Universitas Terbuka (UT) memperkuat perannya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dengan menggelar kegiatan edukasi kebencanaan di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (26/3/2026). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), UT hadir langsung memberikan pembekalan praktis kepada warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), UT menunjukkan bahwa perannya tidak berhenti pada pembelajaran jarak jauh semata. UT hadir langsung di lapangan, menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini dipimpin oleh Evi Zakiyah, S.IIP., M.Hum. dari Program Studi Kearsipan UT Pusat bersama tim yang terdiri dari Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc. selaku Wakil Direktur Bidang Akademik Sekolah Vokasi, Aulia Nurdiansyah, S.Pd., M.A., Habiburahman, serta Viola Dwi Putri Syarif, M.IP.. Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, S.P., M.Si., turut hadir memantau jalannya kegiatan, menegaskan keseriusan UT dalam memastikan program ini berdampak langsung.
Di tengah suasana yang hangat dan penuh keakraban, warga mengikuti sesi demi sesi edukasi kebencanaan yang disampaikan dengan bahasa sederhana. Di sinilah peran UT terasa kuat—membawa ilmu pengetahuan yang biasanya hadir di ruang akademik menjadi lebih dekat, mudah dipahami, dan relevan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sebagai wilayah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, masyarakat Guguak Malalo membutuhkan pengetahuan praktis tentang mitigasi dan kesiapsiagaan. UT menjawab kebutuhan itu dengan pendekatan yang inklusif, menjangkau semua kalangan tanpa memandang latar belakang pendidikan. Inilah wujud nyata komitmen UT sebagai perguruan tinggi terbuka: memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, mengapresiasi peran aktif UT yang tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga mitra masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran UT tidak hanya memberikan edukasi kebencanaan yang sangat bermanfaat, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata melalui bantuan yang diberikan kepada masyarakat kami,” ujarnya.
Peran UT semakin terasa melalui aksi nyata lainnya, yakni penyaluran bantuan berupa buku bacaan dan Al-Qur’an kepada pemerintah nagari. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan nilai-nilai keagamaan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan yang dibawa UT bersifat menyeluruh—tidak hanya intelektual, tetapi juga sosial dan spiritual.
Direktur UT Padang, Merry, menegaskan bahwa kehadiran UT di Nagari Guguak Malalo bukanlah langkah sesaat.
“Hari ini kami memulai dengan edukasi kebencanaan dan penyaluran bantuan awal. Ke depan, kami telah menyiapkan program lanjutan, termasuk pembangunan sumur, sebagai bagian dari upaya mendukung ketangguhan masyarakat Nagari Guguak Malalo,” jelasnya.
Apa yang dilakukan UT ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas (SDG 4) dan membangun komunitas yang tangguh (SDG 11). Namun lebih dari itu, UT membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi solusi nyata bagi persoalan di masyarakat.
Menjelang akhir kegiatan, interaksi hangat antara warga dan tim UT masih terus berlangsung. Dari diskusi hingga canda ringan, semuanya mencerminkan kedekatan yang terbangun dalam waktu singkat. Di momen inilah peran Universitas Terbuka terasa begitu kuat—bukan hanya sebagai penyedia pendidikan, tetapi sebagai jembatan harapan.
Dari Nagari Guguak Malalo, UT kembali menegaskan jati dirinya: menghadirkan pendidikan berkualitas tanpa batas, menjangkau hingga ke pelosok, dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Karena bagi UT, pendidikan bukan sekadar akses, melainkan kehadiran yang benar-benar dirasakan.



