Jadi IRT Bisa Sambil Kuliah? Oh, Tentu! Ini Kisah Ibu Muda yang Raih Gelar Terbaik di UT Kendari

Ini Kisah Ibu Muda yang Raih Gelar Terbaik di UT Kendari

Kendari menjadi saksi momen bahagia sosok wanita muda bernama Nining Yulianti. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka (UT) Kendari. Dengan tekad dan keringat yang dilalui, akhirnya ia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 pada wisuda UT Kendari yang diselenggarakan tanggal 30 Oktober 2025 di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari.

Perempuan asal Wanci, Kabupaten Wakatobi ini tak kuasa menahan air mata bahagia. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Perjuangan kuliah selama empat tahun akhirnya terbayar lunas,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Bagi Nining, perjalanan menuju toga bukanlah perkara mudah. Di usianya yang ke-24, ia memikul peran ganda sebagai mahasiswi dan istri seorang aparatur sipil negara (ASN) yang kerap berpindah lokasi tugas. Dalam kondisi seperti itu, ia menegaskan bahwa Universitas Terbuka menjadi pilihan yang paling tepat.

“Saya memilih UT karena sistem kuliahnya sangat fleksibel. Saya bisa belajar dari mana saja, asalkan ada jaringan internet. Ini sangat membantu karena saya sering ikut berpindah bersama suami,” jelasnya.

Namun fleksibilitas itu tidak serta-merta membuat perjalanannya ringan. Nining harus pandai membagi waktu antara kuliah, mengurus rumah, dan mendampingi keluarga. Untungnya, semangat dalam dirinya selalu lebih basar daripada rasa malasnya ini. Ia selalu memotivasi dirinya karena tujuannya ingin membanggakan orang tua.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana pendidikan, Nining memilih untuk sementara fokus pada keluarga. Ia ingin menyesuaikan diri dengan rutinitas dan penugasan suami, sambil menata langkah ke depan. “Untuk saat ini saya fokus di rumah dulu. Ke depannya, lihat situasi dan kondisi,” ujarnya bijak.

Meski demikian, Nining tetap menyimpan harapan besar bagi Universitas Terbuka. Ia ingin semakin banyak masyarakat mengenal bahwa UT bukan sekadar perguruan tinggi jarak jauh, melainkan jembatan nyata menuju pendidikan tanpa batas. Bagi para ibu rumah tangga yang masih ragu melanjutkan pendidikan, Nining menitipkan pesan sederhana namun sarat makna. “Kuncinya itu niat dan disiplin. Pintar-pintarlah membagi waktu antara kuliah, anak, rumah, dan suami. Kalau dijalani dengan sungguh-sungguh, InsyaAllah semua bisa,” katanya menutup kisah inspiratifnya.

Perjalanan Nining adalah potret nyata semangat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender) yang bermakna bahwa setiap orang, tanpa memandang usia, lokasi, atau status sosial, berhak mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang. Melalui sistem pembelajaran terbuka yang adaptif, Universitas Terbuka terus membuktikan komitmennya menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan memberdayakan, membuka jalan bagi lahirnya perempuan-perempuan tangguh seperti Nining, yang menepis batas dan menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.