjaminan mutu dalam memastikan standar akademik UT terpenuhi hingga ke daerah terpencil.
Didampingi Kepala Salut Labuan Bajo, Suryadin, S.Sos., Dr. Ake memantau langsung jalannya ujian yang terbagi dua: daring (online menggunakan komputer) dan tatap muka. Beliau memastikan bahwa seluruh proses berjalan tertib dan sesuai standar mutu tertinggi. “Ujian hari pertama ini berjalan dengan lancar dan tertib. Kita harapkan mahasiswanya semuanya bisa lulus dengan hasil yang baik,” ujar Dr. Ake.
Beliau juga menekankan integritas akademik yang tak bisa ditawar. Aturan UT sangat ketat: mahasiswa yang melanggar tata cara atau menyontek akan langsung dikeluarkan dan dinyatakan tidak lulus semua mata kuliah semester itu. Hal ini adalah wujud nyata upaya UT dalam menjaga kualitas lulusan dan komitmen pada SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas).
Lebih dari sekadar pengawasan ujian, kedatangan Dr. Ake membawa angin segar berupa kabar pengembangan akademik yang menjanjikan masa depan cerah bagi Manggarai Barat. Menyadari potensi daerah, UT terus memperluas pilihan studi yang relevan, terutama yang berfokus pada teknologi dan kewirausahaan.
Setelah sukses dengan prodi anyar seperti S1 Pariwisata, S1 Kewirausahaan, dan S1 Sains Data, UT merencanakan peluncuran program studi yang lebih spesifik pada tahun 2026: D3 Teknologi Informasi dan D4 Akuntansi Bisnis Digital. Pilihan ini disiapkan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang diperlukan di era digital dan pariwisata, sejalan dengan visi SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Optimisme ini juga merambah ke jenjang tertinggi. UT telah memiliki beragam program Magister diantaranya Magister Manajemen Perikanan, Lingkungan, hingga Administrasi Publik. Bahkan, telah tersedia program Doktor Ilmu Manajemen dan Doktor Administrasi Publik.
“Di Ternate sudah ada lulusan S3 dari UT. Kita berharap Manggarai Barat juga punya pionirnya,” ucap Dr. Ake, dengan harapan tulus melihat putra-putri daerah ini menjadi pionir akademis hingga jenjang doktor di kampus yang secara institusi telah terakreditasi Unggul ini.
Komitmen UT untuk inklusivitas diperkuat melalui penyediaan berbagai program beasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan. Dr. Ake menyebutkan adanya program KIP Kuliah bagi anak berprestasi. Selain itu, ada pula beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi dari tingkat regional hingga internasional, serta bantuan dari program CSR, alumni, dan mitra UT.
Mahasiswa di Manggarai Barat didorong untuk lebih aktif memanfaatkan peluang ini, termasuk peluang pelatihan berbasis kompetensi yang dibiayai UT. “Mahasiswa harus rajin cek website prodi masing-masing,” pesannya.
Mengakhiri kunjungannya, Dr. Ake memastikan bahwa UT akan terus memperkuat layanan pendidikan jarak jauh, menjadikan akses pendidikan tinggi bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang terbuka lebar bagi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya. “Kami berharap mahasiswa di Manggarai Barat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, baik dalam studi, beasiswa, maupun peningkatan kompetensi,” tutupnya, meninggalkan harapan besar di gerbang timur Indonesia.



