Korean National Open University dan Universitas Terbuka: Pembelajaran Jarak Jauh sebagai Future Education

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1984, UT didirikan untuk mengatasi permasalahan dunia Pendidikan saat itu khususnya untuk menjawab 3 (tiga) hal yaitu; 1) peningkatan pemerataan akses pendidikan tinggi untuk seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah; 2) sebagai wadah bagi peningkatan kompetensi dan kapasitas SDM para pekerja yang mempunyai keterbatasan waktu untuk kuliah di UT; dan 3) sebagai wadah bagi para lulusan SMA atau sederajat yang tidak tertampung di berbagai perguruan tinggi unggulan karena keterbatasan biaya dan kemampuan akademiknya. 

Saat ini, UT telah diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya generasi Z dan milenial sehingga jumlah mahasiswa UT semester 2023/2024 Ganjil telah mencapai 550.050 mahasiswa yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dan juga berbagai penjuru dunia. Untuk meningkatkan akses dan kualitas layanannya, UT terus berinovasi dalam penerapan teknologi pembelajarannya sehingga dapat lebih memuaskan mahasiswanya. Salah satu penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh di Asia yang telah dulu berdiri adalah Korean National Open University (KNOU) yang lahir pada tahun 1978. Untuk itu, UT dalam gerak langkah pengembangan inovasi teknologi pendidikannya pun melihat praktik baik proses pembelajaran berbasis teknologi digital yang dilakukan oleh KNOU guna meningkatkan kualitas pembelajaran UT dalam memperteguh perwujudan pendidikan tinggi jarak jauh sebagai model pendidikan masa depan (future education) di Indonesia. 

Pada tanggal 2 Mei 2024, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dan delegasi UT berkunjung ke KNOU, Seoul, Korsel untuk melakukan benchmarking dan sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan  Bersama (MoU) antara UT dan KNOU. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor UT Prof. Ojat dan Direktur KNOU Prof. Songhwan Ko di Kampus KNOU, Seoul, Korea Selatan dengan cakupan kerja sama bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selanjutnya dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT Dr.  Meirani Harsasi, M.Si. dengan Dekan dari College of Social Sciences (CSS) – KNOU, Republic of Korea, Dr. Bumsang Yoo. Dalam MoA antara FEB UT dan KNOU tersebut dijelaskan kerja sama antar kedua lembaga dapat dilakuakn dengan berbagai cara antara lain: 1) pertukaran dosen dan staf; 2) pertukaran mahasiswa; 3) pertukaran publikasi dan informasi ilmiah; 4) pengembangan program penelitian kolaboratif atau proyek kepentingan bersama; 5) partisipasi dalam seminar pertemuan akademik; 6) pengembangan materi akademik dan informasi lain untuk kepentingan bersama; 7) pengembangan inisiatif akademik dan administratif, termasuk sponsorship simposium, seminar, dan konferensi; dan fokus pada program studi/departemen yang relevan dari FEB UT (Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah, Manajemen, pariwisata, Akuntansi, Akuntansi Keuangan Publik) dengan Prodi-Prodi di CSS KNOU (Hukum, Administrasi Publik, Manajemen, Perdagangan Internasional, Seni dan Sains Media, Studi Pariwisata, Kesejahteraan Sosial). 

Adapun rombongan delegasi UT yang hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut antara lain Dr.  Meirani Harsasi, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Olivia Idrus, SE., M.Sc. selaku Wakil Dekan selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB, Dr. Maya Maria, S.E., M.M. selaku dosen FEB dan Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Pemasaran, Prof. Dr. Nafsiah Mohamed selaku advisor FEB UT untuk program kerja sama internasional, dan Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM., M.Rech, Ak., CFrA selaku dosen FEB UT yang menjadi koordinator kegiatan kerja sama UT-Korea Selatan. Sedangkan dari KNOU, para pimpinan yang hadir menemui delegasi UT untuk penandatangaanan KNOU MOU & MOA Ceremony adalah Song Hwan Ko (President);  Byeong Rae Lee (Vice President); Yun Kyoung Choi (Office of Academic Affairs, Dean); Chung Ki Lee ( Office of Student Affairs, Dean); Young Jae Chang (Office of Planning Affairs, Dean); Bum Sang Yoo (College of Social Sciences, Dean); Jae Hyung Kim (Office of International Affairs, Dean); Chang Yeul Yang (Office of International Affairs, Team Leader);  Eummi Oh (Office of International Affairs, Program Specialist); dan  Ahyun Hur (Office of International Affairs, Program Specialist). 

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Ojat Darojat mengungkapkan terima kasih atas sambutan baik dan menyampaikan KNOU adalah saudara tua UT. Prof. Songwan Ko Direktur KNOU pun menyampaikan bahwa jalinan persaudaraan UT dan KNOU sudah lama berjalan namun belum dikukuhkan dalam MoU. Dalam kunjungan ke beberapa unit pengembangan di KNOU, Rektor UT dan delegasi mendapatkan wawasan praktik baik model pembelajaran online berbasis pedagogik yang didesain melalui delivery pembelajaran digital yang komprehensif melalui multi media antara lain melalui channel TV kampus online 24 jam oleh para pengajar/dosen,  delivery pembelajaran secara langsung oleh dosen-dosen melalui video conference, ataupun melalui tutorial radio secara langsung di depan kelas-kelas online.  

Tentunya hasil tinjau pandang ke KNOU tersebut memberikan insight bagi UT untuk peningkatan kualitas Pendidikan jarak jauh berbasis teknologi digital. Adapun terkait tindak lanjut penandatanganan kerja sama UT-KNOU tersebut dalam waktu dekat segera dirumuskan implementasi beberapa bentuk kolaborasi seperti riset bersama, pertukaran dosen, fasilitasi magang bagi mahasiswa (pertukaran mahasiswa magang), dan fasilitasi kolaborasi pengembangan layanan pembelajaran yang berbasis teknologi digital.  

Ke depannya diharapkan UT akan makin berkualitas dan lebih baik dalam proses pembelajaran dan proses bisnisnya guna memperteguh model PJJ yang berbasis single mode melalui online learning (kuliah online) sebagai model pendidikan masa depan (future education) Indonesia. Peningkatan pembelajaran berbasis teknologi digital dan multi-media ini juga sebagai salah satu langkah guna mendukung target pemerintah untuk peningkatan akses partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi masyarakat Indonesia. Tentunya hal ini dalam upaya meningkatkan kualifikasi dan kompetensi SDM masyarakat Indonesia yang handal dan kompetitif guna mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia Maju.