Papua Tengah Siapkan Pendirian Universitas Terbuka, Solusi Akses Pendidikan di Wilayah 3T

Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Universitas Terbuka (UT) mulai mematangkan rencana pendirian Universitas Terbuka Daerah Papua Tengah sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Pembahasan ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Rabu (8/4/2026), di tengah dorongan kuat untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif di daerah dengan tantangan geografis yang kompleks.

Rencana tersebut menjadi sorotan karena Papua Tengah selama ini masih menghadapi persoalan klasik dalam sektor pendidikan, mulai dari wilayah yang sangat luas, akses transportasi yang terbatas, hingga sebaran penduduk yang tidak merata. Kondisi ini membuat banyak calon mahasiswa kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Di titik inilah Universitas Terbuka hadir membawa pendekatan berbeda melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan berbasis teknologi.

Dalam forum tersebut, Wakil Rektor III Universitas Terbuka, Paken Pandiangan, bersama tim UT Pusat, UT Jayapura, dan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Nabire, memaparkan bagaimana UT selama ini menjadi pionir pendidikan terbuka di Indonesia. Dengan model open and distance learning, UT menawarkan sistem belajar yang tidak membatasi ruang dan waktu, sehingga mahasiswa dapat tetap menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.

Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), menyambut positif gagasan tersebut. Diskusi berlangsung dinamis, terutama ketika konsep “kampus tanpa batas” yang diusung UT dipaparkan sebagai solusi konkret atas ketimpangan akses pendidikan tinggi di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Pemerintah daerah menilai kehadiran Universitas Terbuka Daerah Papua Tengah bukan hanya soal membangun institusi pendidikan baru, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Kehadiran UT diharapkan dapat memperkuat layanan akademik, memperluas jangkauan pendampingan belajar, serta menghadirkan pusat layanan pendidikan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Di tengah dinamika diskusi, terlihat jelas bahwa Universitas Terbuka tidak hanya diposisikan sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai motor penggerak transformasi akses belajar di Papua Tengah. Konsep pendidikan tanpa batas yang menjadi identitas UT memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan infrastruktur untuk mengakses pendidikan tinggi.

FGD ini sekaligus menjadi penanda awal dari upaya besar membangun masa depan pendidikan di Papua Tengah. Sebuah langkah yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan institusi, tetapi juga pada perubahan sosial yang lebih luas—membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya Universitas Terbuka sebagai mitra strategis, Papua Tengah tengah bergerak menuju babak baru: pendidikan tinggi yang tidak lagi dibatasi oleh geografi, melainkan ditentukan oleh semangat dan kesempatan yang sama untuk belajar.