Kesibukan bekerja di lapangan tak menghalangi Rizqan Prasetyo untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang kini bertugas di Palembang itu memilih kuliah di Universitas Terbuka (UT) Palembang demi mengejar jenjang karier yang lebih baik di masa depan.
Rizqan, warga asli Bandung, sudah satu tahun bekerja di Palembang setelah lulus seleksi PT KAI usai menamatkan pendidikan SMA. Demi pekerjaannya sebagai pelaksana lapangan, ia harus merantau dan tinggal indekos di kota tersebut.
“Saya tamatan SMA ikut tes lulus PT KAI ditugaskan di Palembang. Sudah 1 tahun kerja dan kos di Palembang,” ucapnya.
Saat ini, Rizqan bekerja sebagai Petugas Langsir dengan seragam oranye yang bertugas memandu masinis masuk ke jalur kereta api. Pekerjaan itu menuntut ketelitian dan kesiapan fisik karena lebih banyak dilakukan di lapangan.
Namun, Rizqan menyadari bahwa untuk meningkatkan posisi dan kesejahteraan, pendidikan menjadi kunci. Ia pun menjatuhkan pilihan pada UT Palembang karena sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan memungkinkan mahasiswa tetap bekerja.
“UT Palembang fleksibel saya bisa kerja dan kuliah keduanya tidak saling menganggu,” tuturnya.
Menurutnya, tidak banyak perguruan tinggi yang memberikan ruang bagi pekerja aktif untuk menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Model pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang diterapkan UT menjadi solusi konkret bagi pekerja seperti dirinya.
Ia mengungkapkan, dengan latar belakang pendidikan SMA, peluang kariernya masih terbatas di pekerjaan lapangan. Karena itu, ia menargetkan gelar sarjana (S1) sebagai pintu untuk naik jabatan.
“Kalau hanya tamatan SMA saya kerjanya di lapangan. Sekarang saya kerja di PT KAI sebagai pelaksana lapangan menggunakan seragam oranye yang memandu masinis untuk masuk ke jalur kereta api sebagai Petugas Langsir,” katanya.
Rizqan berharap, setelah menyelesaikan studi S1 di UT Palembang, ia dapat memperoleh penyetaraan jabatan dan peningkatan gaji, serta beralih ke posisi staf di dalam kantor.
“Tamar dari UT Palembang jenjang karir bisa lebih baik lagi. S1 bisa penyetaraan gaji lebih besar dan tidak lagi kerja di lapangan kerjanya di kantor,” ucapnya.
Ia pun menargetkan masa studi selama empat tahun dapat diselesaikan tepat waktu. “Saya kuliah di UT Palembang untuk mengejar jenjang karir. Target saya 4 tahun selesai semoga saya semuanya lancar,” pungkasnya.
Kisah Rizqan mencerminkan peran strategis Universitas Terbuka dalam membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja aktif di berbagai sektor. Dengan sistem pembelajaran fleksibel berbasis teknologi dan dukungan layanan akademik jarak jauh, UT memungkinkan mahasiswa belajar tanpa meninggalkan tanggung jawab profesional.
Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang inklusif dan merata, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pendidikan tinggi yang mudah diakses menjadi jembatan bagi peningkatan kompetensi dan mobilitas sosial pekerja.
Melalui model pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT terus membuktikan bahwa kuliah tidak lagi dibatasi ruang, waktu, usia, maupun status pekerjaan. Bagi Rizqan dan ribuan mahasiswa lainnya, kampus ini menjadi jalan untuk memperbaiki masa depan tanpa harus melepaskan pekerjaan hari ini.



