Suasana Aula Lantai 4 Kantor UT Purwokerto terasa hangat pada Senin (9/2/2026). Ratusan calon wisudawan memenuhi ruangan, sebagian mencatat, sebagian lain menyimak dengan saksama. Sebanyak 884 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Purwokerto mengikuti Seminar Akademik sebagai bagian dari rangkaian menjelang wisuda, sebuah ruang pembekalan sebelum mereka melangkah ke dunia kerja dan masyarakat.
Seminar bertema “Transformasi Makna Pendidikan Tinggi Terbuka: Menyatukan Responsibilitas SDM dan Akses Ilmu Berkelanjutan” menghadirkan jurnalis sekaligus presenter Kick Andy, Andy F. Noya, sebagai pembicara utama. Acara dibuka oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, dan dihadiri Prof. Ojat Darojat, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK.
Dalam sesi interaktif, Andy mengajak peserta merefleksikan kekhawatiran yang kerap muncul setelah lulus, mulai dari peluang kerja hingga kesesuaian bidang studi. Ia juga menyinggung pandangan yang masih dilekatkan pada pendidikan jarak jauh, seraya menekankan bahwa akses belajar terbuka memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah.
Ia kemudian mengajak mahasiswa mengenali minat dan tujuan pribadi sebagai dasar menentukan arah karier. Andy membagikan pengalamannya semasa muda yang sempat menempuh pendidikan kejuruan, sebelum akhirnya menemukan ketertarikan pada dunia menulis. Dari pengalaman tersebut, ia mendorong mahasiswa untuk berani mengenali potensi diri sejak awal.
“Temukan passion, temukan lentera jiwamu,” ujarnya, menekankan bahwa keberhasilan lebih mudah dicapai ketika seseorang menjalani bidang yang sesuai dengan minatnya.
Respons peserta pun beragam. Didianto (26), mahasiswa Program Studi Manajemen yang bekerja sebagai karyawan swasta, mengaku memperoleh motivasi baru setelah mengikuti seminar. Hal serupa disampaikan Ghufron (40), calon wisudawan Program Studi Sistem Informasi, yang merasa diingatkan untuk terus mengembangkan minat dan tujuan hidup.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, menjelaskan bahwa seminar akademik dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah, seperti percepatan digitalisasi dan kebutuhan kompetensi baru.
Ia menambahkan bahwa melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberi kesempatan belajar bagi berbagai kalangan tanpa batas usia, pekerjaan, maupun lokasi. Pendekatan tersebut mendukung pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pembekalan ini, para calon wisudawan diharapkan siap secara akademik serta memiliki kepercayaan diri dan arah pengembangan diri yang semakin terbuka dan optimistis. Bagi mereka, UT menjadi ruang belajar yang membuka lebih banyak peluang di masa depan.


