Suasana haru dan bangga menyelimuti ruang Galaxy Hotel Banjarmasin, Selasa (4/11/2025). Di tengah dentingan musik wisuda dan toga biru laut yang berayun serempak, ratusan wajah bahagia menandai babak baru perjalanan para lulusan Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin. Namun lebih dari sekadar seremoni akademik, Wisuda Tahap II Tahun 2025 ini menjadi simbol kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PJJ).
Kepercayaan itu bukan datang tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah mahasiswa UT Banjarmasin melonjak hingga 300 persen — angka yang mencerminkan bukan hanya minat, tetapi juga keyakinan bahwa sistem pembelajaran fleksibel berbasis digital kini mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) UT, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., menyebut peningkatan ini sebagai bukti nyata bahwa publik dan pemerintah semakin mengakui relevansi model pendidikan terbuka di era disrupsi teknologi.
“Kami sangat mengapresiasi UT Banjarmasin. Dukungan dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, hingga lembaga-lembaga daerah menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin percaya terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh,” ujar Meita dalam sambutannya.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat akan pentingnya peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan tinggi menjadi pendorong utama tren tersebut. “Masyarakat kini lebih adaptif terhadap perubahan. Pendidikan jarak jauh yang fleksibel dan berbasis digital menjadi solusi nyata bagi banyak kalangan, termasuk pekerja dan ibu rumah tangga yang ingin terus belajar,” tambahnya.
Pada wisuda kali ini, UT Banjarmasin meluluskan 504 mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari Magister (S2), Sarjana (S1), hingga Diploma (D3 dan D4). Dari jumlah tersebut, 376 wisudawan dan wisudawati hadir secara langsung mengikuti prosesi dengan khidmat dan penuh semangat.
Para lulusan berasal dari beragam program studi seperti Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Pendidikan Dasar, Matematika, Perencanaan Wilayah dan Kota, Statistika, Agribisnis, Manajemen, Ilmu Hukum, Akuntansi, Ekonomi Syariah, hingga program Diploma bidang Kearsipan, Perpustakaan, dan Perpajakan.
Prestasi akademik membanggakan turut mewarnai perayaan ini. M. Ihya Ulumuddin, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih IPK sempurna 4,00 dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Selain itu, penghargaan serupa juga diberikan kepada Gea Varisciananda Rindriasari (Ilmu Hukum, IPK 3,72), Jasmine Kinanti Putri (Pendidikan Anak Usia Dini, IPK 3,78), Nor Ida Yanti (Ekonomi Syariah, IPK 3,80), dan Silviana Aghni Azhari (Statistika, IPK 3,71).
Dengan mengusung tema “Penguatan Ekosistem Digital, Fondasi Inovasi Pemerintahan Masa Depan,” wisuda UT Banjarmasin tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kampus dalam mencetak generasi unggul yang tak hanya berilmu, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tema ini, menurut Dr. Meita, sangat relevan dengan tantangan zaman dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
“Lulusan UT bukan hanya menguasai teori, tetapi juga terbiasa dengan sistem pembelajaran digital yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, dan penguasaan teknologi. Mereka siap berkontribusi dalam inovasi tata kelola pemerintahan dan sektor publik,” jelasnya.
Meita pun berpesan agar para lulusan tidak berhenti pada titik wisuda, melainkan menjadikannya batu loncatan untuk terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Selamat kepada seluruh wisudawan. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk berkarya bagi masyarakat, serta terus junjung tinggi nama baik almamater Universitas Terbuka Banjarmasin,” tuturnya.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin terus memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa batas ruang dan waktu.
Dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh berbasis teknologi informasi, UT bukan hanya membuka akses pendidikan bagi semua kalangan, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global. Dari ruang-ruang belajar virtual hingga panggung-panggung pembangunan daerah, UT hadir menegaskan misinya: membangun bangsa melalui pendidikan yang tak mengenal sekat.



