KUPANG – Bagi anak usia dini, bermain bukan sekadar aktivitas menyenangkan, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar. Karena itu, lingkungan dan fasilitas yang mendukung aktivitas bermain menjadi salah satu kebutuhan penting di sekolah. Hal inilah yang menjadi perhatian UT Kupang melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TKK Harapan Negeri III Kota Kupang.
Program pendampingan yang telah berlangsung sejak Maret 2026 tersebut memasuki tahap monitoring pada Rabu (16/9/2026). Monitoring dilakukan secara daring bersama Tim Monitoring UT yang dipimpin Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran dan Kerja Sama FKIP UT, Dr. Mukti Amini, M.Pd.
Ketua Tim PkM UT Kupang, Junus Jechial Beliu, S.Sos., M.Si., mengatakan program pendampingan disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di sekolah. Prosesnya diawali dengan survei kebutuhan, kemudian dilanjutkan melalui pelatihan administrasi sekolah dan pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE).
“Monitoring ini dilakukan untuk melihat sejauh mana hasil pelatihan telah diterapkan oleh peserta dan memberikan manfaat bagi sekolah,” jelas Junus dalam paparannya.
Selain memberikan pelatihan, UT Kupang turut mendukung sekolah melalui penyediaan sejumlah APE untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Dukungan fasilitas juga mencakup sarana permainan luar ruang berupa perosotan dan ayunan.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung kebutuhan anak usia dini, yang dalam proses belajarnya tidak terlepas dari aktivitas bermain. Dengan demikian, penguatan kapasitas sekolah berjalan beriringan dengan penyediaan sarana yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh peserta didik.
Kepala TKK Harapan Negeri III Kota Kupang, Emi Margaritha Lassa, S.Th., mengapresiasi pendampingan dan perhatian yang diberikan UT Kupang. Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi tersebut memberikan motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan bagi anak-anak.
“Kami sangat berterima kasih kepada UT Kupang. Kehadiran UT Kupang menjadi motivasi sekaligus bukti bahwa kami tidak sendiri dalam melayani anak-anak bangsa,” ungkap Emi.
Ia mengatakan, dukungan yang diberikan mulai memberikan dampak terhadap aktivitas peserta didik. Menurut Emi, manfaat dukungan tersebut mulai terlihat dari respons peserta didik. Ia melihat anak-anak menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi untuk datang ke sekolah setelah tersedia fasilitas belajar dan bermain yang lebih memadai.
Bagi UT Kupang, program tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan pendidikan di Kota Kupang, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini. Kolaborasi dengan satuan pendidikan juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah sekaligus memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Setelah tahap monitoring, Tim PkM UT Kupang berharap pelatihan dan fasilitas yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh sekolah. Sebab, bagi anak usia dini, sebuah ayunan, perosotan, atau alat permainan edukatif bukan sekadar fasilitas. Di ruang bermain itulah mereka dapat bergerak, berinteraksi, bereksplorasi, dan menjalani proses belajar dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
Upaya ini turut mencerminkan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar anak sejak usia dini.



