Bagi banyak warga Tarumajaya, melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi kerap berhenti pada niat—terhalang jarak, waktu, dan biaya yang tak selalu sejalan dengan realitas hidup sehari-hari. Dari kegelisahan itulah, Universitas Terbuka meresmikan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Tarumajaya pada Senin (26/1/2026), sebagai ikhtiar menghadirkan akses pendidikan tinggi yang lebih dekat, inklusif, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Peresmian SALUT Tarumajaya yang berlokasi di Ruko Harapan Mulya Regency, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna. Di tengah kondisi wilayah yang masih terdampak banjir, kegiatan tetap digelar dengan khidmat. Hal ini menjadi penanda bahwa komitmen menghadirkan pendidikan tidak berhenti oleh keterbatasan situasi, melainkan justru hadir sebagai jawaban atasnya.
Kepala SALUT Tarumajaya, M. Yusuf, S.Pd., MM, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian tersebut. “Walaupun hari ini kondisi di beberapa wilayah Tarumajaya masih terdampak banjir, kami tetap bersyukur kegiatan peresmian ini dapat terlaksana,” ujarnya. Menurut Yusuf, kehadiran SALUT diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan tinggi, baik karena faktor geografis, keterbatasan waktu, maupun biaya. SALUT tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga menjadi pusat informasi, pendampingan, dan konsultasi akademik bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa Universitas Terbuka.
Sejalan dengan itu, Direktur Universitas Terbuka Jakarta, Ir. Edward Zubir, MM, menegaskan bahwa pembukaan SALUT Tarumajaya merupakan bagian dari komitmen UT untuk memperluas layanan pendidikan tinggi yang terbuka dan fleksibel. UT, kata dia, hadir untuk memastikan bahwa siapa pun—tanpa memandang latar belakang sosial, usia, atau kondisi ekonomi—memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas. Kehadiran sentra layanan di tingkat lokal menjadi penguat peran UT dalam mendekatkan sistem pendidikan jarak jauh kepada masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Asep Pramana, S.Pd., menyambut baik kehadiran SALUT Tarumajaya dan berharap fasilitas ini mampu mendorong peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi seperti Universitas Terbuka menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pemerataan pendidikan.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sepanjang kegiatan. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan pengelola SALUT, menanyakan prosedur pendaftaran, sistem perkuliahan, hingga peluang melanjutkan studi sambil bekerja. Bagi mereka, SALUT bukan sekadar bangunan baru, melainkan pintu masuk menuju masa depan yang lebih baik.
Lebih dari itu, kehadiran SALUT Tarumajaya merefleksikan kontribusi nyata Universitas Terbuka terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan inklusif. Dengan layanan yang semakin dekat dengan komunitas, UT menegaskan perannya dalam memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari akses pendidikan tinggi.
Di Tarumajaya, harapan itu kini menemukan ruangnya. Melalui SALUT, Universitas Terbuka tidak hanya membuka layanan, tetapi juga membuka jalan—bahwa pendidikan tinggi bukan lagi privilese segelintir orang, melainkan hak yang bisa diraih oleh siapa saja, tanpa batas.


