Bandar Lampung — Upaya memperluas akses pendidikan tinggi terbuka di Provinsi Lampung terus digencarkan. Salah satu penggeraknya adalah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Wilayah Lampung, yang berkomitmen mendukung transformasi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di daerah.
Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan nasional serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pendidikan terbuka dan jarak jauh dinilai menjadi solusi inklusif yang menjawab tantangan geografis, ekonomi, dan waktu yang selama ini membatasi akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Ketua IKA UT Lampung, Dr. Andi Wijaya, mengatakan bahwa alumni UT memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di wilayah Lampung. Ia menyebutkan, jumlah alumni UT di provinsi ini termasuk yang terbesar di Indonesia, sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat.
“Alumni UT Lampung merupakan salah satu yang terbesar secara nasional. Potensi ini akan kami optimalkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi, sekaligus mendorong pemahaman masyarakat terhadap fleksibilitas dan keunggulan sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh,” ujar Dr. Andi dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, sistem PTJJ yang diusung Universitas Terbuka memungkinkan siapa saja mengakses pendidikan tinggi tanpa batasan ruang dan waktu. Hal ini sangat relevan bagi masyarakat yang terkendala biaya, memiliki tanggung jawab pekerjaan, atau tinggal di wilayah terpencil.
“Dengan PTJJ, masyarakat tidak perlu datang ke kampus setiap hari. Mereka bisa belajar dari rumah, di sela waktu bekerja, atau dari lokasi mana pun. Inilah solusi yang menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan,” jelasnya.
IKA UT Lampung, lanjut Dr. Andi, kini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga bertransformasi menjadi motor penggerak kontribusi nyata bagi pendidikan. Salah satu inisiatif strategis yang tengah dikembangkan adalah platform digital alumni, yang bertujuan memperkuat kolaborasi, komunikasi, dan sinergi antaralumni dari berbagai wilayah.
“Digitalisasi jaringan alumni sangat penting untuk menyatukan potensi yang tersebar. Dengan platform ini, kolaborasi menjadi lebih mudah, dan dampaknya bisa lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” tutur Dr. Andi, yang juga menjabat sebagai Inspektur II Itjen Kementerian Transmigrasi.
IKA UT Lampung berharap, langkah-langkah tersebut dapat mempercepat lahirnya SDM yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Di sisi lain, sinergi yang dibangun antara alumni, perguruan tinggi, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.



