Pagi itu, Hotel Aston Purwokerto dipenuhi ratusan mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Purwokerto yang siap mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Tahap 4. Di antara mereka, Fajar Jamaludin, pria asal Cilacap, tampak tenang sambil membawa tas dan catatan. Hari itu bukan sekadar orientasi baginya, melainkan langkah pertama untuk mewujudkan impian besar: menjadi anggota pertama keluarganya yang lulus sarjana.
Fajar baru saja mendaftar di program S1 Manajemen. Baginya, kuliah bukan soal gengsi, melainkan pembuktian. “Saya lima bersaudara, dan belum ada dari keluarga saya yang sarjana. Saya sudah berkeluarga, sebelum 30 tahun usia saya saya ingin memiliki ijazah dan jadi motivasi keluarga saya,” ujar Fajar. Dengan target yang jelas, ia ingin sebelum usia 30 tahun sudah mengenakan toga, menjadi contoh bagi keluarganya.
Tantangan Fajar nyata. Sebagai kepala keluarga, ia harus menyeimbangkan waktu antara pekerjaan, urusan rumah tangga, dan kuliah. Selama ini, manajemen waktunya kerap berantakan. Di sinilah Universitas Terbuka menjadi pilihan tepat. Sistem belajar yang fleksibel memungkinkan ia tetap bekerja dan mengurus keluarga sambil menempuh pendidikan tinggi. “Salah satu yang menjadikan saya memilih UT karena waktu yang fleksibel, jadi saya tetap masih bisa beraktivitas lainnya,” tambah Fajar.
OSMB dan Klinik Ujian (KU) Semester 2025/2026 Genap tahap keempat ini diikuti sekitar 450 mahasiswa baru UT Purwokerto. Kegiatan yang digelar pada Minggu (8/2/2026) ini menjadi titik awal perjalanan akademik mahasiswa. Acara dibuka oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., dengan tema inspiratif: “Change your mindset, and Transform yourself to be ready for Any Challenge.” Tema ini menekankan pentingnya pola pikir yang siap menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh sekaligus tuntutan dunia kerja.
Prasetyarti menegaskan, OSMB bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kemandirian dan progresivitas. “Proses pembelajaran yang dimulai dari OSMB ini bukan sekadar rutinitas, namun merupakan awal dari perjalanan panjang menuju kesuksesan,” ujarnya. UT kini resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) ke-21 dari 24 PTN-BH di Indonesia dan sedang bertransformasi menjadi World Class University. UT Purwokerto sendiri mengelola sekitar 30 ribu mahasiswa aktif dari total 756 ribu mahasiswa secara nasional.
Cerita Fajar mencerminkan filosofi Universitas Terbuka: pendidikan berkualitas dapat dijangkau siapa saja, tanpa batas usia, latar belakang, atau status sosial. Hal ini sejalan dengan SDGs 4, yang mendorong pendidikan inklusif dan merata. UT bukan hanya tempat kuliah, tetapi juga wadah untuk membuka peluang, menumbuhkan kemandirian, dan mengubah hidup mahasiswa.
Ketika OSMB usai, Fajar melangkah keluar hotel dengan catatan di tangan dan tekad di hati. Ia tahu, perjalanan masih panjang, tapi Universitas Terbuka memberinya fleksibilitas dan kesempatan untuk melangkah sejauh mungkin. Baginya, satu langkah kecil hari ini bisa menjadi lompatan besar menuju masa depan yang lebih baik.



