Menempuh pendidikan tinggi sambil tetap bekerja menjadi salah satu pilihan yang ditawarkan melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh Universitas Terbuka. Peluang inilah yang menjadi salah satu bagian dalam pembahasan rencana kolaborasi UT Medan dan Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui audiensi pada 16 September 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pemerintah Kota Pematangsiantar tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia. Direktur UT Medan, Yasir Riady, S.S., M.Hum., didampingi Bagian Hukum dan Kerja Sama UT Medan, diterima oleh Asisten Pemerintah Kota Pematangsiantar beserta jajaran.
Dalam audiensi tersebut, UT Medan menyampaikan komitmennya untuk mendukung kebutuhan pendidikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat di Kota Pematangsiantar. Dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan ruang bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab lainnya.
“Universitas Terbuka hadir memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan terjangkau. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, masyarakat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan aktivitas lainnya,” ujar Yasir.
Bagi UT Medan, peluang kerja sama ini dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi putra dan putri daerah. Lebih dari itu, sinergi yang dibangun diharapkan ikut mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Pemerintah Kota Pematangsiantar menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Dalam pertemuan itu, pemerintah kota turut menyampaikan sejumlah kebutuhan dan program yang sedang menjadi perhatian, salah satunya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Pematangsiantar.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pematangsiantar juga terus mendorong kemudahan akses pendidikan bagi putra dan putri daerah. Karena itu, pembahasan tidak berhenti pada akses pendidikan semata, tetapi juga membuka peluang pengembangan kompetensi sumber daya manusia sesuai kebutuhan berbagai sektor.
Langkah berikutnya pun mulai disiapkan. Pemerintah Kota Pematangsiantar mengusulkan pertemuan lanjutan untuk membahas penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Beberapa di antaranya adalah Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Rencana tersebut diharapkan menjadi tindak lanjut konkret dari sinergi yang sedang dibangun. Melalui kerja sama yang lebih spesifik bersama OPD terkait, program pendidikan dan peningkatan kompetensi dapat disusun berdasarkan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat.
Kolaborasi ini juga memperkuat upaya UT Medan dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah. Sistem pembelajaran jarak jauh memungkinkan pendidikan berjalan beriringan dengan pekerjaan serta aktivitas sehari-hari.
Semangat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara UT Medan dan Pemerintah Kota Pematangsiantar. Jika rencana tersebut berlanjut melalui kerja sama dengan OPD terkait, peluang pendidikan dan pengembangan kompetensi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Sebab, bagi mereka yang telah bekerja atau memiliki berbagai tanggung jawab sehari-hari, kesempatan melanjutkan pendidikan tidak seharusnya selalu berarti harus meninggalkan aktivitas yang sudah dijalani.



