Tangerang Selatan, 10 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) Serang kembali mengukir kisah membanggakan dengan meluluskan 436 sarjana baru pada prosesi wisuda yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Rabu (10/9). Ribuan tamu undangan, orang tua, dan keluarga memadati tribun sejak pagi untuk memberikan dukungan dan doa terbaik kepada para wisudawan. Suasana hangat penuh haru menyelimuti gedung ketika satu per satu nama wisudawan dipanggil dan dikukuhkan sebagai sarjana baru.



Kebanggaan tidak hanya terasa dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kisah-kisah inspiratif yang lahir dari kampus ini. Salah satunya adalah Sugiri Adi, yang dengan semangat pantang menyerah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Sastra Inggris Bidang Penerjemah di usia 77 tahun. Di tengah tepuk tangan meriah hadirin, kehadirannya menjadi simbol nyata bahwa menuntut ilmu tidak pernah mengenal kata terlambat. Cerita Sugiri mengingatkan kita bahwa Universitas Terbuka benar-benar membuka pintu pendidikan untuk semua, tanpa memandang usia, latar belakang, maupun kondisi hidup.
Direktur UT Serang, Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., menyampaikan rasa syukur dan bangganya. “Ini adalah momen yang membanggakan sekaligus menjadi tantangan. Hingga hari ini, alumni UT Serang sudah mendekati angka 16 ribu, tersebar di berbagai daerah, dengan kiprah yang nyata bagi masyarakat. Saya juga mengundang para lulusan untuk melanjutkan studi ke jenjang Strata 2 di Universitas Terbuka, agar semangat belajar ini terus berlanjut,” ujarnya.
Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar. “Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para wisudawan dan keluarga. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi cahaya untuk berkarya, bermanfaat bagi masyarakat, dan menjaga nama baik almamater Universitas Terbuka,” tuturnya.
Wisuda ini juga menjadi gambaran nyata betapa sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan UT memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Dengan fleksibilitas pembelajaran, biaya yang lebih terjangkau, dan dukungan teknologi digital, UT menjadi solusi bagi mereka yang terkendala untuk menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi konvensional. Masyarakat yang tinggal di daerah pelosok, pekerja penuh waktu, ibu rumah tangga, hingga mereka yang memiliki tanggung jawab keluarga tetap dapat menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan kewajiban sehari-hari. Bahkan mereka yang memiliki keterbatasan usia sekalipun, tetap diberikan kesempatan untuk belajar, sebagaimana dibuktikan oleh Sugiri Adi.
Model pembelajaran ini tidak hanya memberi kesempatan, tetapi juga membangkitkan rasa percaya diri masyarakat bahwa pendidikan tinggi bukanlah hak eksklusif bagi segelintir orang, melainkan hak semua warga bangsa. Dengan prinsip lifelong learning, UT membuktikan diri sebagai kampus yang menghadirkan manfaat nyata: membuka peluang, mengangkat harkat sosial, dan memperluas kesempatan kerja serta pengembangan diri.
Penyelenggaraan wisuda UT Serang sejalan dengan komitmen UT dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. UT hadir untuk memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang kondisi, dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Kehadiran UT di tengah masyarakat adalah wujud nyata dari kampus negeri jarak jauh yang berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membawa dampak sosial yang luas.
Dengan penuh semangat, ratusan sarjana baru UT Serang hari ini melangkah keluar dari gedung wisuda, membawa harapan, doa, dan tekad baru. Mereka adalah bukti bahwa Universitas Terbuka bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang harapan bagi mereka yang ingin memperjuangkan masa depan lebih baik, apa pun usia, di mana pun berada, dan bagaimana pun keterbatasan yang dihadapi.

