Anas Rullah, Atlet Wushu UT Banjarmasin Yang Bawa Pulang Perak Dan Beasiswa

Banjarmasin, 4 Oktober 2025 – Prestasi bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang pengakuan. Universitas Terbuka Banjarmasin membuktikan hal itu dengan memberikan beasiswa kepada Anas Rullah, mahasiswa baru program studi hukum yang sukses meraih medali perak pada cabang olahraga Wushu di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX 2025 di Semarang.

Langkah UT Banjarmasin ini menjadi bukti nyata komitmen kampus untuk selalu mendukung, mengakomodir, sekaligus mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. “Kami memberikan beasiswa kepada mahasiswa atau atlet yang berhasil meraih prestasi, baik peringkat 1, 2, dan 3 nasional,” ujar Direktur UT Banjarmasin, M. Priono.

Prestasi Anas tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Sebagai mahasiswa semester pertama, ia langsung mencatatkan namanya di panggung nasional. Tidak hanya mengharumkan nama UT, tetapi juga membawa Kalimantan Selatan dikenal di kancah olahraga mahasiswa. Dari enam atlet yang dikirim UT Banjarmasin di Pomnas kali ini, Anas berhasil menyumbangkan medali perak yang berarti besar bagi kampus.

Meski begitu, Priono mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah akhir perjalanan. “Alhamdulillah di antaranya berhasil mendapatkan juara 2. Tapi kami ingatkan agar mahasiswa tidak terlena. Studi dan disiplin tetap menjadi prioritas utama,” pesannya.

Di balik pencapaian itu, perjalanan Anas penuh warna. Sebelum menekuni Wushu, ia sudah akrab dengan dunia bela diri melalui pencak silat, bahkan menorehkan berbagai gelar juara di tingkat provinsi. Di POMNAS 2025, ia harus melewati babak penyisihan yang ketat, melangkah ke semifinal dengan mengalahkan atlet dari Banten, lalu menghadapi lawan tangguh dari Sumatra Utara di partai puncak. “Saya menang dengan poin melawan Banten, dan berhasil membuat KO lawan dari Sumatra Utara,” kisahnya dengan bangga.

Meski hanya membawa pulang medali perak, tekad Anas tidak berhenti. Ia justru berkomitmen untuk melangkah lebih jauh, membidik prestasi di level nasional hingga internasional. “Target saya ke depan tentu meraih emas dan membawa nama kampus serta daerah lebih tinggi,” tegasnya.

Apresiasi berupa beasiswa dari UT Banjarmasin bukan sekadar hadiah, melainkan simbol kehadiran kampus sebagai rumah yang mendukung penuh potensi mahasiswa. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Mengurangi Ketimpangan. Melalui kebijakan ini, UT Banjarmasin memberi kesempatan yang adil bagi mahasiswa dengan talenta di berbagai bidang, memastikan prestasi non-akademik mendapat tempat yang sama pentingnya dengan prestasi akademik.

Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, UT Banjarmasin menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa harus dirayakan bersama. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak takut bermimpi dan berprestasi, baik di kelas, laboratorium, maupun di arena olahraga.

Langkah UT Banjarmasin juga menjadi teladan bahwa perguruan tinggi terbuka dan inklusif mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang berkontribusi, baik bagi masyarakat lokal maupun bangsa. Dengan cara ini, UT terus menegaskan dirinya sebagai kampus yang benar-benar membuka akses pendidikan, sekaligus membuka jalan bagi mimpi besar mahasiswa.