Di tanah Papua yang kaya budaya dan bentang alam memukau, Jayapura berdiri sebagai pintu gerbang timur Indonesia—kota yang terus tumbuh sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Papua. Dari kota inilah Universitas Terbuka (UT) Jayapura kembali melanjutkan komitmennya memperluas akses pendidikan tinggi hingga menjangkau Kabupaten Mappi, salah satu wilayah yang dijuluki “Kota Sejuta Rawa”. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) untuk memastikan pendidikan berkualitas hadir tanpa batas ruang dan waktu.
Pada 27–28 November 2025, Direktur UT Jayapura, Fajar Rahmadhani, S.Kom., M.M., bersama Kasubbag TU, Sutrisno, S.IP., melakukan kunjungan kerja dua hari di Mappi. Mereka menggelar audiensi bersama DPRK, pemerintah kabupaten, Polres Mappi, hingga Dinas Pendidikan setempat. Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud nyata UT dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang menjangkau masyarakat di daerah 3T—sejalan dengan prinsip SDGs tentang pemerataan pendidikan bermutu (SDG 4).

Kunjungan dimulai di Kantor DPRK Mappi, di mana rombongan UT Jayapura diterima oleh Wakil Ketua I DPRK, Ananias Mabur, S.Pd., beserta jajaran. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran UT yang telah membuka jalan bagi masyarakat Mappi, termasuk para ASN, untuk meraih pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halaman. “DPRK siap mendorong pemerintah daerah menjadikan UT sebagai bagian dari visi Bupati Mappi dalam program 1000 Sarjana,” ujarnya.
Direktur UT Jayapura menegaskan fleksibilitas studi UT yang tidak dibatasi usia, profesi, ataupun latar belakang sosial. Ia juga menekankan bahwa meski biaya kuliah terjangkau, kualitas pendidikan UT terjamin dengan akreditasi A BAN-PT. Di sisi lain, Kepala SALUT Mappi, Victor Mendila, S.H., M.M., berharap dukungan DPRK dapat menjangkau masyarakat di kampung-kampung dan distrik terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan.
Audiensi berlanjut ke Kantor Bupati Mappi. Wakil Bupati Mappi, H. Sanusi, S.Sos., menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memberi prioritas bagi ASN yang belum berkualifikasi sarjana untuk melanjutkan pendidikan. Ia menegaskan reformasi birokrasi kini mempermudah proses administrasi bagi ASN yang ingin kuliah sembari tetap menjalankan tugas pelayanan masyarakat. “Kami sangat menyambut baik komitmen UT dalam meningkatkan kualitas SDM Mappi,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan ke Polres Mappi. Kabag SDM Polres Mappi, AKP Handriakso S.P., S.Sos., yang juga merupakan alumni UT, menegaskan pentingnya pendidikan bagi anggota Polri. “Salah satu syarat menjadi penyidik adalah minimal berpendidikan sarjana,” katanya. Direktur UT Jayapura menjelaskan adanya pengakuan pembebasan mata kuliah bagi anggota Polri—tujuh mata kuliah untuk Bintara dan delapan mata kuliah untuk Perwira—sehingga proses studi dapat lebih cepat diselesaikan.
Kunjungan ditutup dengan sosialisasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi. Perwakilan dinas mengapresiasi kontribusi UT yang telah membuka peluang luas bagi guru, tenaga kependidikan, serta staf yang belum bergelar sarjana. UT dinilai berhasil menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan SDM Papua melalui sistem pembelajaran fleksibel dan teknologi digital yang memungkinkan masyarakat tetap belajar dari mana saja.
Dengan rangkaian kegiatan ini, UT Jayapura menegaskan komitmennya sebagai PTNBH yang hadir untuk seluruh masyarakat Papua. Pendidikan tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang dapat diraih oleh siapa pun—dari pusat kota Jayapura hingga kampung-kampung di tengah rawa Mappi. Ini menjadi langkah penting menuju terwujudnya generasi Papua yang unggul, mandiri, dan siap bersaing di masa depan.



