Dari Pelosok Negeri ke Panggung Wisuda: 421 Lulusan UT Banda Aceh Raih Impian dan Wujudkan Prestasi Gemilang

Suasana haru dan bahagia menyelimuti ruang utama The Pade Hotel, Aceh Besar, Minggu (26/10/2025). Sebanyak 421 lulusan Universitas Terbuka (UT) Aceh resmi dikukuhkan pada Wisuda Periode II Tahun 2025. Para wisudawan datang dari berbagai penjuru daerah, membawa kisah perjuangan belajar jarak jauh yang akhirnya berbuah manis di hari kelulusan.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT, Dr. Adrian Sutawijaya, SE, M.Si, bersama Direktur UT Aceh, Windra Irawan, S.I.Kom., M.Si, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh lulusan. Ia menegaskan, UT hadir untuk membuka akses pendidikan bagi siapa pun, di mana pun, tanpa batas geografis maupun waktu.

“Selamat kepada seluruh wisudawan. UT terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga pelosok negeri,” ujar Adrian.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Universitas Terbuka kini memperkuat sistem pembelajaran digital dengan dukungan teknologi mutakhir. Adrian menjelaskan, model kuliah jarak jauh menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini terhalang jarak dan waktu untuk melanjutkan pendidikan.

“Sistem perkuliahan jarak jauh memberikan akses ke seluruh masyarakat pelosok negeri yang tidak dimungkinkan diakses oleh perguruan tinggi lain,” tegasnya.

Untuk mendukung hal itu, UT tengah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah penyedia layanan internet, termasuk Starlink, agar sinyal dan jaringan tak lagi menjadi penghalang proses belajar mahasiswa di daerah terpencil.

“Infrastruktur digital saat ini sudah semakin baik. Mudah-mudahan tantangan di lapangan bisa dimitigasi dan diatasi lebih lanjut,” tambahnya penuh harap.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, ST, DEA, menilai Universitas Terbuka berperan besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Aceh.

“UT memberikan percepatan untuk mencapai salah satu indikator pembentuk generasi emas, yaitu meningkatnya angka partisipasi kasar perguruan tinggi,” ujar Marthunis.

Ia juga mendorong masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) Aceh agar tak ragu melanjutkan pendidikan di UT, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau bekerja penuh waktu.

“Ini kesempatan besar bagi masyarakat Aceh untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kami ingin ASN menjadi learning ASN, ASN yang gemar belajar, dan salah satu opsinya adalah Universitas Terbuka,” katanya.

Kehadiran UT Aceh menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas kini bisa dijangkau siapa pun, tanpa hambatan jarak dan waktu. Langkah ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 – Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan kesempatan belajar sepanjang hayat.

Melalui inovasi digital dan komitmen untuk merangkul semua kalangan, Universitas Terbuka terus melahirkan lulusan unggul yang siap bersaing dan berkontribusi bagi Indonesia yang lebih maju.