Turnamen futsal tingkat pelajar kembali menghidupkan GOR Bung Karno Sukoharjo, Sabtu (15/11/2025). Namun bukan sekadar pertandingan olahraga biasa, kompetisi ini menjadi cara Universitas Terbuka (UT) Surakarta menyapa para pelajar SMA dan sederajat sekaligus memperkenalkan layanan pendidikan yang fleksibel, modern, dan mudah diakses siapa saja.
Suasana turnamen terasa meriah sejak siang, ditandai dengan prosesi pembukaan melalui tendangan perdana oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo; Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati; serta Kabid Keolahragaan Disporapar Sukoharjo, Yudi Saharjo. Kehadiran mereka menjadi penanda penting: kompetisi pelajar ini bukan hanya ajang mencari pemenang, tetapi juga ruang bertemu antara dunia pendidikan dan minat bakat generasi muda.
Ketua Panitia Turnamen Futsal UT Surakarta, Andy Irawan, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-41 UT Surakarta, dan tahun ini diikuti oleh 16 tim dari Solo, Sukoharjo, Boyolali, hingga Karanganyar.
“Ada 16 tim sekolah yang berpartisipasi dalam turnamen futsal tingkat pelajar se-Soloraya. Mereka berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Soloraya seperti Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Karanganyar,” ujar Andy.
Format pertandingan berlangsung padat dalam satu hari. Setelah babak penyisihan digelar siang hari, kompetisi berlanjut dengan delapan besar, semifinal, hingga final pada sore hari. Empat tim terbaik melaju ke semifinal sebelum dua tim berduel di partai puncak.
Lebih dari sekadar turnamen olahraga, ajang ini menjadi cara UT Surakarta memperkenalkan model kuliah jarak jauh—sebuah sistem pendidikan yang membuat banyak pelajar mulai melirik kampus negeri ini sebagai pilihan masa depan mereka. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan antara UT dan pelajar SMA yang sedang mempertimbangkan kelanjutan studi.
“UT Surakarta menjadi pionir perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh di Tanah Air. Diharapkan, para pelajar SMA dan sederajat bisa melanjutkan kuliah di UT Surakarta selepas lulus sekolah,” jelas Yulia.
Melalui model kuliah fleksibel yang bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja, UT memperkuat visinya menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa batas untuk seluruh lapisan masyarakat. Konsep pendidikan ini selaras dengan komitmen global SDGs, khususnya terkait perluasan akses pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pengurangan ketimpangan akses antarwilayah (SDG 10). Tanpa harus merantau atau meninggalkan aktivitas lain, pelajar dapat menempuh pendidikan tinggi negeri dengan ritme belajar yang lebih manusiawi dan setara bagi semua.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyambut baik penyelenggaraan turnamen ini dan menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan UT Surakarta terhadap Sukoharjo sebagai tuan rumah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UT Surakarta yang kembali memberikan kepercayaan untuk memilih lokasi turnamen futsal tingkat pelajar di Sukoharjo,” tutur Sapto. Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dan fair play di sepanjang kompetisi.
Melalui turnamen yang menggabungkan semangat kompetisi dan edukasi ini, UT Surakarta kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai perguruan tinggi negeri pelopor pembelajaran jarak jauh, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan bagi generasi muda. Dari lapangan futsal hingga ruang kuliah digital, UT mengajak pelajar membayangkan masa depan pendidikan yang lebih terbuka, lebih fleksibel, dan lebih dekat dengan kebutuhan mereka.



