Tangerang Selatan, 30 Desember 2025 – Kabupaten Kayong Utara, dengan hamparan pesisir yang tenang dan perbukitan hijau yang memeluk Kecamatan Sukadana, menyimpan kerinduan mendalam akan kemajuan bagi masyarakatnya. Di balik indahnya senja di tepi pantai, ada mimpi-mimpi besar dari para pemuda, guru, hingga pekerja di pelosok desa yang ingin meraih gelar sarjana tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran yang mereka cintai. Selama ini, jarak menuju pusat kota sering kali menjadi tembok penghalang, memaksa banyak talenta terbaik daerah untuk mengubur impian mereka demi tuntutan keadaan.
Namun, angin segar kini berhembus membawa kabar bahagia bagi setiap jiwa yang haus akan ilmu di wilayah ini. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Terbuka (UT) Pontianak dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Pelite Kayong Utara pada penghujung Desember 2025 ini menjadi titik balik bersejarah. Melalui sinergi ini, UT memastikan bahwa kualitas pendidikan tinggi negeri kini hadir langsung di tengah-tengah masyarakat Sukadana, menghapus batas geografis yang selama ini terasa begitu nyata.
Kehadiran SALUT Pelite adalah wujud kasih dan komitmen UT dalam merangkul semua kalangan untuk mencicipi indahnya pendidikan tinggi. Direktur UT Pontianak, Romi Siswanto, dengan tulus menyampaikan bahwa langkah ini adalah bukti keseriusan institusinya dalam menyentuh pelosok negeri.
“Kerja sama ini adalah bukti keseriusan UT dalam menghadirkan layanan pendidikan yang fleksibel, terjangkau, dan berkualitas hingga ke pelosok negeri,” ujarnya.
Dengan payung hukum ini, SALUT Pelite kini resmi menjadi pelabuhan bagi mahasiswa untuk mendapatkan bimbingan akademik, layanan administrasi, hingga fasilitas teknologi informasi tanpa perlu lagi menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.
Dari Kayong Utara, cerita tentang akses dan harapan mulai dirajut. Kehadiran UT bukan sekadar memperpendek jarak menuju bangku kuliah, tetapi membuka pintu bagi mimpi-mimpi yang selama ini terhalang oleh batas wilayah. Inilah wujud nyata semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas—bahwa setiap orang, di mana pun ia tinggal, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang setara. Lebih jauh lagi, benih-benih pengetahuan yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi esok hari. Ketika putra-putri Kayong Utara dibekali ilmu dan keterampilan yang relevan, mereka tak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu kembali membangun daerahnya sendiri, menggerakkan roda ekonomi lokal, dan memberi makna nyata bagi pencapaian SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Dukungan emosional juga datang dari Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kayong Utara, Jumadi Gading. Ia melihat kehadiran SALUT Pelite sebagai jawaban atas doa masyarakat yang selama ini merindukan model belajar jarak jauh yang fleksibel. “Pemerintah daerah mendukung penuh langkah ini. Hal ini sejalan dengan upaya kami dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi dan kualitas sumber daya manusia di Kayong Utara,” ungkap Jumadi dengan penuh optimisme.
Kini, di bawah langit Kayong Utara, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar. Universitas Terbuka telah membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak mengenal batas; ia bisa hadir di mana saja, selama ada kemauan untuk terus melangkah. Melalui SALUT Pelite, mimpi untuk menjadi sarjana kini bukan lagi sekadar khayalan di tepi pantai, melainkan sebuah realitas indah yang bisa diraih oleh siapa pun, di rumah mereka sendiri.


