Di tengah deretan alat uji dan aroma khas ruang laboratorium, ada satu hal yang sedang diupayakan: memastikan mahasiswa tetap bisa “menyentuh” ilmu pengetahuan secara nyata, meski kuliah dari jarak jauh. Semangat itulah yang mengiringi langkah Universitas Terbuka (UT) Padang saat berkunjung ke kampus Politeknik ATI Padang, Selasa (10/3/2026), untuk membuka akses praktikum bagi mahasiswa.
Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh, pengalaman praktik sering kali menjadi momen yang paling dinanti. Di sanalah teori yang selama ini dipelajari dari modul dan ruang virtual akhirnya bertemu dengan realitas eksperimen di laboratorium. Kesadaran akan pentingnya pengalaman belajar tersebut mendorong UT Padang untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan berbagai institusi pendidikan.
Langkah itu diwujudkan melalui kunjungan kerja yang dipimpin Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, bersama jajaran ke Politeknik ATI Padang. Dalam kesempatan tersebut, rombongan UT Padang meninjau langsung fasilitas laboratorium kimia yang dimiliki kampus tersebut guna melihat kesiapan sarana dan prasarana yang berpotensi dimanfaatkan mahasiswa UT dalam kegiatan praktikum.
Peninjauan ini bukan sekadar agenda seremonial. Bagi UT Padang, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa mahasiswa tetap memperoleh pengalaman belajar yang utuh, termasuk pada mata kuliah yang menuntut kegiatan praktik.
Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, menegaskan bahwa kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka.
“Melalui kerja sama dengan Politeknik ATI Padang, kami berharap mahasiswa UT dapat memperoleh akses terhadap fasilitas laboratorium yang memadai untuk menunjang kegiatan praktikum,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun UT menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, proses pembelajaran tidak sepenuhnya berlangsung secara daring. Untuk mata kuliah yang membutuhkan praktik, mahasiswa tetap mengikuti kegiatan praktikum secara luring atau tatap muka agar dapat merasakan langsung proses eksperimen serta penerapan teori yang dipelajari.
Pendekatan ini menjadi penting karena pengalaman praktikum tidak hanya memperdalam pemahaman akademik mahasiswa, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang memadai, mahasiswa UT diharapkan mampu mengasah kemampuan analitis, ketelitian, serta keterampilan teknis yang menjadi bekal penting di masa depan.
Lebih jauh lagi, kunjungan ini juga membuka ruang dialog yang mempererat hubungan kelembagaan antara UT Padang dan Politeknik ATI Padang. Kedua institusi melihat peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam pemanfaatan laboratorium, tetapi juga pada pengembangan kerja sama akademik lainnya di masa mendatang.
Kolaborasi semacam ini menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat saling melengkapi sumber daya demi meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui sinergi tersebut, akses mahasiswa terhadap fasilitas pembelajaran yang berkualitas dapat semakin terbuka, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif.
Upaya ini juga sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Kolaborasi antar lembaga pendidikan menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Bagi UT Padang, langkah menjalin kerja sama bukan sekadar memperluas jaringan kelembagaan. Lebih dari itu, kolaborasi menjadi cara untuk memastikan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh tetap mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kaya, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata.
Dengan semangat tersebut, ruang-ruang laboratorium yang kini dijajaki pemanfaatannya bukan hanya tempat berlangsungnya praktikum. Di dalamnya tersimpan harapan agar mahasiswa—meski belajar dari berbagai penjuru daerah—tetap memiliki kesempatan yang sama untuk bereksperimen, memahami ilmu secara lebih mendalam, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.



