Bukan Sekadar Mengajar, tapi UT Menyiapkan Warga Soppeng Hadapi Wisata Global

Langkah kecil sering kali menjadi awal perubahan besar. Universitas Terbuka (UT) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) BIMA DIKTI melaksanakan pendampingan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, pada 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini menyasar anggota Karang Taruna Lejja dan seluruh petugas TWA Lejja melalui pelatihan berbasis kebutuhan lapangan, sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan wisata dan kesiapan destinasi menghadapi pasar internasional secara berkelanjutan.

Program tersebut didukung pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan terlaksana melalui kolaborasi dengan Karang Taruna Lejja, dukungan Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng, serta Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Lejja. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Pelatihan yang diberikan mencakup perakitan dan penggunaan videobooth 360 derajat, hospitality, serta bahasa Inggris dasar untuk kawasan wisata. Ketiga program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri masyarakat lokal sebagai pelaku utama layanan wisata. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan pekerjaan layak.

Kegiatan ini dihadiri oleh Manajer TWA Lejja Andi Zulqibral Yusary yang mewakili Direktur Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng Musdar Asman, S.Pd., M.Si., Manajer SDM dan Umum Andi Muh. Jahfal Hamdan, S.H., M.H., Kepala Resort Kehutanan Andi Ahmad, serta Ketua Karang Taruna Lejja Hasbi Rasidi. Dalam keterangannya, Andi Zulqibral menyampaikan bahwa TWA Lejja secara rutin menerima wisatawan mancanegara dengan rata-rata 20–30 orang setiap bulan, sehingga kesiapan sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Terbuka ini. Pelatihan hospitality

videobooth 360 dinilai sebagai inovasi yang sejalan dengan pengembangan promosi pariwisata digital daerah. “Ini menjadi nilai tambah bagi TWA Lejja dalam memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya tarik wisata di era digital,” kata Andi Zulqibral.

Ketua Tim PkM sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Terbuka, Dr. Heriani, S.IP., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UT untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong praktik langsung agar peserta memiliki pengalaman nyata dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan wisata,” ungkapnya.

Menurut Dr. Heriani, keberhasilan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pelatihan sesaat, melainkan pada keberlanjutan dampak. Oleh karena itu, UT juga memfasilitasi pembentukan English meeting club LEGO (Lejja Go English) yang dibimbing oleh Dosen Universitas Terbuka Makassar, Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., sebagai ruang belajar berkelanjutan bagi petugas dan anggota Karang Taruna Lejja.

Seluruh sesi pelatihan berlangsung interaktif dan aplikatif, mulai dari simulasi pelayanan tamu, praktik percakapan bahasa Inggris untuk wisatawan mancanegara, hingga uji coba penggunaan videobooth 360 sebagai media promosi wisata digital. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan, yang dinilai mampu meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan profesionalisme dalam melayani pengunjung.

Ketika kegiatan ditutup dengan uji coba videobooth 360 di kawasan TWA Lejja, yang tertinggal bukan hanya hasil pelatihan, tetapi juga harapan baru. Melalui Program PkM BIMA DIKTI, Universitas Terbuka kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir secara nyata di tengah masyarakat, mendorong penguatan sumber daya manusia, membuka peluang kerja di sektor pariwisata, serta membangun kemitraan strategis demi pengembangan daerah yang inklusif dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).