Hendy Yudoko Resmi Jabat Manajer PDJR UT Purwokerto, Fokus Perluas Akses Kuliah di Desa

Tangerang Selatan – Memperoleh akses pendidikan tinggi seringkali menjadi tantangan besar bagi mereka yang terpisah jarak atau terikat rutinitas pekerjaan. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Purwokerto melakukan langkah strategis dengan menyegarkan lini kepemimpinannya demi memastikan layanan pendidikan berkualitas bisa menjangkau hingga sudut-sudut desa.

Fokus ini dipertegas melalui pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian (PDJR) di Kantor UT Purwokerto, Rabu (1/4/2026). Posisi strategis yang menjadi “pintu masuk” bagi calon mahasiswa ini kini resmi dijabat oleh Hendy Yudoko, S.P., menggantikan Ismiantoro Aziiz Shahrani, S.Kom.

Direktur UT Purwokerto, Prasetyarti Utami, yang memimpin langsung prosesi tersebut, menyampaikan bahwa pergantian ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Menurutnya, jabatan Manajer PDJR adalah ujung tombak dalam membumikan konsep pendidikan jarak jauh yang fleksibel namun tetap berkualitas.

“Kami ingin membawa inovasi baru. Amanah ini bukan hanya soal administrasi, tapi bagaimana kita bisa merangkul masyarakat yang selama ini merasa ‘mustahil’ bisa kuliah karena kendala jarak maupun waktu,” ujar Prasetyarti dalam sambutannya.

Langkah ini secara natural memperkuat komitmen UT dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 terkait Pendidikan Berkualitas. Dengan memperluas daya jangkau, UT tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga sedang meruntuhkan tembok ketimpangan akses informasi dan pengetahuan (SDG 10) di tengah masyarakat Jawa Tengah bagian selatan.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut disaksikan oleh dua saksi senior, Drs. Suhartono, M.Si. dan Adi Setyawan, S.E., M.M. Dalam momen tersebut, apresiasi tinggi juga diberikan kepada Ismiantoro Aziiz Shahrani. Di bawah kendalinya, UT Purwokerto dinilai berhasil menjaga ritme registrasi dan ujian tetap stabil di tengah badai digitalisasi yang menuntut kecepatan layanan.

Kini, estafet perjuangan ada di tangan Hendy Yudoko. Hendy diharapkan mampu menghadirkan strategi yang lebih adaptif untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa. Tantangannya adalah bagaimana membuat sistem UT yang inklusif semakin dikenal oleh para pekerja, ibu rumah tangga, hingga lulusan SMA di daerah pelosok yang ingin terus berkembang tanpa harus merantau.

Melalui semangat “Menjangkau yang Tidak Terjangkau”, UT Purwokerto ingin menegaskan kembali bahwa pendidikan tinggi adalah hak semua kalangan, bukan privilese kelompok tertentu saja.

Dengan kehadiran wajah baru di jajaran manajerial, institusi ini optimis dapat mengakselerasi target-target inovatif di masa depan. Fokusnya jelas: memberikan layanan pendidikan tanpa batas yang mampu mengubah hidup banyak orang, sejalan dengan visi dunia untuk menghadirkan keadilan sosial melalui jalur edukasi.